Mau mulai nulis lagi. Demi masa depan yang waras.
Monterey Bay Aquarium
Keni

if i look back, i am lost

JVL
hello vonnie
Peter Solarz
𩵠avery cochrane š©µ

Andulka
Aqua Utopiaļ½ęµ·ć®åŗć§čØę¶ćē“”ć
NASA

ā
KIROKAZE
DEAR READER
untitled

blake kathryn
art blog(derogatory)
sheepfilms

ā
Stranger Things
Cosmic Funnies

seen from Venezuela
seen from South Africa
seen from United States
seen from Tunisia

seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Costa Rica
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@heyimtebe
Mau mulai nulis lagi. Demi masa depan yang waras.
KALA ITU
Kala itu mentari selalu menghangatkan. Disaat malam yang ku lewati terlalu dingin. Kicauan burung yang datang selalu menenangkan. Membuka mata yang lelah semalaman, Melawan arus angin. Kala itu senyummu selalu mencerahkan. Walau cuaca mendung dan turun hujan. Tetap bisa membawa langkah menuju tujuan. Walau genangan bisa menghanyutkan. Kala itu, Aku percaya bahwa kita akan selalu bersama. Walau dinginnya malam dan derasnya hujan menerpa. Genggaman tangan kita 'kan mengalahkan semua itu. Berdua kita 'kan lewati segala cobaan dan godaan. Kala itu.
Sapa Membuka Luka
Seharusnya Yang lalu tak bisa lagi menyakiti Seharusnya Yang lalu tak ada lagi setelah luka terobati Seharusnya Yang lalu telah jauh tertinggal dari langkah saat ini Tapi Realita tak mau mengerti Luka itu terbuka kembali Sakit itu terasa lagi Membuat langkah terhenti Karena dia tersenyum dan menyapa lagi
Semu Masa Lalu
Terbangun ragaku. Namun tertinggal jiwaku. Terpaku tawaku. Lalu tersita waktuku. Dijamu dengan semu. Dibelai oleh memori masa lalu. Senandung yang sudah tak merdu. Mengingatkan luka waktu itu. Dan meninggalkan tanya, satu per satu.
Repetitif
āApa yang aku cari? Kemana harus kucari? Selama perjalanan ini, ku coba untuk mengerti. Apa yang aku inginkan? Kemana, agar kudapatkan? Selama perjalanan ini, ku coba untuk memahami. Berulang kupikirkan. Beberapa kesempatan pernah aku lewatkan. Selama perjalanan ini, ku coba untuk bertahan. Waktu takkan terulang, aku tahu itu. Mungkin, kegagalan-kegagalan yang aku alami, sekarang mereka bersulang. Menertawakanku yang masih terikat bayang-bayang. Dibalik ini, semua adalah pelajaran. Semua adalah pengalaman. Kuyakin, di depan terdapat semua jawaban. Tetapi, entah kapan. Yang pasti ku harus tetap berjalan. Meneguhkan keyakinan.ā Sungguh, terasa repetitif. Aku muak merasakan ini lagi.
Lengang
Hari ini, Ternyata ada yang kurang. Hari ini, Ada yang tak terulang. Tak seperti kemarin, Ada yang mengisi ruang. Besok, Kuharap, Rindu ini ākan tertuang.
Elusi
Hujan dan atmosfer malam di tengah kota adalah serasi. Kombinasi suara yang terdengar mengalihkan atensi. Selain petrikor yang membuat adiksi. Menyamarkan sebuah delusi.
Rindu Sewindu
Sudah lama tak bertamu. Sudah lama tak bertemu. Sudah sewindu, aku merindu.
RINDU
