Jangan ajarin aku ghosting. Kamu menghilang karena gengsi, aku menghilang karena kamu udah gak penting. Tidakkah kamu sadar berapa banyak orang yang aku jauhi dengan diamku?

Janaina Medeiros

No title available

Origami Around

shark vs the universe
d e v o n

⁂
Game of Thrones Daily

JVL
Sade Olutola
One Nice Bug Per Day
we're not kids anymore.

Love Begins
Cosimo Galluzzi
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Three Goblin Art
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

No title available
Xuebing Du
Misplaced Lens Cap
No title available

seen from Australia

seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Italy

seen from South Korea
seen from Belgium

seen from Australia

seen from France
seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
@fibyginan
Jangan ajarin aku ghosting. Kamu menghilang karena gengsi, aku menghilang karena kamu udah gak penting. Tidakkah kamu sadar berapa banyak orang yang aku jauhi dengan diamku?
Dia meninggalkanku karena fisik, aku menolak kembali karena karakternya. Karena pada akhirnya standar kelayakan seseorang dinilai dari isi kepala dan hatinya, bukan dari apa yang terlihat di mata.
Fisik bisa berubah seiring waktu, tapi karakter yang buruk butuh waktu seumur hidup untuk diperbaiki. Terima kasih telah pergi, karena sekarang aku tahu cara menghargai diriku sendiri.
Batas yang Belum Usai
Kau datang lagi lewat mimpi, mengulurkan tangan tanpa sepatah kata bahasa tubuhmu begitu teduh mengajakku pulang Ke tempat di mana tak ada lagi jarak dan lara.
Aku hampir melangkah bersiap menyambutmu namun udara mendadak berbisik pilu: "Pulanglah kamu kejauhan." Suara asing yang kini teramat kuhafal Menarikku paksa dari jemarimu yang kekal.
Aku tersentak bangun, napas berganti sepi ada kecewa yang menghujam di balik dada mengapa aku masih di sini terikat dunia, sementara jiwaku tertinggal di mimpiku yang fana?
Ketika asa menjadi biasa kita tak lagi meributkan beda. suara lonceng dan gema adzan di udara kini menjadi sekat yang paling nyata.
Kita pernah berjuang melawan dunia mengira cinta cukup jadi jembatan semesta. namun di ujung altar dan sajadah yang terbentang kita tahu langkah ini harus pulang.
Kita bukan kurang saling mencinta,kita hanya lahir di bawah langit yang berbeda cara menyembah-Nya.
Kini, memelukmu dalam doa adalah satu-satunya cara meski nama kita tak akan pernah bersanding di dunia.
Kita lepaskan genggaman dengan sisa rasa sebab merelakanmu, adalah cara tertinggiku mencintai Pencipta.
Tuan Bukti
Ia adalah rumah tanpa jendela kata-kata pintunya tak pernah mengetuk namun selalu terbuka. saat dunia riuh dengan janji yang terbang ke angkasa ia memilih membumi merawat luka dengan tindakan nyata.
Ia tak pandai merangkai "aku sayang kamu" bibirnya kaku, lidahnya kelu dalam semu. namun lihatlah tangannya yang bekerja tanpa jemu, menjemputmu di sela lelah saat harimu terasa abu.
Ia tak pernah berjanji akan menjadi selamanya sebab ia tahu ada langit yang berbeda di atas kepala. maka ia mencintai dengan sisa waktu yang tersedia menjadi sandaran sebelum akhirnya menjadi rahasia.
Tuan Bukti, laki-laki yang menulis cinta di atas aspal jalanan. yang panik saat lupa hari lahirmu di tengah kesibukan. Ia mencintaimu dengan cara yang paling sunyi namun meninggalkan jejak yang paling abadi di hati.
