Banyak banget yang mau diceritain. Tapi semuanya belum keset up. Termasuk hati...
almost home
cherry valley forever
NASA
đ©” avery cochrane đ©”
untitled
d e v o n
hello vonnie
TVSTRANGERTHINGS
đ
I'd rather be in outer space đž

oozey mess

No title available

PR's Tumblrdome

â
Xuebing Du
h
ojovivo

@theartofmadeline
trying on a metaphor
Cosimo Galluzzi
seen from Brazil

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Norway
seen from Slovenia
seen from United States

seen from Tunisia
seen from Colombia
seen from United Arab Emirates

seen from United States
@hellothelostpenguin-blog
Banyak banget yang mau diceritain. Tapi semuanya belum keset up. Termasuk hati...
Bismillah... My New Lifeđ
Maybe youâll have a little bearsprout, or maybe you wonât sprout at all but your fur will be super fluffy! Your success could be anything, donât limit yourself by comparing yourself to others! đ±
Loading Penguin Hugs | Instagram | Patreon
#Whatâsonmyhead_1
When I slid my friend's ig story, I mumbled "Wah, she was busy doing a project 'till she slept late."
Then I think...
What I've done until today?
Doing house chores every day...
Watching dramas...
Scrolling Instagram till get bored...
I started comparing my self with my friends...
Again...
Then I talk to my self,
Hey girl, you've done a great job until now.
You cook every day for your family, look out their face when they go home and there were many foods, so they could eat after a rough day outside the house.
You do the laundry things so they have ready clothes every day.
And do you know the most important thing?
You really try to build a good habit every day like what Rasul have done in the past so you can walk in Sunnah.
You wake up early to pray to Allah,
Saying that you're grateful with his will...
Believing that Allah has a great plan behind all of what you've been going through till now...
Learning more about your own religion, attending the kajian...
And always trying to be a grateful person...
You've done great until now, dear...
There's no need to be envious with other people live...
Just be grateful with what you have right now.
Remember what Ustadzah said, "They who can't be grateful for a small thing, can't be grateful for the big one"
-a.n II 032319
#Langitpagiini_031019
#Langitpagiini_030919
Selengkapnya di liputanfiksi.com
#Langitpagiini_022419
#Langitpagiini_022319
#kuinginbercerita_Tentang Tuhan dan Rencana-rencana Kita
"Buk, Inun pulang dulu ya, sebentar, trus nanti balik Solo lagi. Cari sambilan di Solo." Ujarku ke ibuk waktu itu. Hal ini memang sudah ku rencanakan semenjak november tahun lalu, setelah menyelesaikan semua tanggung jawabku pada dosen pembimbing.
Tak hanya Ibuk, bapak pun setuju atas keputusanku. Beliau berpendapat, aku tidak akan bisa berkembang jika terus menerus berdiam diri di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah dan sesekali antar jemput adik-adik ke sekolah.
Awal januari aku pun ikut pulang bersama ibuk dan adik-adikku yang kebetulan telah menghabiskan liburan sekolah mereka di Solo. Rasa bahagia menyelimuti diriku, karena akhirnya setelah sekian lama kami bisa berkumpul ber-enam di rumah kami, karena kebetulan adikku yang tengah berkuliah di Bogor juga akan pulang ke rumah beberapa hari setelah kepulangan kami.
Dan kenyataan lain pun menghampiri. Setelah hampir satu bulan menikmati kebersamaan dengan keluargaku, kabar dari Solo pun datang. Ku dapati kabar kalau rumah Yangyut dan Yangtri sudah ada yang mau membeli dan tengah dalam proses pengurusan berkas-berkas. Sebenarnya, aku sudah tahu jauh-jauh hari sebelumnya kalau rumah itu akan dijual. Dan aku juga tahu kalau sudah ada beberapa penawar yang berminat pada rumah kami. Tapi tetap saja, aku tak menyangka akan secepat itu kesepakatan tercapai. Ku pikir masih ada waktu untuk menetap di sana, masih ada waktu untuk merintis karier di sana. Namun ternyata kenyataan itu tetap saja menyesakkan. Terlebih lagi ketika mendengar kabar kalau bulik ku sudah mulai memindahkan barang-barang yang masih bisa dipakai ke rumah beliau. Dan aku tersadar, cepat atau lambat aku pun harus melakukan hal yang sama. Mengemasi barang-barang ku dan kembali ke rumah. Mengatur ulang rencana hidupku di masa yang akan datang.
