"Kapan Nikah? jangan kebanyakan milih deh."
begitulah katanya. Ternyata lebaran kali ini membuka mata ku, pada proses kehidupan pasca menikah teman-teman ku.
bagi mereka yang sudah menikah, terdengar begitu seru soalnya membicarakan putra putri mereka yang melewati masa pertumbuhan dadi hari ke hari, membicarakan adaptasi yang terjadi pra dan pasca menikah, obrolan sudah terasa limited dan berisi.
Lalu bagaimana dengan yang belum menikah? aku? Aku banyak diam dan membungkam bahasa ku, berbicara saat ditanya, dan secara sadar itu bukanlah diri ku. Aku banyak mendengarkan mereka serta menyaring informasi yang dikatakan dapat menjadi wawasan.
Hal lain lagi, menikah itu juga sesuai dengan circle dan lingkungan adaptasi.
Aku punya dua circle pertemanan yang berfaedah. Pertama, Circle yang isinya petarung (30++an, karyawan, self Bussines, dan workaholic, ngopi, nongkrong, ngegames) ini mungkin umum dan ini terasa zona nyaman. Kedua, circle yang isinya teman yang telah menikah dan membicarakan putra putri mereka tumbuh.
dari keduanya, aku termasuk manusia yang punya daya adaptasi bak bunglon. Di circle yang berisi petarung, aku badutnya. Lalu di circle satunya, aku listener nya. Satunya tempat santai satu lagi tempat berkembang.
Dan ternyata, MENIKAH itu hanya solusi untuk kehidupan yang kurang bergairah, ada dari mereka menikah tapi tetap merasa scary, ada lagi yang beralasan "semua akan dikorbankan demi anak istri" Alhamdulillah kalo Nemu istri penuh syukur, ada lagi yang menikah untuk berkembang hufft yang ini sering di bercandain di tongkrongan, lalu ada yang udah menyandang status janda dan duda.
Circle dan lingkungan itu penting, actually.
menikah?? ada sih niat tapi mungkin nggak dulu sekarang. Itu jawaban ku saat ditanya tentang kapan menikah?
sejatinya aku belum siap berbagi kehidupan, berbagi uang, berbagi pemikiran, berbagi kedudukan, berbagi solusi, dan yang utama berbagi tempat tidur.
Aku lebih senang sendirian, yah sampai saat ini.
Yah, selamat hari raya 1447 Hijriayah. Semoga kehidupan kalian aman sejahtera, ingat menikah itu harus siap. Lalu kapan siap itu terasa benar benar siap? saat sendiri masih jadi tempat ternyaman lalu tanpa sadar bertumbuh pelan pelan dengan seseorang yang tak pernah terdeteksi keberadaan nya.
Sepertiku saat ini. Hanya tumbuh dan tumbuh, yah semoga nanti berkembang dengan yang seindah-indahnya.
jangan cari yang setara, soalnya setara itu rumit, meski setara ditengah hidup bergelombang tetap saja tenggelam.