Saat dirimu memilih untuk jatuh cinta kembali, tetaplah memprioritaskan diri sendiri karena manusia bisa pergi kapan pun meninggalkan kita.
Cintailah ia secukupnya, namun cintailah dirimu seutuhnya. Jangan biarkan seluruh duniamu berputar di porosnya hingga kamu lupa cara berdiri di atas kakimu sendiri.
Sebab, mencintai manusia adalah tentang mencintai sosok yang menyimpan 'bom waktu' kekecewaan, ada risiko luka yang bisa meledak kapan saja. Berbeda halnya ketika kita melabuhkan cinta kepada Sang Khalik. Semakin dalam kita mencintai-Nya, semakin besar kasih sayang yang kita terima.
Jadikanlah cinta kepada Pencipta sebagai pondasi, dan cinta pada diri sendiri sebagai benteng. Dengan begitu, ketika manusia datang, ia hanyalah pelengkap kebahagiaan—dan jika ia pergi, ia tidak akan sanggup meruntuhkan duniamu.
Panah Tanpa Bekas
Dulu, aku adalah badai yang meluluhlantakkan diriku sendiri mencintaimu dengan brutal hingga tak tersisa remah-remah hati.
Lalu aku memilih sunyi lenyap dalam dua tahun yang sepi membangun benteng dari serpihan mimpi yang tadinya mati.
Kini aku kembali dengan napas yang teratur bukan untuk memohon bukan untuk mengubur. Lihatlah tanganku tak lagi gemetar karena rindu, tapi kokoh menggenggam busur siap melesat lurus.
Di matras bela diri aku belajar bertahan dan menyerang, bahwa kekuatan sejati adalah ketenangan yang tenang.
Di lapangan panah aku fokus pada satu titik tujuan,melepaskan masa lalu tanpa ragu tanpa beban. Pesan singkatmu datang, "apa kabar?" sebuah upaya basi.
Aku balas dengan kejujuran tentang damai yang kukuasai. tak ada tanya balik tak ada ruang untuk bernostalgia karena bagiku kamu adalah bab yang sudah tamat, sudah usai.
Aku tak berharap kau mengerti tak berharap kau bangga, aku hanya membiarkan pintu terbuka, agar kau melihat bedanya. kau masih bisa bicara tapi bukan dengan orang yang sama, yang kau lihat saat ini adalah dia yang baru yang tak lagi bisa terluka.
Ruang yang Sudah Rapih.
Dua tahun adalah waktu yang panjang untuk menyapu sisa-sisa badai dari lantai rumahmu.
Kamu sudah menata kursi mengharumkan sudut ruangan dan belajar mencintai sunyi yang tidak lagi menyakitkan.
Lalu tiba-tiba ada ketukan di pintu tua itu hanya sebuah sapaan singkat sebuah "Hai" yang ringan seolah-olah dia tidak pernah memporak-porandakan segalanya, seolah-olah dia punya hak untuk sekedar bertamu kembali.
Tapi kamu bukan lagi pintu yang mudah terbuka kamu adalah tembok yang kokoh bukan karena amarah, tp karena kamu sudah tahu mahalnya harga sebuah ketenangan.
Biarkan sapaan itu menguap di udara seperti debu yang gagal hinggap, kamu tidak perlu mengusirnya cukup jangan beri ia kursi.
Sebab diammu adalah jawaban paling lantang bahwa di hidupmu yang sekarang sudah tidak ada lagi tempat untuk drama yang usang.
Tamanmu sudah hijau jangan biarkan kaki yang sama menginjaknya lagi.
Tentang Nahkoda dan Jalan Pulang
Broken home bukan sekedar tentang pintu yang terbelah dua bukan hanya soal meja makan yang kehilangan satu suara atau tentang perpisahan yang meninggalkan bekas luka, tapi ini tentang siapa yang menjadi "nahkoda" saat badai tiba.