Hari ini, tepat seminggu setelah ku kemasi beberapa barang-barang ku dan memboyong mereka ke rumah. Sedih rasanya meninggalkan rumah Solo setelah hampir lima tahun aku menghabiskan masa-masa kuliahku di sana. Dan sangat sedih mengingat banyak sekali momen-momen berharga yang telah ku habiskan di sana mulai dari aku kecil, momen-momen menegangkan sewaktu kerusuhan '98 hingga momen-momen tentang drama kehidupan yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.
Banyak orang menyayangkan keputusan untuk menjual rumah itu. Tapi mereka tak tahu banyak sekali hal yang harus kami pertimbangkan untuk kedepannya. Kalau mereka yang hanya singgah sebentar saja menyayangkan, bagaimana dengan aku yang menghabiskan hari-hari di sana, bagaimana dengan ibuk dan saudara-saudaranya dan bagaimana perasaan eyangku dan yangtriku yang pasti memiliki lebih banyak kenangan di sana.
Kami semua sadar, Tuhan punya rencanaNya sendiri. Tentu saja rencana yang lebih indah dibandingkan rencana ku, rencana-rencana kami, rencana-rencana kita. Dan kami yakin itu.
Bukan berarti kita tak boleh membuat rencana-rencana kita sendiri. Bukan. Malahan kita harus memiliki rencana-rencana kita sendiri. Tapi saat merencanakan sesuatu, alangkah baiknya kalau kita menyiapkan ruangan kosong. Untuk apa? Untuk kejutan-kejutan kecil yang akan Tuhan berikan pada kita. Agar kita selalu siap tatkala kejutan itu datang. Tuhan selalu punya kuasa atas diri kita. Jadi selalu siapkan tempat untuk menerima semua yang telah Dia tetapkan.
-a.n
#Langitpagiini_021719
My Personal Character Files: The 6 Box Method
This is for my science fiction WIP, so some things may need to be added/modified depending on your genre. I will also include a screenshot of an example at the bottom so yâall can see how I set it up in my Doc.
1. The Quick Ref
I use this as the first page of my âCharacter FIlesâ Doc.
I put all my important characters in a list, then add their height, age, and the page their complete file can be found on. This is helpful when I need to know if a character would have to crane their neck upward to look another character in the eyes. Comes up more than Iâd have guessed.
2. The Individual Profile: 6 Box Method
I add and subtract stuff based on how important the character is. Without further adoâŠ
Box One: Reference Photo
This is where I add in any actor, model, drawing, etc that I base the look on. When I donât need one, sometimes Iâll put in a picture that represents the characterâs style.
Box Two: The Introduction
Full Name
Nickname(s)Â
AgeÂ
OccupationÂ
Current homeÂ
Situation:Â How do they enter this story?
Motivation:Â What do they want?
Favorite quote/saying
Biggest strength
Biggest issueÂ
Strongest traitÂ
Box Three: Behavior
Personality
Habits
Ambition/Short and Long Term Goals
Greatest fear(s)
Phobias
Biggest secret(s)Â
Social skills
Interior talents
Box Four: Background
Home moon/planet
Important history
Family
Friends, Enemies, Acquaintances, and Colleagues
Finances
Education
Phys. Health/Mental Health
Religion
Romantic/sexual preference
Interests/Hobbies
Box Five: Appearance & Physicality
Height
Body type
Skin tone/Ethnicity/Species
Facial description
Prominent/distinguishing features
DressÂ
Mannerisms
Physical talents
Box Six: Speech
Normal tone
Language & accent
Favorite phrases
3. The Example
Rey from The Force Awakens. Made in Google Docs.
Boxes 1 and 2
Boxes 3 and 4
Boxes 5 and 6
Best of luck on your writing journey!
Mengapa kita menemukan kedamaian di luar islam?
Seorang teman bertanya, mengapa ia menemukan kedamaian ketika berdoa dengan agama x, sementara ia sudah berkali kali beribadah dengan cara islam dan dia tidak menemukan kedamaian sama sekali. Dia sadar bahwa agama yang paling logis itu adalah islam, tapi kenapa dia tak kunjung mendapati kedamaian itu? (sengaja saya tidak sebutkan agama lainnya tersebut karena tidak ingin diskusi yang ditimbulkan oleh tulisan ini berkembang tidak sesuai dengan tujuan dituliskannya ).
