Suatu hari kakakku datang masuk ke kamarku, “Katanya tahun ini akan kiamat”, ujarnya dengan tampang takut. Aku hanya memandangnya dengan bingung sambil mengernyitkan alis. “Kamu tahu darimana tahun ini kiamat?”, tanyaku geli sambil tertawa tertahan. “hush, kamu ini jangan ketawa, astagfirullah, gimana kalau kiamat tahun ini beneran kejadian, kamu gak takut?, ujar kakakku sambil mendekap dada dengan kedua tangannya, “iya aku takut, tapi kamu tahu darimana?”, tanyaku lagi sambil berusaha menahan senyum. “aku dengar dari ceramah haji Tata tadi di radio, katanya akan ada hujan meteor tahun ini, seluruh kehidupan bumi akan musnah, Remi aku takut. Sering-seringlah solat.”, raut wajahnya murung sambil memandang udara dengan cemas. Lalu, dia menghela nafas pelan dan berjalan masuk ke kamar mandi, mengambil wudhu bersiap untuk solat ashar.
Aku masih memandang lama kearah lorong kemana kakakku pergi mengambil wudhu, menggigit bibir bawahku dengan pelan. Berfikir siapakah haji Tata yang dia sebut tadi? Orang jahat manakah yang membuat kakakku begitu ketakutan? Dan orang seperti apakah yang berani bilang kiamat akan terjadi tahun ini?. Penceramah adalah orang yang paling jarang aku kagumi, bukan karena aku tidak suka diceramahi dan merasa paling benar, bukan. Tapi, kebanyakan karena adanya aura kesombongan dalam diri mereka yang banyak aku rasakan ketika mereka berbicara. entah hanya aku atau semua orang merasakannya, yang pasti aku tidak suka banyak penceramah, hanya beberapa saja yang aku dengarkan, selebihnya sampah.
Aku bukanlah orang yang ilmu agamanya kuat, aku juga jarang solat, mungkin beberapa orang akan bilang aku ini orang yang sombong, atau sampah, sama halnya seperti aku bilang kebanyakan penceramah itu sampah. Tapi, dari banyaknya ilmu agama yang aku baca, hanya tuhan yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Seperti apa kondisinya, apa penyebabnya, siapa yang mati, dan hancurnya bagaimana. Bukan Haji Tata, atau pa Muchsin atau mama Dewi, atau habib habib yang sering muncul di TV. Oke, mereka punya hak untuk memberikan kita ceramah perbaikan diri ataupun tips mengumpulkan bekal untuk kehidupan bumi dan akhirat, karena kita tahu tak semua manusia suka membaca, tapi yang pasti bukan ramalan kapan dajjal muncul, kapan matahari terbit dari barat, kapan kiamat terjadi ataupun jenis-jenis ramalan ramalan lainnya. Karena ramalan yang membuat ketakutan publik itu tidak baik. Oke, ketakutan itu memang perlu untuk menambah iman kepada tuhan, tetapi haruskah seseorang merasa takut dengan ancaman palsu? Apalagi semua itu masih rumor, katanya sih begitu, kemungkinannya kita ambil dari surat quran, kita ambil dari hadis rasul, tidak, jangan ,tolong.
Satu bulan dari kejadian itu, kakakku masih terus membicarakan hal yang sama, “tahun ini kiamat akan terjadi”, terus diulang-ulang sampai ketakutan mencekam otak dan hatinya yang paling dalam. Hingga setiap hari ia hanya ingin beribadah kepada tuhan, hingga bisikan-bisikan terus masuk kedalam otaknya, hingga ketakutan masuk ke dalam hatinya, hingga kehidupan dunia ini sudah tak berarti, hingga pada keluarganya tak lagi ia peduli.
Aku tak lagi tertawa, atau tersenyum. Demi tuhan, aku harap kakakku tak sebodoh itu, dan demi tuhan, tolong perbaikilah ucapan yang terlanjur tersebar dari mulut seorang Haji Tata.