Di tengah ombak yang menderu-deru, ada yang kehilangan arah terbawa arus yang semu, mencari sandaran pada dermaga yang salah. menukar keyakinan demi setitik rasa lega yang lemah.
Namun lihatlah dirimu... meski perahumu juga pernah retak dihantam pilu meski tak ada figur ayah yang menjaga haluanmu Engkau tak membiarkan kemudi itu patah menyatu debu.
Saat kalut datang menyerang jiwa engkau tak mencari pelukan pada dunia yang fana tapi engkau melangkah ke majelis-majelis penuh cahaya, mencari tangan-tangan alim sebagai perantara doa.
Sebab bagimu hancurnya sebuah rumah bukan alasan untuk membiarkan akidah menjadi goyah, justru dalam sunyi dan ketiadaan cinta manusia engkau menemukan jalan pulang yang paling nyata:
Hanya kepada-Nya (Allah SWT) sang pemilik segala rasa.
Saat ini tugasmu masih harus jadi bintun sholiha, nanti jika takdirnya kamu menjadi seorang istri dari laki² yang sholeh yg taat dan takut sama Allah : tugasmu berubah menjadi zaujatan muti'atan.
Sekarang kamu gak cuma lagi belajar jadi bintun sholiha, tapi kamu juga belajar mengambil contoh dari teman²mu yg akhirnya kamu sendiri paham kenapa hidupnya seprti itu? Yaa karena dia kufur nikmat. siapa yg bilang ya kalimat ini pertama x aku tidak tau, kalimatnya begini : seseorang itu akan terlihat karakternya ketika dia berurusan sama uang. Dan itu fakta. Smg kita jadi orang yang lebih banyak syukurnya yaa daripada kufur nikmatnya.
Semoga jika kelak allah memberikan takdirku menjadi seorang istri aku mampu menjadi seorang istri yang zaujatan muti'atan. Dan ketika menjadi seorang ibu juga mampu menjadi madrasatul ula'. Aamiin.
17tahun bertahan jadi tulang punggung keluarga, segala konflik termasuk konflik sama ibu kandungmu sendiri yang mindsetnya kuno itu sudah kamu lewati seorang diri kamu keren kamu kuat kamu hebat.
Mungkin orang lain emang gak liat perjuangan kamu termasuk ibumu tapi Allah lihat. Allah yang kasih ujian ini ke kamu, maka teruslah berusaha untuk tetap bertaqwa pada Allah, tetep hormati ibumu sebagai ibu yg telah melahirkanmu ke dunia. Tetap berusaha jadi anak yg sholeha yaa, tenang aja gak usah khawatir semua punya pertanggung jawabannya masing² ko.
Orangtuamu ujian bagimu, dan kamu juga ujian bagi orang tuamu. Cukup lakukan kewajiban kamu sebagai anak saja. Masalah bagaimana orang tuamu terhadapmu itu biar jadi urusan mereka sama Allah.
Allah berfirman di dalam Q.S. At-talaq ayat 2-3
يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwal kepada Allah niscaya Dia akan membuka kan baginya jalan keluar.
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
"Perempuan jalang" part 2
Di tahun 2008 adalah tahun dimana aku lulus SD dan hari itu aku datang ke rumah bapakku untuk meminta Hakku sebagai anak kandungnya utk yg kesekian kalinya, namun hasilnya nihil.
Saat itu aku mendatangi rumah bapakku untuk meminta uang untuk biaya aku masuk MTS tapi faktanya aku pulang dengan tangan kosong, bahasa kasarnya aku di usir sama si perempuan jalang itu. "Tiap datang selalu minta duit" begitulah kata si perempuan jalang, padahal secara hukum negara dan agama itu hak-ku dan tidak salah ketika seorang anak meminta uang kepada ayah kandungnya. Kala itu aku hny anak kecil yg tidak bisa membalas apa² selain diam menahan rasa sakit di dada. Rasa sakitnya apakah sampai sekarang? Yaa.. membekas sampai hari ini.