Sahabat ini orangnya sangat logis, dan dia memiliki latar belakang kehidupan keluarga dan pertemanan yang cukup rumit sehingga saya memahami mengapa ia sampai pada pertanyaan tersebut. Mendapat pertanyaan seperti itu tentu saya merasa abang jauh lebih berkompeten menjawabnya saya khawatir bila saya yang menjawab dengan kefakiran ilmu saya dan hanya mengandalkan logika, teman yang sedang bimbang malah makin bimbang hehe. Jadilah saya menelpon abang via imo (anw untuk kamu yang sedang LDM antar negara imo bisa jadi alternatif yang bagus dibandingkan via whatsapp #bukanpromosi).
Ada 4 premis yang bisa disimpulkan dari diskusi kami yang panjang kemarin. Dan saya coba kembali tuliskan dengan menambahkan perspektif saya juga membahasa ulangkannya dengan bahasa saya tentunya..
Pertama, kedamaian ada di mana mana.
Ya, kedamaian itu bukan cuma milik agama yang cara berdoanya diicip oleh teman saya ini. Tapi kedamaian ada di mana mana tentu juga islam memilikinya, sederhana saja ketika sahabat ini merasa tidak damai beribadah dengan cara islam, di luar dirinya ada begitu banyak umat muslim yang justru mendapatkan kedamaian dengan islam. Bahkan ada begitu banyak muallaf yang merasa jauh lebih damai dengan berislamnya mereka. Dan yah, nyatanya damai pun juga bukan hanya milik islam. Agama manapun memiliki kedamaian itu, jangankan agama, narkoba, alkohol, materi, juga menawarkan hal yang sama, yakni kedamaian. Lalu dimana letak istimewanya islam? Kedamaian yang ditawarkan dari semua hal itu berbeda dengan kedamaian yang ditawarkan oleh islam. Yakni kedamaian yang berdiri di atas kebenaran yang kokoh.
Simplenya, seorang suami yang berselingkuh dari istrinya juga mengalami kedamaian dan kesenangan yang sama ketika dia melakukan pelarian dari pasangannya yang memiliki begitu banyak kekurangan di matanya saat itu. Tapi apakah kedamaian tersebut dibenarkan? Sama halnya dengan yang dilakukan oleh sahabat ini. Dia mengalami begitu banyak kekecewaan dan rasa sakit yang ditimbulkan oleh orang â orang muslim yang dia kenal, dia dengan sadar mengatakan hal itu bukan salah Allah bukan salah islam. Sahabat yang malang ini berada di lingkungan yang salah, bertemu dengan orang â orang muslim yang juga masih harus belajar menjadi lebih baik lagi :). Ketika dia sedang kecewa dengan islam ketika dia membanding â bandingkan islam dengan sesuatu yang baru dia kenal  dan dia mencoba berselingkuh dengan agama lain dan dia menemukan kedamaian di sana. Persis seperti seorang suami yang tidak puas dengan perilaku istrinya kemudian menemukan kesenangan lain dengan pasangan yang lain.
Selain itu, contoh lain orang yang bertahun â tahun miskin dan menderita, kekurangan materi yang begitu di dambakannya bertahun â tahun. Suatu ketika dia mendapatkan materi yang diidamkannya itu, bergelimangan harta dari yang tadinya tidak memilikinya tentu materi itu memberikan kedamaian dari rasa lapar yang selama ini terus dirasakannya.
Kedamaian ada dimana â mana, tapi kedamaian yang ditawarkan islam berdiri di atas kebenaran yang nyata. Kebenaran â kebenaran yang bisa dibuktikan melalui panca indera maupun di luar panca indera. Kebenaran â kebenaran yang membuat hati kita tenang untuk memilih islam secara sadar. Tapi untuk mencapai kedamaian bersama islam belum cukup sampai di situ .
Kedua, Kedamaian baru bisa di dapat bila langkah â langkahnya sudah tepat.
