Kuharap kau tak membacanya lagi, dan aku tak ingin batinmu terluka lebih dari ini, begitupun aku, semoga kebodohan ini akan berbuah pada keindahan, yang seharusnya kumiliki.
Jika kau berdoa agar aku untuk yang lain, tapi aku berdoa agar aku hanya untuk mu di waktu yang lain.
"Cinta yang Tak Sempat Menjadi"
Aku mencintaimu seperti hujan yang ragu-ragu jatuh di tanah yang haus, takut menjadi deras, takut menghilang terlalu cepat. Aku mencintaimu seperti senja yang selalu berakhir terlalu dini, memerah dalam keindahan, tapi tak pernah cukup lama untuk diabadikan.
Lima tahun aku berjalan dengan namamu di dadaku, mengucapkannya dalam doa yang tak pernah sampai, menyimpannya dalam diam yang hanya aku yang tahu. Aku menatapmu seperti seseorang yang menatap matahari—menyadari cahayanya menyilaukan, tapi tak pernah bisa benar-benar memilikinya.
Dan ketika akhirnya aku mengatakannya, bukan untuk meminta, hanya untuk melepaskan, aku melihat matamu berkaca. Aku mendengar suaramu bergetar. Aku merasakan sesuatu yang lebih menyakitkan dari kehilangan—sebuah kepastian bahwa kita memang tak pernah bisa memiliki satu sama lain.
Aku ingin bertanya, apakah kau merasakan yang sama? Tapi aku tahu, jawabannya tak akan mengubah apa pun. Cinta ini telah tumbuh, tapi tak pernah sempat berbunga. Cinta ini telah ada, tapi tak pernah sempat menjadi.
Kini aku berjalan tanpa arah, membawa sisa-sisa perasaan yang tak bisa mati, meski aku telah mencoba membunuhnya berkali-kali. Aku hidup dalam dunia yang masih berisi bayanganmu, suara yang tak lagi kupanggil, tawa yang tak lagi kudengar.
Dan jika suatu hari aku pergi sebelum sempat benar-benar melupakanmu, ingatlah—aku pernah mencintaimu dalam cara yang tak dimengerti dunia, dalam diam yang lebih bising dari teriakan, dalam kesetiaan yang tak pernah sempat diuji waktu.
Aku mencintaimu. Aku tetap mencintaimu. Aku hanya tak lagi berharap kau mendengarnya.
@gramabiru / fenelove















