Terkadang aku bingung, apakah ini sebuah ujian dalam perjalanan menuju sebuah ikatan suci atau petujuk dari yang Kuasa bahwasanya kita belum ditakdirkan untuk bersama ?
Stranger Things

JVL

oozey mess
No title available
hello vonnie

Kiana Khansmith

No title available

Love Begins

No title available

JBB: An Artblog!
taylor price

Discoholic 🪩

roma★
RMH

⁂
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
Cosimo Galluzzi
sheepfilms
dirt enthusiast
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Australia
seen from France
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Australia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Kazakhstan
seen from Norway
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from Canada

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ibtichal95
Terkadang aku bingung, apakah ini sebuah ujian dalam perjalanan menuju sebuah ikatan suci atau petujuk dari yang Kuasa bahwasanya kita belum ditakdirkan untuk bersama ?
Di balik tawaku yang lepas, terdapat kesedihan, keresahan, kekecewaan yang mendalam
Pada akhirnya, setiap pertentangan dan pertikaian, hanya akan menambah luka dan duka, bagi siapa saja yang mengalaminya. Baik itu pelaku, pemicu, ataupun pihak yang dirugikan. Tidak ada keuntungannya sama sekali. Karena masing-masing pihak yang bertikai, menginginkan suatu perlindungan, dan pembenaran, untuk bisa sama-sama dimengerti, dan dipahami. Kenyataan, bahwa kebenaran yang dicapai dan dikehendakai manusia saat ini, adalah yang dapat sama-sama diterima oleh akal dan nuraninya sendiri, dalam perspektifnya yang paling adil, di dalam isi pikirannya, bukan dalam perspektif orang lain. Yang itu, hanya akan dapat dicapai, ketika manusia telah berada pada puncak kesadarannya.
Bahwa kebenaran yang paling adil itu, memang tidak ada. Tidak dalam kemampuan manusia untuk membenarkannya. Melainkan kebenaran absolut, dari yang paling absolut itu sendiri. Ketidakcapakan akal manusia, untuk menjangkau kebenaran ini, membawanya memasuki rasa cemas, dan khawatir. Bahwa, apa-apa yang diyakininya benar, satu persatu justru menjauhkannya dari hipotesa-hipotesa yang dihidupkan selama ini. Definisi yang dilahirkan dari capaian konsensus, untuk memenuhi kebutuhan dan kehausan ego, masing-masing. Juga dari kehausan rasa ingin tahu, dan eksistensi untuk dianggap ada, dikukuhkan betapa hebatnya manusia dalam pembuktiannya itu.
Manusia, enggan untuk disalahkan, dan jarang sekali yang sekadar berani, mengakui. Hakikatnya, manusia selalu mencari alasan, agar apa-apa yang diyakini benar, dapat diterima menjadi suatu pemahaman yang utuh untuk dapat dimaknai. Akan rasa aman, rasa percaya, dihargai, dihormati, dicintai, memiliki arti, dan segala bentuk pemenuhan atas kebutuhan, dan hak diri. Apakah pada pikiran kita yang belum cukup terbuka untuk menilai? Ataukah pada hati kita yang tidak cukup lapang untuk menerima? pada tingkat kedewasaan dan kebijaksanaan sikap kita, yang masih jauh dari kata arif untuk memutuskan? Atau sebenarnya, manusia, di dalam perjalanannya, berusaha untuk mengingkari hal-hal itu? Entah. Namun, seburuk-buruknya manusia, ialah yang merasa bahwa dirinya telah mencapai kata‘paling’. Bukan pada, yang paling merasa benar, melainkan yang merasa paling tidak bernilai. Saat kata ‘paling’ itu telah muncul, tumbuh, dan mengakar begitu hebat di dalam keyakinannya, maka tidak ada suatu kebenarapun yang dapat dibuktikan.
