" Terimakasih untuk waktumu yang singkat, Perdulimu yang sesaat dan Perasaanku yang sepenuhnya terikat."
--------RA-------
No title available

Kaledo Art

shark vs the universe
wallacepolsom

No title available
noise dept.

#extradirty

祝日 / Permanent Vacation
trying on a metaphor
AnasAbdin

No title available
One Nice Bug Per Day

titsay
TVSTRANGERTHINGS
No title available
Stranger Things
taylor price
Game of Thrones Daily
Three Goblin Art
Claire Keane

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from India
seen from Brazil

seen from United States

seen from India
seen from United States

seen from Philippines

seen from Germany
seen from Colombia

seen from India
seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from Germany
@hernawatiph
" Terimakasih untuk waktumu yang singkat, Perdulimu yang sesaat dan Perasaanku yang sepenuhnya terikat."
--------RA-------
Memberi Kenyamanan Lalu Pergi tanpa Pamit
Ini tentang perjuangan untuk pembuktian bahwa anakmu bisa 🙂 Kini ku Beri sedikit rindu yang tak dapat hadir mendampingi... Ku percaya do'anya selalu tersirat untuk putra dan putrinya... Trimakasih sudah dengan sabar dan mendidik anakmu ini ❤️ trimakasih sudah menjadi orang tua terbaik sepanjang masa hidupku...trimakasih sudah menjadi alasan pertamaku untuk tetap ingin berjuang...
Bagaimana aku akan melupa hari bahagiamu…
Tepat 14 Maret 2004 Saputra Andika Marliansyah lahir kedunia… hari dimana aku menyambut kehadiran BosKecilku yang dinantikan banyak orang… menyayangi tanpa henti, memberi kasih dan sayang seutuhnya untukmu… 14 Maret 2022 raih semua apa yang kamu cita-citakan… perjalananmu masih panjang untuk itu semua… namun percayaku kamu mampu menaklukan semua rintangan yang ada.
Selamat bertambah umur untuk BosKecilku 18th…
Tak kutemukan titik terang…
Memang benar adanya aku sesederhana ini dalam bersikap… berusaha merubah diri karena dunia menginginkan, sakit dan gelisah sudah terlewatkan dalam hidup, hanya karna mewujudkan bisingnya keinginan dunia… Tanyaku “lantas jika sudah terwujud apakah dunia akan bertepuk tangan?” Ternyata tidak…. Dunia bahkan tidak akan menyanjung keahlianku… tidak akan menyanjung perubahanku… lucu sekali bukan? Hanya saja aku tidak ingin menertawakan juangku… juang yang sudah terkorbankan bertahun-tahun… kini akan ku ambil pelajarannya lalu menjadi diri sendiri seperti dulu… tanpa merasakan rasa sakit dan penuh kegelisahan…
Ibu.. Ayah
Obrolan yang singkat hari ini… Ibu dan Ayah menanyakan yang sebenarnya Ibu dan Ayah sudah tahu jawabnnya… namun Ibu dan Ayah sedikit ingin mendengar langsung jawaban itu keluar dari mulut putrinya…
Ayah : Sayang… kamu pasti sudah tahu Ayah suka minum kopi disetiap paginya, kamu juga tahu teman kopinya Ayah adalah roti… suatu saat nanti jika Putrinya Ayah udah kerja, apakah bisa memberi sedikit hal kecil itu untuk Ayah?
Ibu : Naa… Naa pasti sudah tahu keinginan Ibu apa, apakah Naa bisa memberi itu untuk ibu?
Jawabanku sederhana “Ibu.. Ayah.. sedari kecil sampai sekarang Ibu dan Ayah selalu memberi apa yang Naa inginkan, lantas apakah ada alasan Naa tidak bisa memberikan apa yang Ibu dan Ayah inginkan? Naa rasa Ibu dan Ayah sudah tahu jawabannya… Bahagia Dunia Akhirat Naa adalah melihat Ibu dan Ayah Bahagia”
Ibu : Suarumu kenapa Naa? Seperti menahan tangis… apa ada yang salah dari kata-kata Ibu dan Ayah?
“Tidak Bu… sekarang Naa tersadar, semulia itu Ibu dan Ayah yang tak bisa Naa balas dengan apapun, Naa bingung harus memberi apa untuk Ibu dan Ayah....
Ibu : Naa… dengar Ibu… menangislah sayang, Ibu tahu sudah terlalu lama Naa menahan tangisan itu… ternyata Naa anak ibu yang masih menyimpan rasa malu untuk meneteskan air mata… sekarang menangislah sayang… Ibu dan Ayah akan mendengarkan tangisan Naa untuk yang pertama kalinyaa… tapi Ibu dan Ayah minta maaf tidak bisa memeluk Naa…
