Aku masih ingat jelas hari itu
Aku pergi dengan rasa marah yang kutahan sepanjang jalan. Berdandan dengan riasan terbaikku, pakaian terbaikku. Menuju satu gedung yang halaman depannya sudah di penuhi bunga-bunga ucapan selamat.
Aku masuk, memastikan benar wajahmu yang kulihat. Satu scope ice cream mencoba mendinginkanku. Tuhan juga mengirim seorang ibu² yang menemaniku bicara "Sudah ambil makan belum? Sudah salaman dengan pengantin? Temannya siapa?" Dengan baik aku jawab itu semua
Kemudian aku berjalan diatas karpet merah. Aku melihat gambarmu dari sebuah layar besar. Menceritakan masa kecilmu hingga dewasa. Ada juga gambar mu berlarian dengan seorang wanita, penuh ceria bahkan senyum di wajahmu kala itu belum pernah aku lihat sebelumnya.
Inikah acara yang pernah kita bicarakan dulu?
Saat kakiku ingin memijaki pelaminan beberapa orang menghentikanku karena akan ada rangkaian acara adat saweran. Melemparkan beberapa uang koin pada tetamu yang datang. Aku melihat kau sangat bahagia. Menciumi wanita yang bersamamu dilayar besar itu.
Sampailah aku jadi tetamu paling depan saat rangkaian adat itu berakhir mereka mempersilahkan aku menaiki pelaminan. Apa doaku salah? Kita dipelaminan yang sama tapi bukan aku pengantinnya.
Aku menyapa ibumu dan membisikan ditelinganya "Aku temanmu dari kampus yang sama". Kau dan ibumu saling berbisik dari jauh kemudian beliau membuang muka sambil menunjuk kearahmu, mempersilahkan aku melanjutkan langkah.
Ini pertemuan pertama kita setelah 5 tahun berlalu dan kata pertamaku "Barakallah ya". Kemudian aku menatap perempuan disampingmu. Dia sangat cantik dan lucu. Aku membisikan kata padanya entah dia mengerti atau tidak "Titip dia ya" Dia hanya menjawab "Ooo... " tanpa menatapku lagi. Kemudian aku melanjutkan langkah hingga ke ujung.
It's been almost a year but I don't know. Kenapa attachmentnya susah banget lepas. Maybe I fell you are my special one. Mungkin aku terlalu lama mengurungmu dalam kepala. Berpikir bahwa bahagia bersamamu itu bisa.
Kamu tahu kenapa aku pergi 3 tahun lalu? Itu karena aku berpikir rasa cintanya sudah berubah. Aku seperti terus menyakitimu dan aku yang memilih mengakhirinya tapi hatiku benar² tulus.
Aku cuma berharap rela ini segera aku dapatkan semoga kamu bahagia juga.
You know what? Ngga perlu mengunjungi profilku setiap minggu. Berhentilah meski kau menganggap aku hanya teman. Berhentilah jangan tekan fotoku lagi jika kau melihat lingkaran nila dibaris pertama. Berhentilah mengikuti kabarku. Meski kau sangat ingin.