Kebenaran, bahwa manusia memiliki kesempatan, peluang kebaikan, juga cinta yang mampu mendamaikan kegaduhan seisi jiwa dan sekitarnya. Sekalipun fakta dan data telah berbicara. Nuraninya akan tetap menolak benar. Karena, kebenarannya telah terdistorsi oleh keyakinan yang salah, yang membawanya berada di titik yang paling rendah. Titik dimana keyakinannya telah meyakini, bahwa dirinya merasa paling tidak adil, yang paling menderita, yang paling merasa sakit, dan yang paling terabaikan. Perasaan paling yang membawanya pada putus asa. Ketidakyakinan, bahwa masih ada keajaiban-keajaiban-Nya yang tidak tertandingi, oleh batas akal manusia. Dimana, segala hal yang paling tidak mungkin, begitu mudah dimungkinkan oleh-Nya. Tentang gelap terang, hitam putih, baik buruk, dan segala hal yang tersingkap dalam sorai rahasia di kedalaman yang paling nyaring, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya. Ketahuilah, kondisi ini, justru yang paling buruk, dari manusia yang paling sombong sekalipun. Mengapa? karena manusia menempatkan dirinya, pada batas nilai diri yang paling rendah, yang bahkan itu genap melangkahi batas kewenangan-Nya, dalam menentukan kebaikan-kebaikan yang ada pada dirinya.
Dewasa ini, banyak kita temui manusia yang seperti itu. Atau bahkan, mungkin kita termasuk yang di antaranya? Semoga, kita dapat lebih arif dan bijaksana, dalam menyikapi setiap permasalahan hidup. Yang aku yakini, tidak ada sesuatu halpun yang tidak selesai, bilamana kita mau melibatkan-Nya. Hanya saja, perihal ingatan, manusia adalah makhluk yang paling mudah untuk lupa, mudah untuk berputus asa, mudah untuk menagih, juga yang paling mudah untuk mengutukki keadaannya. Semoga, di dalam perjalanan menuju pendewasaan ini. Kita semua, dapat menyadari semua hal itu, dan segera bergegas untuk terus melakukan perbaikan. Paling tidak, menyadari dan mengakui, bahwa kita selalu butuh ruang penerimaan, untuk membasuh luka-luka, memulihkan duka-duka. Selamat bertumbuh.
:)
Realize - acceptance - forgive yourself - fix the problem - grow
SLAPPED
Pada suatu pagi, ketika sedang bermalas-malasan jari-jariku mulai membuka salah satu sosial media. Instagram, dimana kita bisa mengupload setiap kegiatan kita selama sehari penuh. Kira-kira apa yang aku temukan?
Sebuah kesimpulan bahwa hidup itu adalah pilihan.
Tamparan yang cukup keras untuk membuatku tersadar. Bersyukur itu sulit. Hati terkadang masih selalu mengeluh karena mata selalu mendongak keatas. Memang tidak ada salahnya kita bermimpi tinggi. Memiliki standar tinggi untuk menaikkan kualitas hidup. Karena kebahagiaan itu relatif, setiap orang punya caranya sendiri untuk bahagia.
Sebutlah ada dua orang tipe pemimpi. Yang pertama adalah pemimpi yang mau mengusahakan mimpinya, dan yang kedua pemimpi yang hanya duduk dan berkelana dengan angan belaka.
Ternyata memang benar semua yang ada di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Layaknya gelap-terang, lapar-kenyang, buruk-baik, dan masih banyak analogi lain. Seperti dua tipe pemimpi tadi. Sisanya terserah mau pilih yang mana.
Setiap orang dapat memimpikan untuk melanjutkan study, atau mendapat beasiswa ke Luar Negeri, bekerja di perusahaan bergengsi, atau memimpikan liburan yang asik, bahkan mengembangkan jiwa enterpreneurnya dengan membuka usaha sejak dini, emmm dan banyak lagi mimpi-mimpi lainnya yang mungkin berlari secara liar di kepalamu. Tapi ingat semua itu adalah pilihan untuk diwujudkan atau hanya sekedar angan-angan. Aku yakin setiap orang memiliki kesempatan jika memang menginginkan mimpi itu terwujud. Hanya saja mungkin usahanya kurang maksimal. Bukankah Allah akan merubah nasib seorang hamba apabila ia mau berdoa dan berusaha?
-igusyanip-
Learn, grow, improve - get 2 FREE Audiobooks From Audible
leave your comfort zone
5 Ways to Help You Stop Overthinking