ā£Tatapan matanya, dia rindu.⣠Mendengar tawanya, dia tersipu.⣠Dengan candanya, dia tertipu.⣠Oleh gerak-geriknya, dia dirayu.⣠⣠Terbuai dengan semua itu, dia tak sadar telah masuk terlalu.⣠Pantas saja dia tak mau saat mentari akan berlalu.⣠Sudah pasti dia akan menggerutu, meminta secepatnya malam itu berlalu.⣠⣠āJangan terburu-buruā, ujarku.⣠āJangan terlalu cepat selalu ingin bertemu. Biarlah jarak memisahkan kalian sementara waktu, agar kau tahu betapa berartinya sebuah rinduā.⣠⣠Dia kembali duduk berpangku.⣠Menunggu malam berlalu.⣠Berpangku dan menunggu.⣠Enggan beranjak dari tempatnya itu.⣠⣠Perlahan kedua matanya layu, perlahan dia rebahkan raganya yang lelah menunggu. Dan dia berbisik di telingaku, āAku sudah tak sabar ingin kembali bertemuā, ujarnya yang sedang dimabuk rindu.
SAMAR
Dengan apa yang telah aku jalani, pantaskah aku mendapatkan semua ini?
Beberapa bulan terakhir, hati dan pikiran ini sedang bimbang. Memunculkan perasaan yang tak seimbang. Mencoba mencari jalan, untuk kembali ke jalur yang seharusnya. Tetapi masih terjebak di sini. Entah karena betah, atau karena sudah tak tahu arah. Setiap langkah yang kuambil Sepertinya adalah kesalahan Karena seketika jantungku berdetak labil.
Aku ragu untuk memutuskan. Sulit untuk berpikir dalam keputusasaan. Mana yang sebenarnya salah? Realita yang ada hanya menggiring langkah menjauh. Menjauh dari kenyamanan. Atau, mungkinkah itu menjauhkanku dari ketidaknyamanan? Agar aku bisa hidup kembali seperti dulu, sebelum ini terjadi.
Aku ragu untuk memutuskan. Aku sama sekali tidak melihat titik terang di sini. Logika dan pikiranku terkunci dalam ruang yang luas Namun kosong dan gelap.
Sabar, katanya.
Entah sampai kapan aku bisa bersabar memikul beban ini. Berat untuk melangkah, beban ini membuatku berat untuk melangkah setiap harinya. Rasanya hanya ingin bersandar saja. Berhenti untuk mencari jalan semula. Lalu menikmati setiap detik yang tersisa. Dikelilingi ragu dan sepi. Hingga hampa dan mati.
ā£
- Tersurut Pikiran -ā£
ā£
Senja tepi lautā£ā£
Untuk hati yang kalut marutā£ā£
Angin dan ombak saling menyahutā£ā£
Merayu pasang agar tak surutā£ā£
Tenggelamā£ā£
Tenggelam perlahanā£ā£
Tenggelam dalam pikiranā£ā£
Tenggelam dalam ingatan
Tenggelam dalam kenanganā£ā£
ā£ā£
- 16 September 2019 -ā£ā£
ā£ā£
- ā£ā£TERHISAP PEKAT -
Terpisah sekat, warna tiada tepat.ā£ā£
Terhisap pekat, cahaya tiada tempat.ā£ā£
Terasa pelik, rasa ini tercekik.ā£ā£
Tertekan, tertelan oleh harapan.ā£ā£
Sebanyak apapun alasan,ā£ā£
Semua hanya khayalan.ā£ā£
Terhempas dan terlepas.ā£ā£
Tanpa bisa bernapas.ā£ā£
Ragu merayu raga untuk lepas.ā£ā£
Untuk berhenti berjuang.ā£ā£
Untuk berhenti melangkah.ā£ā£
Namun hati tak ingin mengulang.ā£ā£
Menyerah dalam lelah, tanpa arah.ā£ā£
ā£ā£
- 6 Mei 2019 -
Tertulis dalam se(j)arah, kita pernah searah.
#HurufDalamKurung
Konsentrasistensi