yang jahat tidak hanya perempuan jalang, tapi juga anak perempuan si perempuan jalang pun sama jahatnya. Apa yang seharusnya menjadi milikku dia ambil selalu di ambil, sehingga aku selalu mendapatkan segala hal yg aku tidak sukai contoh kecilnya yaa baju. Aku tidak suka warna pink aku suka warna biru, bapakku selalu kasih yg seharusnya milikku malah di kasihkan ke si anak permpuan jalang itu.
Setelah waktu berlalu aku dan si anak perempuan jalang ini sama² tumbuh dewasa, fyi aku tumbuh dengan pribadi yg penuh prinsip, aku tumbuh dengan almh. Nenekku dari pihak mamaku dan mamaku yg bekerja keras untuk menghidupi kami berempat anaknya yg di telantarkan bapakku. Bapakku lebih takut si perempuan jalang itu daripada hukum akhirat sebab telah dengan sadar menelantarkan anak²nya.
Sedangkan si anak perempuan jalang itu entah bagaimana ceritanya, ketika dia dewasa justru hamil diluar nikah dpt suami yg kasar mertua yg jahat katanya.. apakah aku kasian? Tentu saja aku tertawa setelah mendengar kabar itu, aku tertawa lepas di atas penderitaanNya, seolah tuhan membalas rasa sakitku dengan penderitaanNya.
Dia bertanya pada salah seorang teman kecilku, kenapa aku begitu membencinya.. temanku menjawab, tidak ada seorang anak perempuan yg hatinya tidak terluka jika ibunya di sakiti oleh ibumu, ibumu pelakor ibumu yg merusak rumah tangga ibunya. Dia pun hny terdiam menunduk malu ktanya.
Saat ini aku sudah tidak tau lagi bagaimana kabarnya karena aku menutup akses termasuk akses dengan bapakku. Aku tidak benci bapakku aku hanya benci sikapnya yg gagal menjadi seorang ayah yg baik dan bertanggung jawab.
Aku mungkin jahat di mata orang yang tidak ada di sepatu kehidupanku, aku selalu berharap bapakku meninggal lebih dulu supaya jika takdirnya aku menikah, bapakku tidak perlu datang menjadi waliku, karena aku tidak ingin di hari pernikahanku nanti ada bapakku membawa si perempuan jalang itu, aku tidak akan pernah sudi si perempuan jalang itu menginjakkan kakinya di dekatku tidak akan sudi.
Meski aku tidak tau akan menikah atau tidak, kalau pun takdirnya menikah aku sudah menyusun kalimat dengan sedemikian rapih untuk aku lontarkan ke bapakku nanti.
Siapa pun kalian (perempuan) jadilah perempuan yg baik, jangan merusak kebahagiaan perempuan lain. Ingatlah bahwa rasulullah pernah bersabda : لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا، أَوْ عَبْدًا عَلَى سَيِّدِهِ
"Bukan bagian dari golongan kami orang yang merusak (hubungan) seorang istri dengan suaminya, atau seorang budak dengan tuannya."
(HR. Abu Daud & An-Nasa'i)
Di Ambang Batas yang Tenang
Dahulu, rindu itu seperti ombak datang menderu menagih jawab pada jarak. Namun kini airnya telah surut meninggalkan pasir yang sunyi tanpa rasa takut.
Aku tak lagi mencari cermin untuk bersolek, sebab di matamu aku diterima tanpa ada yang retak. Bahkan tanpa mandi tanpa rapi kau tetap menunggu, menghargai waktu yang kami miliki.
Tapi aku tahu kita adalah dua doa yang berbeda arah berjalan, di atas bumi yang sama namun memandang langit yang tak searah. Maka kusiapkan sebuah ruang di sudut hati bukan untuk memilikimu, tapi untuk merelakanmu pergi.