Singkat ku menjawab “Ibu… Ayah… Naa Rindu… Peluk Naa sebentar saja”
terakhir hanya suara Ibu yang membuat hati tenang, dan suara tangis Ayah yang membuat Naa tak bisa menahan tangis itu :(
Saputra Andika Marliansyah ❤ ...
Kamu pasti tahu serindu apa kakakmu ini dengan adik kesayangannya...
Usiamu sudah 17 tahun...
Kakak berharap kamu tidak akan pernah risih dengan cara posesifku untuk tumbuh kembangmu...
Selalu menanyakan hal yang kecil untuk berkabar denganmu...
Mengingatkan hal yang terpenting untuk masa depanmu...
Melarang untuk tidak terjadi hal yang buruk padamu...
Mendo’akan untuk harapan dan cita-citamu...
Hanya itu yang bisa kakak lakukan saat ini...
Maaf jika banyak salah dari kakak ❤
Semenjak jarak dan waktu berani memisahkan kita, saat itu juga aku membenci keduanya... Awal perpisahan itu sangat menyakitkan bukan? Namun aku melihat Ibu dan Ayah sangat tegar... Ibu dan Ayah dengan tenang mengatakan “Sebentar saja sayang, kamu harus belajar hidup tanpa Ibu dan Ayah”…. itu selalu teringat ketika aku Merindu, namun tak bisa ku ucapkan... masih teringat sekali dalam angan ketika Ibu dan Ayah Berbalik arah sejenak… aku tahu Ibu dan Ayah meneteskan air mata... Lantas haruskah aku meneteskan air mata ketika aku berpisah dengan Ibu dan Ayah untuk cita-citaku dan harapan Ibu dan Ayah? Jawabannya “Tidak pantas”.. Bukan akutak punya hati, bukan itu... namun ada satu hal yang membuatku merasa berani melangkah dan menerobos apa saja yang ada di depan, yaitu harapan Ibu dan Ayah perihal masa depan Putri Kecilnya...
Untuk Ibu dan Ayah…
Tak banyak kata yang ku ucapkan ketika berhadapan langsung denganmu
Tak banyak senyuman yang kuberi untuk menenangkan hatimu
Tak banyak perduliku yang membuatmu merasa nyaman
Namun banyak hal yang membuatku merasa semua itu akan ada saatnya kuberikan, saat Ibu dan Ayah menunngu “Sarjanaku”... saat itu juga aku merasa akan pantas disebut Putri Ibu dan Ayah ketika “Sarjanaku” berhasil kuberikan untuk Ibu dan ayah...
Ibu Ayah…
Sekarang bolehkah putri kecilmu Rindu?
Rindu dengan suasana hangat pelukmu…
Rindu dengan semua hal yang pernah Ibu dan Ayah ukir di Hati, sampai aku bisa menjadi kuat sampai sekarang ini…
Egoiskah aku tak berani mengucap “Rindu” dihadapan Ibu dan Ayah?
Jika Egois… putri kecilmu dengan rasa bersalah meminta maaf :(
Maafkan jika putri kecilmu belum mempunyai nyali besar perihal “ Mengatakan Rindu”
Terimakasih sudah menjadi Orang Terbaik… Aku bersyukur terlahir kedunia ini menjadi Putri Ibu dan Ayah
Percayalah dengan takdir-Nya…
Jika berjodoh… Kita akan dipertemukan di tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya...
-----------
Tak perlu menyalahkan diri sendiri
Ini karena terlalu cepat untuk saling terbuka
Terlalu cepat mengambil langkah yang menurut kita lebih aman
Namun sebenarnya langkah itu membuat kita lupa akan takdir-Nya
Takdir-Nya begitu indah bukan? Sangat indah…
Hanya saja kita belum bisa menyadari itu...
-----------
Aku membebaskan untukmu memilih orang lain
Bukan karena aku sudah tak perduli
Bukan karena aku tak mau berjuang
Bukan karena aku sudah tak ada rasa
Bukan karena aku sudah melupa
Bukan itu... Namun... aku tak ingin kamu menungguku terlalu lama
Sebab... Menunggu bukan hal yang mudah
Menunggu bukan hal yang harus dipermainkan
Menunggu melibatkan Hati dan Waktu
---------
Hanya tak ingin Hatimu patah.. karena berharap dengan aku yang belum pasti menjadi pendamping hidupmu..
Tak ingin Waktumu habis.. karena menungguku terlalu lama
Pesanku: ---Berbahagialah Meski Bukan Besamaku---
Terimakasih sudah menjaga hatiku untuk waktu yang begitu lama