Dalam islam sudah pasti ada kedamaian, bahkan Allah sendiri yang mengatakan dalam quran surat Al Baqarah, âBahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati.â (2:113). Allah SWT yang langsung menjamin bila seseorang berbuat kebajikan dan menyerahkan diri kepada Allah maka terhapuslah kekhawatiran mereka dan mereka tidak bersedih hati. Tapi lagi â lagi semua hal itu ada syaratnya, ada langkah â langkahnya. Seperti kita saat sekolah dulu, ingin dapat nilai 100 tentu tidak serta merta ada di depan mata tanpa belajar dengan benar dan melakukan cara â cara yang benar. Â Begitu pula seseorang yang mengharapkan kedamaian melalui sholatnya dan ibadah lainnya, maka syaratnya sholat dan ibadah tersebut harus dilakukan dengan cara yang benar. Mengerjakan semua rukunnya, melakukan semua gerakkan dengan sesuai, juga tak lupa menundukkan hati kepada Allah. Mungkin saja damai tak kunjung tiba di hati kita padahal sudah berakaat rakaat sholat karena hanya fisik kita yang bersujud namun hati kita lupa tunduk. Sehingga kebenaran memiliki arti yang sangat penting dibanding kedamaian. Sebab kedamaian adalah bonus dari kebenaran yang diyakinin hati, diucapkan dengan lisan, dan dilakukan oleh jasad kita.
Ketiga, kedamaian yang benar haruslah berdiri di atas kebenaran. Dan kebenaran tidak bisa di dapat melalui perasaan, melainkan logika.
Kekecewaan, luka karena tersakiti, dan pengalaman yang buruk kadang membuat kita lupa untuk bersikap adil dan menilai sesuatu dengan logika. Misalnya pada kasus teman saya ini dia kerap kali mendapatkan kekecewaan yang dilakukan oleh orang muslim, pernah juga oleh perempuan berjilbab. Hal ini membuat dia menganggap bahwa orang berjilbab itu semuanya buruk. Atau ia menyaksikan beberapa orang yang memiliki label ustadz bersikap yang tidak seharusnya, akhirnya membuat ia berkesimpulan bahwa semua orang alim seperti itu. Padahal kalau kita mau menggunakan logika kita, tidak ada hubungannya jilbab dengan sikap yang dilakukan pemakainya. Tidak ada hubungannya label ustadz dengan sikap yang dia lakukan. Jilbab sendiri adalah objek, manusia yang menjadi subjeknya. Maka baik buruknya citra yang ditimbulkan teramat ditentukan oleh manusia yang mengenakannya. Jika yang mengenakannya berusaha memperbaiki dirinya maka ia akan menjadi orang yang baik. Namun, bila pemakainya tak juga berusaha menjadi baik maka jilbab tetaplah melekat, label tetaplah dimiliki namun orang tersebut jugalah tak kunjung baik.
Untuk mencari kebenaran dalam islam bahkan jika ingin membandingkannya dengan hal â hal di luar islam. Maka kita harus secara sadar menggunakan logika kita, karena kebenaran tidak bisa di dapat hanya dengan perasaan semata. Sederhana saja, lebih logis mana keberadaan Tuhan dengan ketiadaan Tuhan. Apakah mungkin kehidupan yang sungguh teratur ini, matahari yang datang tepat waktu, bentuk manusia yang persis sama tapi juga sekaligus unik untuk masing â masing orang, apakah mungkin terjadi dengan sendirinya. Jika memang dunia tercipta dengan sendirinya maka mengapa kita sama â sama memiliki kaki, tangan, mata dan telinga. Mengapa kita tak memiliki bentuk yang berbeda  - beda saja? Mengapa begitu teratur jika memang tak ada yang mengatur?
Dengan menggunakan akal kita, kita dapat menimbang secara adil tidak hanya sekedar merasa â rasa. Kita gunakan logika untuk mempelajari langsung kitab suci suatu agama karena dari sana kita dapat mempelajari ajaran otentik agama tersebut tanpa dicemari oleh subjektivitas kita terhadap orang tertentu. Nyalakanlah akal kita, lalu bandingkan secara sadar mana yang benar. Maka saya yakin kita akan menemukan kebenaran itu adalah islam.
Keempat, bila kebenaran sudah di dapat maka berislamlah secara kafaah (menyeluruh).