Hari ini aku pulang dengan langkah yang ringan tak ada lagi sesak tak ada lagi beban. Sebab aku sudah siap untuk sebuah janji yang baru yang seiman yang menuntunku ke surga dan meringankan setiap langkahku.
Terima kasih karena pernah menjadi jeda yang ramah kini aku melangkah menuju masa depan yang insya Allah lebih indah.
Teruntuk perempuan² yang sudah menikah diluar sana, ucapan kalian adalah senjata (doa) bagi suamiMu dan anakmu.
Jika kalian belum mampu berdaya di atas kaki kalian sendirian, financialmu msh kekurangan, jika di dalam lubuk hati kalian yg paling dalam masih membutuhkan sosok laki². Maka tolong di jaga hati dan ucapanMu.
Jgn pernah terucap dalam hatimu, " ngapain gua punya laki, kalo semuanya gua lakuin sendirian, mending gak usah punya laki sekalian". Astaghfirulloh giliran lakinya meninggal selang beberapa waktu dari ucapanmu sendiri keluar, kamunya nangis kamunya merasa bersalah. jgn main² sama ucapanmu sendiri allah itu maha mendengar allah melihat sekalipun kamu sembunyi.
Istighfar bu, mba.. tidak ada manusia di atas muka bumi ini yang tidak di uji. kesholeha-anmu terhadap suamiMu lah yang kelak membawamu ke surgaNya. Suamimu ujian bagimu, kamu juga ujian bagi suamimu.
Aku jg perempuan, aku blm menikah but aku juga ujian bagi kedua orang tuaku. 🫠 allah itu ngasih perempuan surga dgn mudah, tp kenapa akhirnya lbh banyak perempuan yg di neraka? Rasulullah bilang, krn perlakuan dirinya sendiri : dia gak taat sama Allah, gak taat pula sama suaminya, dan kufur nikmat.
Semoga kita bisa mengakhiri hidup kita menjadi sebaik²nya perempuan : anak & istri yang sholeha. Aamiin
Aku bisa gagal di bisnis, aku bisa capek jadi tulang punggung, tapi aku tetap punya taring dan prestasi di bidang yang aku cintai.
Semuanya tidak harus terwujud sekarang, tapi semuanya butuh di perjuangkan dari sekarang. Kemana kamu berpulang, seperti apa akhirnya kamu berpulang perihal akhirat bergantug pada kebiasaan kamu sekarang.
Kita tidak bisa memilih bagaimana kita lahir, tapi kita punya andil besar dalam membentuk bagaimana kita berakhir.
Sebab, akhirat bukanlah sebuah kejutan yang datang tiba-tiba, melainkan muara dari ribuan keputusan kecil yang kita ambil setiap hari. Kita seringkali terlalu sibuk memikirkan "kapan"sampai, hingga lupa memperbaiki "bagaimana" cara kita berjalan. Padahal, setiap tarikan napas adalah kesempatan untuk memperbaiki arah kompas kehidupan.
Jangan remehkan kebaikan kecil yang kamu lakukan secara sembunyi-sembunyi, karena mungkin saja itulah yang akan menjadi lentera saat duniamu mulai meredup. Jangan pula abaikan dosa kecil yang terus diulang, karena ia ibarat tetesan air yang perlahan-lahan melubangi batu keteguhan imanmu.
Pada akhirnya, tempat berpulangmu adalah cermin dari apa yang paling sering kau peluk dalam hidupmu. Jika kau memeluk kedamaian dan ketaatan dalam setiap perjuanganmu hari ini, maka kepulanganmu pun akan disambut dengan pelukan yang paling menenangkan. Berjuanglah sekarang, agar kelak kau tidak hanya sekadar "sampai", tapi sampai dengan keadaan yang sebaik-baiknya.
"Perempuan jalang" part. 1
