It's ironic how we say people change only when they change for the worse. Yet we never seem to accept that they can change when they change for the better.
A.F. Wrighter
we're not kids anymore.

No title available
TVSTRANGERTHINGS
taylor price
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Today's Document
i don't do bad sauce passes
d e v o n
Cosmic Funnies
$LAYYYTER

★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Love Begins
One Nice Bug Per Day

No title available
AnasAbdin

shark vs the universe

Product Placement
Monterey Bay Aquarium
Claire Keane
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from Malaysia
seen from Portugal

seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Philippines

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from T1
seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
@hujandanteduh
It's ironic how we say people change only when they change for the worse. Yet we never seem to accept that they can change when they change for the better.
A.F. Wrighter
“She picked up the pieces of her life and created something beautiful. From that day forth she shone like the sun and changed the definition of broken.”
— Randall M. Core
Bab kali ini tampaknya berjudul " Serpihan kehilangan"
Dua manusia yg sempat kucintai seberat dunia pada bab ini.
Perempuan yg sempat menyelamatkan ku di saat aku memilih ingin mengakhiri hidupku dengan tragis malam itu, nyatanya ialah pembunuhnya.
Pundak gagah yg sempat memberikan warna, kehangatan, rumah untuk pulang yg ku cari selama ini, yang seakan tak ingin melihatku tergores sedikitpun oleh penjahat dunia
Nyatanya, ialah yang membuat luka itu paling dalam hingga hampir saja membuatku gila.
Terlepas dari kemarin
sadarku, bahwa yang menemani mu dengan tulus tanpa menuntut dan melihat kurangmu, tidak akan menjamin mereka melihatnya sebesar apapun itu. Karna, bukan kita jawabannya.
Dan faktanya karna kita adalah sebuah mug dengan ukuran yg berbeda.
“I’m stronger because I had to be. I’m smarter because of my mistakes. I’m happier because I’ve overcome the sadness I have known and I’m wiser because I’ve learned from my life.”
— Unknown
“Whatever comes, let it come. What stays, let it stay. What goes, let it go.”
— Unknown
Aku kira setelah aku tidak lagi denganmu aku mampu menemukan bahagia dan tawaku sendiri, mampu menemukan cara sembuhku sendiri sepertimu.
Naasnya itu salah besar. hari hari setelah itu, semuanya hancur, hilang, derasnya tangisku makin sering ku jumpai tak kenal malam ataupun siang. Kini semakin sering oksigen ku habis ditelan derasnya air yang mengalir dari sudut mata.
Hangat peluk di dunia ini masih di ragamu, semua tertinggal di raga kecilmu tuan.
Sedikitnya seperti lirik lagu "mangu"
Ini adalah film yang akan selalu ku rewatch tapi tidak dengan endingnya. Bangga pernah bermain film denganya, bersyukur pernah mencatat sejarah yg begitu singkat. Sejauh apapun pandangmu pergi, indah matamu tetap tercatat jejak. Selamat melanjutkan langkah. kini tak lagi kau genggam tangan mungil dibelakangmu, ia telah kau lepas paksa di persimpangan jalan malam itu. Tak lagi terlihat jelas raga yg pernah kau dekap hangat itu tuan. Tak akan ku raih tangan mu, kan ku bantu wujudkan maumu. Tak akan ku biarkan kabar ku menghampiri mata bahkan kupingmu lagi.
-1724mdpl
Dan, selesai
Kata "sepihak" itu tidak benar adanya, maka akan kubantu mewujudkanya.
Mari ku bantu menutup buku ini, mari kubantu melepas tali sepatu ini sepertinya terlalu erat mengikatnya.
mari kubantu membuang semua sampah kerangka kertas cerita yang sudah terlanjur kau tulis.
Mari kubantu prepare pindah rumahnya,katamu sudah tak layak huni bukan?
Mari kubantu dorong motornya sampai ketemu bengkel,sudah terlalu jauh menempuh kiloanmeter.
Mari kubantu cari kasa dan perban, katamu sudah waktunya ganti, yang kemarin salah perban itu terlalu murah bukan untuk menutup lukamu?
Bergegaslah pergi, cari seseorang yang mampu mengobati luka yg kamu bilang menyakitkan itu hingga pulih. Iya benar firasatmu itu, jelas bukan aku.
Setelahnya, segeralah cari toko cat tembok yang bagus sehingga mampu membantu memberi warna yang indah di ruanganmu yg kini mulai pudar itu, iya ruang hati namanya.
Dan, peran pembantu ku disini selesai.
Replay |
Ini bukan kode, namun sedikit replay sebuah cerita singkat dari dua insan, karna singkatnya cerita " Museum " Terlalu luas untuk menyimpanya.
Singkatnya...
Hujan selalu bercerita tentang kala ku dekap detaknya kala ituu, tak bersuara tak berbalas sejauh mataku berkaca berpaling memeluk raga yang tak bersisa, dengarkan lah akuu rindu, tak bersuara tak berbalas memanggil namamu.
pikir ku Ini tenaga terakhir ku tuk jatuh cinta lagi, aku mencintainya di saat aku mulai bener bener tak percaya cintaa, namun naasnya aku yang membunuhnya dengan perlahan.