Merasakan kedamaian tidak lantas berhenti hanya sampai saat kita menemukan kebenaran. Melainkan kita perlu menjaganya. Dari proses penjagaan itu, komitmen kita untuk berislam secara keseluruhan yang akhirnya membuat keyakinan kita menjadi tumbuh subur mengakar menghasilkan buah manis dalam kehidupan kita. Ibadah â ibadah yang kita lakukan dengan benar, meyakini islam sebagai sebuah sistem sempurna yang mengatur segala urusan kita mulai hal â hal kecil hingga sampai hal hal yang bersifat kenegaraan akan semakin mendekatkan kita kepada Allah swt. Kita tidak bisa merasakan damai bila hati kita hanya menerima sebagian dari islam lalu menolak sebagian yang lain. Kadang kala ketidak sukaan kita terhadap syariat yang ada dalam islam adalah karena kekurangan pengetahuan dan ketidak tahuan kita. Penolakan yang dilakukan pada sebagian syariat islam dan lupa untuk mencoba memahami syariat tersebut yang sering kali menumbukan kebencian di hati seorang muslim. Kebencian dan ketidak sukaan tersebut yang membuat damai sulit menetap di hati. Ah rasanya, kita memang perlu terus menatar diri, memperbaiki jiwa kita agar kedamaian yang benar senantiasa menyenangi hati kita untuk singgah :)
Jika kamu memiliki pertanyaan yang serupa dengan sahabat ini, semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaanmu itu. :)
©Alizeti
Jadi saya baru buka video youtube, dari youtuber yang cukup dikenal terkait semua agama baik, dan kata dia biarkan orang memilih agama karena ingin mendapat damai (videonya udah dia share dari beberapa bulan lalu). Cuma saya jadi ingin re-share tulisan hasil diskusi saya sama abang terkait kenapa ada yang menemukan kedamaian selain pada islam tentu diskusi ini bukan berdasarkan opini melainkan berdasarkan basic abang yang menekuni ushuludin (ilmu aqidah). Semoga bermanfaat untuk yang belum membacanya :)
Then I realise how terible I'm at writing a condolences
Memangnya Kenapa Kalau Kita Introver?
Bersifat memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengungkapkannya kepada orang lain. Demikian arti introver dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berdasarkan arti tersebut, bisa kita katakan bahwa introver adalah suatu sifat yang mana ia menjadi watak atau ciri khas yang melekat pada seseorang.
Jika para ahli membagi sifat manusia menjadi tiga: introver, ekstrover, dan ambivert, maka masing-masing memiliki kekhasan yang berbeda-beda. Kita bahas introver saja, ya.
Roni Kurniawan Pratama, seorang peneliti pendidikan literasi, menulis di situs basabasi.co mengenai kehidupan Hans Bague (H.B.) Jassin. Kita yang gemar pada sastra tentu tidak asing dengan H.B. Jassin. Beliau merupakan tokoh legenda di ranah kesusastraan Indonesia. Beliau terkenal karena ketekunan dalam mengumpulkan karya-karya sastrawan Indonesia pada masanya. Berkat itu, dokumen sastra Indonesia (novel, cerpen, puisi, dan esai kritik sastra), banyak terdokumentasi dengan baik. Dan semua itu terabadikan dalam Pusat Dokumentasi H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Apa yang menarik dari H.B. Jassin? Menurut Roni, Jassin pernah menyatakan di hadapan publik bahwa proses kreatifnya dan minatnya yang kuat pada sastra karena dipengaruhi oleh kehidupannya semasa kecil. Jassin adalah seorang anak dari Ayah yang memiliki watak yang keras dan disiplin yang kuat. Jassin dididik dengan cara âotoriterâ, sehingga ruang lingkup permainannya hanya sampai selasar rumah. âKarena itu,â tulis Roni, âberdampak pada perkembangan psikologi Jassin beberapa tahun kemudian: kerap meletup-letup tanda menyeruak daya kreativitasnya dalam menulis.â
Kekuatannya dalam menulis berbanding terbalik dalam kemampuan berbicara, terutama di depan orang banyak. Ia tampak layu ketika dipaksa untuk menyatakan pendapatnya secara verbal. Tentu saja ini salah satu ciri dari seorang yang introver. Apakah itu membuatnya jatuh? Tidak. Sama sekali tidak. Justru itu membuat dirinya menonjol sebagai orang yang cerdas dan kritis. Meskipun itu dilakukan pada media tulisan.
Apakah banyak yang mencemooh H.B. Jassin? Pasti dan jumlahnya banyak. Apalagi saat Jassin banyak melakukan kritikan dan pembelaan pada karya-karya sastra dari sastrawan-sastrawan pendahulunya maupun yang seangkatan dengannya. Itu semua malah makin membuat namanya melesat.
Adalah hal yang biasa bagi orang yang hebat disebabkan oleh tantangan kehidupannya di masa lalu. Bukankah kita selalu percaya kedewasaan tumbuh bersama dengan derita?