It's not even a word! . . Hanya saja, tadi kata itu terpikir saat jalan pulang menuju rumah. . . Saat itu juga teringat kegiatan-kegiatanku dulu, yang rutin aku jalani. Salah satunya adalah saat aku rutin berolahraga bola voli. Sayangnya, itu cuma bertahan beberapa tahun saja. Aku kenal olahraga ini sejak kecil. Mulai turun ke lapangan saat SMA. Lalu saat lulus SMA, dan kuliah di Jakarta, sempat berhenti beberapa tahun. Lalu bertemu lagi dengan olahraga tersebut, berlatih selama beberapa tahun, lalu berhenti. . . Konsentrasi dan konsisten memang dibutuhkan dalam setiap kegiatan. Baik yang berhubungan dengan nafkah, maupun hobi-hobi yang kita suka. Saat salah satu hilang, kegiatan kita takkan maksimal. Bahkan bisa jadi gagal. Bagi sebagian orang, dua hal tersebut mudah dijalani. Bagi sebagian lagi, tidak. Seperti yang pernah aku alami. Aku termasuk kedalam golongan yang gagal mempertahankan konsentrasi dan konsistensi pada suatu pekerjaan. Hal-hal lain juga bisa mengganggu dua hal tersebut sehingga kita kehilangan keseimbangan dalam melakukannya. . . Menurutku, konsentrasi dan konsistensi adalah dua hal yang penting saat kita ingin fokus dan berhasil dalam pekerjaan yang kita lakukan. . . #30HBC1817 #30HariBercerita @30haribercerita
Dunia ini memang tak selalu mendukung penuh, beberapa cita-cita yang ingin kita rengkuh. Bagi sebagian orang, mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh dunia Bagi sebagian orang, mereka menerima saja jalan hidup yang sedang mereka jalani. Bagi sebagian orang, mereka ingin mendapatkan lebih dari apa yang telah ditakar oleh kehidupan. . . Masing-masing mempunyai caranya sendiri untuk menghadapi dunia. Ada yang tidak menerima, dan akhirnya iri dengan keberhasilan orang lain. Lalu mencari-cari alasan dengan maksud membela dirinya sendiri yang tidak bisa menerima. Ada yang menerima keadaannya sendiri, ia tidak meminta lebih dari kehidupan, tidak meringkih disaat kekurangan. Ia hidup dengan tenang diantara nikmat yang telah diberikan. Ada yang ingin mendapatkan lebih, apakah termasuk serakah atau seorang dengan semangat pekerja keras? Akhirnya, tujuannya lah yang menentukan kapan ia harus berhenti, atau tidak. . . Terkadang, dunia memang tak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Bagaimana sikap kita selanjutnya adalah hal yang akan menentukan. . . #30HBC1815 #30HariBercerita @30haribercerita
"Iya" dan "Tidak"
Dari awal aku menulis dalam #30HariBercerita, aku tidak bermaksud menggurui, tidak bermaksud mengajarkan, tidak bermaksud seolah-olah aku adalah manusia bijak. Tulisan-tulisanku hanya ungkapan hati dan pikiran dari apa yang bisa, pernah, dan sedang aku rasakan. Dan juga tentang harapan-harapan yang semoga bisa aku wujudkan. . . Malam ini, aku akan bercerita sedikit tentang dua kata. "Iya" dan Tidak". . . Seringkali saat kita mengambil suatu keputusan, akan berkutat dengan "Iya" dan Tidak". "Iya" dan Tidak", adalah sebuah jawaban singkat. Tetapi, kata tersebut bisa memberikan efek yang panjang. Sebagian orang menyesal karena menjawab "Iya" terlalu cepat. Sebagian orang menyesal karena menjawab "Tidak" terlalu cepat. Sebagian orang menyesal tidak menjawab "Iya". Sebagian lagi menyesal menjawab "Tidak". Hal yang terlalu cepat, bukan berarti adalah hal yang baik. Dan hal yang terlambat bukan berarti tidak baik. . . 30HBC1814 #30HariBercerita @30haribercerita
Ceritamu akan panjang, dan berbeda dengan ceritaku. Ambillah jalan terang, agar tidak tersesat sepertiku. . . #30HBC1813 #30HariBercerita @30haribercerita