tepat di malam ini, di hari aku mengetahui bahwa ia sudah meminta cerita ini berakhir sejak dua hari yang lalu ( di hari sabtu)
aku menyusuri kota kelahirannya dan kota dimana kita dipertemukan di kota impian ku ini, aku menyusuri jalan yang pernah kita lewati ditengah malam dibawah gerimisnya hujan malam itu.
Dingin, menyakitkan, sesakk rasanya, seakan udara bandung tak lagi terasa sejuk, menycium aroma parfumnya yang lewat begitu ajaa membuat ku susah melanjutkan perjalanan malamm itu. Aku mencari ikhlas di kota itu, ku coba melewati jalan jalan dengan senyuman
Terkadang, untuk hidup yang rumit itu hanya butuh diam dan bertanya pada diri sendiri, sudah sejauh apa kita kehilangan arah hidup. Dari mulai sholat yang tak lagi nikmat dan terburu-buru, mata yang jarang menangis, dan hati yang keras. Lelah, ya. Jika ternyata semuanya harus diukur dengan dunia.
CINTA PERMANENT
Benar adanya, salah besar jika kita menggantungkan cinta dan bahagia pada manusia. Mungkin bisa jadi salah, jika Tuhan mempertemukanmu dengan yang tepat.
Ketika banyak pertanyaan dibenak, kenapa ini sakit banget Tuhan? Kenapa? Kenapa dan kenapa?
Entah harus gimana lagi mencari obat, tenang, dan jalan ikhlasnya, percayalah kalimat bahwa
" Tuhan tidak pernah tidur, dan Tuhan akan selalu bersedia memelukmu, menunggumu pulang dan mengadukan semua sakitmu, menyembuhkan lukamu seremeh apapun itu bahkan luka gores kecilpun, ia tak pernah marah jika kamu hanya menjadikanya rumah singgah"
Cintanya, tulusnya,tidak akan pernah pudar bahkan berubah sekecil apapun persentasenya.
Cintanya permanent.
Kuharap kau tak membacanya lagi, dan aku tak ingin batinmu terluka lebih dari ini, begitupun aku, semoga kebodohan ini akan berbuah pada keindahan, yang seharusnya kumiliki.
Jika kau berdoa agar aku untuk yang lain, tapi aku berdoa agar aku hanya untuk mu di waktu yang lain.
"Cinta yang Tak Sempat Menjadi"
Aku mencintaimu seperti hujan yang ragu-ragu jatuh di tanah yang haus, takut menjadi deras, takut menghilang terlalu cepat. Aku mencintaimu seperti senja yang selalu berakhir terlalu dini, memerah dalam keindahan, tapi tak pernah cukup lama untuk diabadikan.
Lima tahun aku berjalan dengan namamu di dadaku, mengucapkannya dalam doa yang tak pernah sampai, menyimpannya dalam diam yang hanya aku yang tahu. Aku menatapmu seperti seseorang yang menatap matahari—menyadari cahayanya menyilaukan, tapi tak pernah bisa benar-benar memilikinya.
Dan ketika akhirnya aku mengatakannya, bukan untuk meminta, hanya untuk melepaskan, aku melihat matamu berkaca. Aku mendengar suaramu bergetar. Aku merasakan sesuatu yang lebih menyakitkan dari kehilangan—sebuah kepastian bahwa kita memang tak pernah bisa memiliki satu sama lain.
Aku ingin bertanya, apakah kau merasakan yang sama? Tapi aku tahu, jawabannya tak akan mengubah apa pun. Cinta ini telah tumbuh, tapi tak pernah sempat berbunga. Cinta ini telah ada, tapi tak pernah sempat menjadi.
Kini aku berjalan tanpa arah, membawa sisa-sisa perasaan yang tak bisa mati, meski aku telah mencoba membunuhnya berkali-kali. Aku hidup dalam dunia yang masih berisi bayanganmu, suara yang tak lagi kupanggil, tawa yang tak lagi kudengar.
Dan jika suatu hari aku pergi sebelum sempat benar-benar melupakanmu, ingatlah—aku pernah mencintaimu dalam cara yang tak dimengerti dunia, dalam diam yang lebih bising dari teriakan, dalam kesetiaan yang tak pernah sempat diuji waktu.
Aku mencintaimu. Aku tetap mencintaimu. Aku hanya tak lagi berharap kau mendengarnya.
@gramabiru / fenelove
Aku menatapmu, bukan dengan mata yang mencari kekurangan, tetapi dengan hati yang mengenali keindahan. Dunia mungkin melihatmu berbeda, dengan batasan yang tak mereka pahami. Tapi bagiku, kau adalah kisah paling utuh yang pernah aku temui.
Aku mencintaimu bukan karena aku ingin menjadi penyelamat, bukan karena aku ingin disebut kuat. Aku mencintaimu karena aku melihatmu—bukan sebagai seseorang yang terbatas, tetapi sebagai jiwa yang penuh warna, penuh keteguhan, penuh makna.
Kita mungkin berjalan dengan cara yang berbeda, tetapi langkah kita tetap seirama. Aku tidak ingin mengasihanimu, karena kau tak butuh itu. Aku hanya ingin berada di sisimu, menemani setiap perjuanganmu, merayakan setiap kemenangan kecilmu, dan tetap menggenggammu ketika dunia terasa terlalu berat.
Jika cinta adalah tentang saling melengkapi, maka kita sudah sempurna. Bukan karena aku yang membantumu, atau kau yang bergantung padaku, tetapi karena kita saling menguatkan. Dalam gelap dan terang, dalam diam dan bising, dalam hari-hari yang sulit dan juga yang penuh tawa.
Mereka mungkin bertanya, "Mengapa?" Seolah cinta harus mengikuti aturan yang mereka buat. Tapi aku tak butuh jawaban untuk mencintaimu. Karena bagiku, kau adalah jawabannya.
—teruntukmu di vila penantian
06/02/25 Parahiyangan, 21.30