Tulisan ini aku tulis di niatkan untuk meluahkan sampah yang selama ini terpendam di lubuk hatiku yg paling dalam. Bahkan lukanya pun juga sepertinya sulit di sembuhkan lukanya akan tetap ada sampai akhir hayat nanti.
Aku tidak pernah tau bagaimana caranya untuk menjadi seorang anak perempuan yang berbakti pada ayahnya, sedang ayah kandungnya sendiri tidak pernah memberikan contoh bagaimana dia mendidik anak perempuan dengan ilmu agama, ilmu kehidupan sekali pun, ia tidak pernah mengajarkan pada satu²nya anak perempuan yang ia miliki.
5tahun yg lalu usiaku 25thn, aku pernah bertanya, "aku ini anak siapa?" "Anak bapak". jawabnya. Entah apa yg ada dlm pikiranku saat itu sehingga aku melontarkan kalimat tersebut. " kalo aku menikah nanti siapa yang menjadi waliku?" , "yaa bapak selama bapak masih hidup ya bapak yg akan jadi walimu" jwbnya lagi. Hmm, baik (batinku) berkata seolah merasa sedikit tenang saat itu.
Di 9thn yg lalu usiaku 21tahun, hari itu adalah hari raya idul fitri dimana saat itu aku sedang membutuhkan perhatian dari seorang ayah, aku bergegas dengan hati yg penuh harap menemui ayahku yg sedang bertamu di rumah abangnya.
Namun yg terjadi yang aku dapatkan saat itu hanyalah luka yg sdh ada menjadi semakin menganga, keinginanku sederhana hari itu, aku hanya ingin ayahku bertanya, "apakah aku baik² saja? bagaimana aku hidup di dunia kerja?". Yg aku dapatkan saat itu hanyalah terpaksa mendengar perkataan perempuan jalang, dia sibuk menceritakan kehebatan anak laki²nya, yg mana anak laki² ini adalah adik kandungku hny saja dia lahir di lubang vagina perempuan jalang. aku tidak membenci ceritanya, aku senang mendengar kehebatan adik laki²ku, tapi aku tidak senang karena si perempuan jalang ini menghabiskan waktu pertemuan antara aku dan ayahku saat itu hny utk bercerita tentang anak laki²nya.
sampai² aku muak dan pergi tanpa berpamitan. Aku menangis meraung² di kamarku, mamahku bingung bertanya², "kenapa kamu menangis?" Berulang x mamahku bertanya semakin kencang tangisku saat itu sembari berteriak aku benci bapak, aku mau ketemu bapak karena aku mau di tanya² gimana kabarku itu aja, kenapa bapak gak nanyain aku. terdiam sejenak mamahku, namun seketika berteriak ketika ada seseorang (bibi dari ayahku) datang menanyakan kenapa aku pergi begitu saja? Mamahku menjawab, noh katanya tu anak kagak di perhatiin disana? Cuma pengen di tanya kabarnya doang gak di tanya? Persetan.
Aku seketika berhenti menangis karena merasa kaget untuk pertama kalinya aku mendengar nada suara mamahku begitu tinggi dan mengeluarkan kata kasar. aku berpikir apakah mamahku ikut merasakan sakit juga ya? Yaa allah maafkan aku jika tangisku ini membuat mamah juga terluka kembali. :'
Perempuan jalang itu kata ayahku dia adalah ibu tiriku. Hahaha ibuku hnya 1 selamanya ibuku hanyalah mamah. jadi jgn pernah bermimpi aku akan memanggil si perempuan jalang itu dengan kata ibu. Sampai kapan pun aku akan memanggilnya perempuan jalang. Karena dia penyebab orang tuaku bercerai.
Dan ketika ada seorang pelakor diluar sana yg bilang, "tolong berhenti memanggilku pelakor". Aku sudah menikah SAH secara hukum dan suamiku jg sdh SAH bercerai secara hukum dengan mantan isrtinya. Haha sorry to say utk semua pelakor diluar sana, di mata aku pelakor tetaplah pelakor.