Ini (Bukan) Salam Perpisahan
Teruntuk kamu yang sudah menemaniku 3 tahun ini (and still counting)
Semoga kamu sehat selalu
Semoga kamu bahagia selalu
Semoga semua masalahmu di permudah
Semoga kamu selalu bisa tersenyum
Masih untuk kamu yang ada saat aku butuh
Jangan lupa untuk tidur yang cukup
Jangan lupa untuk makan tepat waktu
Jangan terlalu memaksakan diri
Jangan acuh tak acuh dengan kesehatan dirimu sendiri
Dan untuk kita (andai harus terpisah karena takdir)
Terimakasih sudah mau mendengar keluh kesahku
Terimakasih sudah mau memberikan semangat
Terimakasih sudah (sangat) banyak membantuku
Terimakasih sudah mau menjadi tempat nyaman ku untuk bercerita
Terimakasih sudah mempercayakan hatimu
Terimakasih sudah lahir di muka bumi ini
Masih untuk kita, (dengan kemungkinan yang sama)
Maaf karena aku egois
Maaf karena tidak sesuai dengan yang kamu inginkan
Maaf untuk setiap tetes air mata yang jatuh karena aku
Maaf untuk jutaan kekesalan yang aku perbuat
Maaf untuk setiap keluh kesahmu
Dan untuk kita di “kemungkinan” lainnya (andai takdir berkata lain)
Percayalah, aku salah satu orang yang beruntung di semesta ini
Percayalah, aku akan berusaha melakukan yang terbaik
Percayalah, aku akan belajar dari segala kesalahanku.
Percayalah, aku akan belajar dari segala kata “maaf”ku
Aku mohon kamu percaya.
Dan yang terakhir
Untuk kamu, apapun kondisinya, apapun skenario yang akan terjadi. Aku ingin kamu percaya,
Aku menikmati tiap detik bersamamu,
Aku menikmati jutaan kilometer yang kita tempuh bersama
Aku tidak pernah menyesal menghabiskan tiap langkah bersamamu
Aku tidak pernah bosan bercerita denganmu, ntah apapun itu topiknya
Aku ingin kamu percaya. untuk sekarang dan selamanya.