Selain itu, tidak selalu orang-orang yang tergolong ekstrover memiliki peluang lebih banyak untuk sukses dan diakui kemampuannya. Memangnya siapa di balik kesukseskan si ekstrover itu? Kita yakin ada orang-orang introver. Begitu pula siapakah di balik kematangan H.B. Jassin demi memajukan sastra Indonesia yang masih berusia muda itu? Pasti ada banyak orang-orang ekstrover, baik itu yang mengkritisinya atau pun yang mendorongnya dari berbagai arah.
Akhir kata, kalau pun kita hanya bisa mengungkapkan perasaan dan pikiran kita lewat tulisan (puisi atau cerita), memangnya kenapa?
Assalamualaikum.. Ternyata memang benar, kehidupan yang nyata dimulai setelah tali toga kita berpindah. Saya kerap kehilangan arah sebab Pekerjaan yang sukar saya dapatkan. Ingin sekali memulai bisnis sendiri, tetapi terhalang modal. Ingin meminta bantuan orang tua, saya malu sebab sudah cukup merepotkan orang tua. Saya semakin kehilangan arah ketika melihat teman seperjuangan telah berhasil meniti karir, sedangkan saya? Masih stuck di sini sini saja. Apa yang harus saya lakukan?
Waâalaykumussalam Wr Wb.
Saya tidak berharap jawaban singkat dan sederhana ini bisa menjawab masalah Anda dan para pembaca sekalian, tapi saya coba berikan apa yang saya miliki.
1. Saya tidak tahu apa yang saya mau dalam hidup
Jika kamu belum menetapkan apa tujuan hidup kamu (yang spesifik, operasionalisasi dari âberibadah kepada Allahâ versi kamu), maka advice saya adalah ambil jalan apapun yang terdekat, lalu berikan dedikasi terbaik kamu di jalan itu sekalipun itu kurang menyenangkan.
Mungkin itu pekerjaan yang tidak kamu senangi, atau studi tingkat lanjut yang kamu tidak benar-benar menginginkannya, atau berjualan sesuatu yang kamu anggap âremeh temehâ dan mengganggu gengsimu.
Selama kamu belum tahu apa tujuan hidup kamu, saran saya, fokuskan waktu dan energi untuk membangun suatu keahilan dalam bidang apapun, dan berusahalah untuk berkomitmen hingga kamu dianggap sebagai seseorang yang dapat dipercaya dalam bidang tersebut.
Sebab, mencla-mencle ketika kamu tidak tahu mau ke mana hanya akan membuang waktumu, hingga tahun-tahun berlalu dan kamu semakin merasa terpuruk nantinya.
Passion? Oh, kamu akan menemukannya dalam perjalanan, percayalah. Yang jelas, untuk menemukan passion, perjalanan kamu harus menuju ke suatu arah, tidak bisa ke sembarang arah.
2. Saya tidak punya kesempatan
Jika kamu sudah tahu ingin menjadi orang seperti apa, namun kamu merasa bahwa kamu tidak mendapatkan kesempatan, maka mari kita pikirkan bagaimana kamu bisa bertemu dengan sang kesempatan.
Dengan pengalaman dan kompetensi yang tidak seberapa, jangan berharap ada entitas mau repot-repot mencari kita menawarkan kesempatan, sekalipun kita pernah dianggap jago oleh sejumlah orang.
Cari orang-orang yang ada di jalan yang kamu inginkan, perkenalkan diri, bangun jejaring, bertanyalah dan belajarlah kepada mereka.
Misalnya, jika kamu ingin bekerja di sebuah perusahaan, kamu bisa mulai dari LinkedIn. Rapikan profil kamu, cari orang-orang yang bekerja di perusahaan tujuan, connect dengan menyampaikan siapa diri kamu, kenapa kamu ingin berjejaring dengan mereka (banyak orang klik connect begitu saja tanpa intro, tentu saja ini tidak begitu berfaidah. Sebagian besar profesional akan menolak permintaa connect seperti itu. Kalau pun permintaan kamu diterima, mereka tetap have no idea siapa kamu, jadi tetap tidak berfaidah).
Jika kamu mau berbisnis, maka ketahuilah, entrepreneur sejati tidak pernah mengalah pada alasan (iya, saya juga masih belajar dalam hal ini). Coba kamu baca buku bagus ini What I Wish I Knew When I Was 20. âBelinya gimana?â Kalau untuk mendapatkan buku ini saja kita have no idea bagaimana, boi, perjalanan kita menjadi entrepreneur benar-benar dimulai dari 0.