American actress Winona Ryder states, “I think too much. I think ahead. I think behind. I think sideways. I think it all. If it exists, I’ve f*cking thought of it.” People can overthink themselves to the point of detriment if they don’t carefully monitor it. But, it may be difficult to differentiate between thinking and overthinking, especially if you’re naturally more inclined to be pensive and generally enjoy studying abstract concepts and ideas. So, what does overthinking look like? And how do you know you’re taking part in it?
Overthinking is when you imagine what your future will look like 10 years from now as you hesitate in choosing between two options presented, considering it to be a life or death decision. It’s dwelling on the past long after a relationship has ended. It’s picking apart a situation and creating a problem before it even exists. It’s repeatedly choosing to sit on the sidelines to observe and analyze an event instead of actively participating in it. If you identify strongly with many of these examples, then it may be time to think about how to think less. Psych2Go shares with you 5 ways to help you stop overthinking:
1. Schedule a time to reflect.
It’s impossible to get rid of thoughts altogether and separate your mind from yourself. After all, how you perceive and see the world plays such a large part on your identity. But to give yourself a sense of control over your thoughts, you can start reserving a fixed amount of time for them. You can give yourself five minutes to think, worry, and analyze. Then, once the time is up, you can spend the next ten or twenty minutes reflecting on the situation and write …
CONTINUE READING HERE
awesome tips!
"Semesta, yakinkan aku bahwa pilihanku tidak salah."
These necklaces captures a glimpse of the beauty of our solar system –unique gift ideas!!
Grab yours now
Use the discount code psych2go to get additional 10% off !!!
Limited time offer, hurry in to get yours.
Waaaaaant 🥰
Venus, so gorg!
Where’s Pluto?
soon
I want to wear one these and someone will come up to me like
“Hey what’s that in your necklace?”
“Uranus”
“My what now?”
im laughing at that more than i should
i hope i can complete this collection :”
Ketika kamu mampu untuk memilih yang lebih, tapi nyatanya kamu tetap mau bertahan dan berjuang dengan yang ada. Praise yourself, and scream out loud that you are AWESOME!
ada yang pernah ngrasain takut tutup mata atau takut tidur karena takut besok udah nggak ada kesempatan lagi buka mata?
Semoga kedekatanmu denganmu adalah karena Allah, dan jika kelak kita dijauhkan juga karena Allah.
Igusyanip
Tolong pilih satu, atau nanti kamu malah nggak dapat dua-duanya
Igusyanip
Ya Allah maafkan aku jika aku terkadang masih merasa iri dengan orang-orang yang diberikan kesempatan untuk melanjutkan study dan menggali banyak ilmu serta pengalaman, mengunjungi tempat-tempat baru, berbagi ilmu dan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan orang-orang baru. Semoga apa yang aku jalani saat ini tidak kalah bermanfaat untuk diriku, keluarga dan orang-orang disekitarku, amiiin
I always try not to say “HATE” even though I really hate this feeling
-Deep of my heart
Hukuman apa yang tepat untuk orang yang tidak mampu menghargai makna pertemanan?
-igusyanip
Ada yang bisa jelasin nggak bedanya teman dan sahabat?
Satu persatu pergi meninggalkan kampung halaman. Ada yang menikah dan ikut suami di kota lain, ada yang mengadu nasib diperantauan, ada juga yang berjuang untuk mendapatkan ilmu di negeri sebrang. Tinggalah aku tersisa hampa diraga yang tak berdaya melawan kata.
igusyanip