Pada akhirnya hanya ada aku dan kesendirian.
Semua pergi, hilang.
EXPECTATIONS
🪼
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

#extradirty
occasionally subtle
The Bowery Presents
taylor price
YOU ARE THE REASON
Not today Justin

❣ Chile in a Photography ❣

izzy's playlists!

Andulka

Game Changer & Make Some Noise

Product Placement
Show & Tell

bliss lane

tannertan36
Cosmic Funnies
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from Malaysia
seen from Kuwait

seen from Colombia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Colombia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United Arab Emirates

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@hujansaatsenja
Pada akhirnya hanya ada aku dan kesendirian.
Semua pergi, hilang.
Sudahkah semua rasa hilang?
Nyatanya masih ada yang tinggal.
Entah di sudut bagian mana.
Nyatanya kesanggupanku nol besar.
Rasa-rasanya mimpi buruk yang ku jalani setiap harinya.
Aku menyerah dengan segala rupa ketidak pedulian mu.
Gagalku dalam segala hal ternyata menjadi sebabnya.
Sebab atas kehampaan pada kisah ini.
Bukan aku enggan mengutarakannya dengan lisan, namun gertakanmu meluluhlantakkan duniaku.
Semoga saja, bukan hanya aku yang berjuang mati-matian.
Rasanya sulit, melangkah dengan satu kaki.
Aku kehilangan makna.
Apa kita sebenarnya?
Ataukah memang tak ada kita?
03 Juli 2020.
Rasa-rasanya akan sulit.
Berjalan diatas air, atau berlari mengejar angin?
Terlebih merelakan kepergianmu.
Rasa-rasanya, semua akan semakin berat.
Pada akhirnya, aku pun tak benar-benar mengenali diriku.
Kau bergeming, saat itu.
Pertanda selesai.
Tepat hari Rabu pada pukul satu malam itu.
Aku berlari, menghampiri lazuardi.
Berharap doa ku akan segera kau dengar.
Tenang disana, sayang.
Atas segala rasa yang tertinggal.
Atas segala kenangan yang membekas.
Atas segala kisah kasih yang tercipta.
Jogja menjadi sebaik-baiknya tujuan kembali.
Percaya
“Jika pada akhirnya semesta tak memihak, bagaimana?”
“Kau cukup percaya, aku mampu mendapatkan restu semesta. Untuk kita.”
Sayup-sayup ku dengar perbincangan sore itu dari kejauhan.
“Aku yakin, memilihmu.” Suara dalam hatiku berucap, seraya ku lemparkan senyum pada ia yang saat itu menggenggam tanganku erat.
Segalanya dirancang dengan sempurna oleh Sang Maha Apa Saja. Serupa dengan perpisahan yang kita alami, sempurna dalam mendewasakan masing-masingnya. Sampai jumpa dilain senja. Selamat berbahagia!
Aku merayakan kenangan semasa kau hidup. Lalu berpesta pada kematianmu. Selamat tenang, Sayang.
Semesta bekerja diatas izin Tuhan. Aku memilih setia, sedang kau memilih mendua. Semesta dan Tuhan sepakat, bersama tak menjadi akhir dari kisah kita.
Ingin rasanya bertindak masa bodoh pada sesiapa saja.