3. Saya tidak sehebat dan seberuntung teman-teman lain
Kalau kamu benar-benar ingin mengubah hidupmu, saran saya, hentikan sejenak konsumsi media sosial yang membuat kamu (sadar ataupun tidak, sengaja ataupun tidak) membandingkan kehidupan dirimu dengan kehidupan orang lain.
Masuklah ke gua rahasiamu, buat blue print proyek kebangkitan dirimu, rancang dan eksekusi action plan setahap demi setahap. Jangan terlalu peduli lagi dengan kehidupan orang lain, sebab tidak ada hal yang berubah dalam hidupmu ketika kamu melakukannya.
Bukan, kita tidak sedang membicarakan kepedulian sosial: tolong-menolong, membantu saudara yang sedang kesulitan sebelum ia memintanya. Saya cukup yakin jika ada situasi di mana ada teman atau orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan, informasi itu akan sampai pada kita meskipun kita tidak scrolling Instagram di hari itu.
Kita sedang membicarakan kondisi hyperfocus. Ketika segala perhatian, pengetahuan, hingga detik yang kita miliki difokuskan untuk menciptakan suatu nilai tambah, maka hasilnya akan mengejutkan dan bisa dicapai dalam waktu yang tidak lama. âTau-tau jadi.â (Jadi teringat film âBig Hero 6âł dan âIron Manâ pertama. Adegan favorit saya: Hiro dan Tony masuk ke dalam mode hyperfocus, hingga lahirlah karya monumental mereka, Microbots dan Mark I).
Semoga ada manfaatnya. Semangat!
Materi Halal Class*
Bismillah..
Assalaamuâalaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Mohon maaf setelah sekian lama ga update materi Halal Class lagi.. Berikut link video materi Halal Class angkatan 1 dan angkatan 2, beserta link download materinya.. semoga bermanfaat ya :)
1. Kaidah Fiqih Halal-Haram Makanan
Link video 1
Link video 2
Link download materi
My notes
2. Pencemaran Berbagai Produk Turunan Babi pada Makanan, Minuman, Obat, dan Kosmetika
Link video 1
Link video 2
Link download materi
3. Hikmah di Balik Pengharaman Bangkai, Darah, dan Daging Babi
Link video 1
Link video 2
Link download materi
4. Waspadai Pencemaran Khamr pada Berbagai Produk Makanan, Minuman, dan Obat
Link video 1
Link video 2
Link download materi
5. Awas, 11 Potensi Pencemaran Daging Haram di Sekitar Kita
Link video 1
Link video 2
Link download materi
6. Titik Kritis Bahan Haram pada Kosmetika dan Produk - Produk Kecantikan
Link video 1
Link download materi
7. Titik Kritis Bahan Haram pada Obat dan Sediaan Farmasi
Link video 1
Link download materi
8. Penggunaan Alat-Alat Canggih untuk Mendeteksi Kandungan Babi pada Makanan
Link video 1
Link video 2
Link download materi
9. Aneka Hoax Halal-Haram Makanan dan Kesehatan di Media Sosial
Link video 1
Link video 2
Link download materi
10. Haram Lighairihi: Bisa Lebih Kejam Hukumannya dari pada Haram Babi
Link video 1
Link video 2
Link download materi
11. Penyembelihan Hewan secara Syari'at Islam
Link video 1
Link video 2
Link download materi
12. Awas, Vaksin Mengandung Babi: antara Hoax dan Fakta
Link video 1
Link download materi
13. Prosedur dan Manfaat Sertifikasi Halal Produk Makanan, Minuman, Obat, dan Kosmetika
Link video 1
Link video 2
14. Syari'at Ibadah Qurban dalam Perspektif Ilmiah dan Syar'iyyah
Link video 1
Link video 2
Link download materi
My Notes
15. Strategi Jitu Memilih Makanan Halal di Luar Negeri
Link video 1
Link video 2
Link download materi
Semangat sama-sama belajar semuanyaa! ;)
*Halal Class adalah program kajian rutin mingguan gratis yang membahas seputar halal-haram makanan, minuman, obat, dan kosmetika dengan narasumber para ahli dari Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM
Terima kasih @annisafithria sudah berbagi informasi yang bermanfaat ini. :D