Terus saja begitu. Sebab salah pasti akan selalu ada maafnya.
Interview Vampire Daily

Jar Jar Binks Fan Club
occasionally subtle
Color Me Curious
No title available

Origami Around
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Doug Jones

blake kathryn
The Stonewall Inn
No title available

No title available
🩵 avery cochrane 🩵
EXPECTATIONS
Mike Driver

tannertan36

shark vs the universe

bliss lane
Cosmic Funnies
🪼

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Brazil

seen from Singapore
seen from Greece
seen from Morocco
seen from Finland
seen from Colombia
seen from Indonesia
seen from South Korea
seen from United States
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Austria
seen from United States

seen from Belgium
seen from Indonesia

seen from Kazakhstan

seen from Thailand
@ichaannisathaha-blog
Terus saja begitu. Sebab salah pasti akan selalu ada maafnya.
Sekarang kau adalah pusat semestaku, kemanapun arahku adalah kamu tujuku. Waktu ku tunggu saat kau aku akan satu.
Namun kini masih butuh sabar untuk menuntun ke arah itu, kau harus menungguku sembari aku akan menujumu. Kau aku adalah alunan rindu yang menggebu.
Yakinlah, kau aku akan satu.~
~ Ananda Rezky Wibowo
Terlalu sepi, tak ada pencet-pencetan layar di handphoneku. Apalagi balasan kata-kata rindu.
Membunuh waktu. (via inisialtm)
Hal yang membedakan kamu dengan yang lain; kamu sabar menghadapiku. Sementara yang lain sadar mereka tak setangguh kamu. -BoyCandra
#boycandra
Sebuah Rasa yang Tak Biasa
Semakin hari semakin kurasakan rasa yang tak biasa ini. Sikapmu pun meyakinkanku akan hal itu. Kau selalu mengatakan bahwa kau sangat meyayangiku dan tak ingin aku dengan yang lain. Sesekali aku mencoba bersama yang lain, mencoba belajar untuk tidak melalukan hal apapun hanya dengan kau. Dengan bangganya pun aku memberitahukanmu, seketika kau tampak kelihatan sangat marah, kau begitu tidak rela bahkan kau sesekali menekankan bahwa kau tidak ingin dan tidak siap melihatku dengan yang lain. Sikapmu sangat aneh, sangat susah membaca pikiranmu, ntah kau gengsi atau memang kau egois. Hanya memikirkan apa yang kau mau dariku tapi tak pernah sedikit pun terlintas dibenakmu bahwa apa yang sebenarnya aku inginkan darimu. Tapi sudahlah, mulai sekarang aku ikuti alurmu saja. Kita tunggu saja sampai mana rasa yang tak biasa ini akan berlabuh. -Part 3
Terkadang kau membuatku sadar akan satu hal, bahwa tak seharusnya semua rela kulakukan hanya untuk kau.
ichaannisathaha
Cepatlah pulih, cepatlah sehat kembali. Masih banyak hal yang harus kita jalani kembali.
ichaannisathaha
Tidak menuntut untuk selalu didengarkan. Hanya berharap untuk sedikit dimengerti. Karena untuk tetap bertahan dengan sifat dan sikap menyebalkan itu butuh kesabaran ekstra.
ichaannisathaha
Jika seseorang yang begitu kau cinta bertanya hal seperti ini hanya karena ia telah memilih hati yang lain, apa jawabanmu?
Tidak. Tidak akan rela. Aku yang berlama-lama menantimu, kemudian dengan mudahnya sosok lain hadir menggantikanku. Aku yang rela hadir disetiap dukamu, dengan mudahnya disingkirkan oleh sosok yang belum tentu mau memapah lukamu. Jangan terlalu mudah untuk berpaling. Harusnya kamu mengerti. Seberapa lama aku memilih sendiri hanya demi engkau yang begitu ingin kumiliki
Dari 98% jawaban yang mengiyakan dan berusaha mampu untuk rela, jawaban mbak @ayuthary ini salah satu yang berbeda.
Aku suka jawabannya. Kenapa?
Mungkin karena jika harus jujur, aku juga tak akan rela jika pertanyaan ini muncul dari mulutmu.
Aku tak akan rela telah menghabiskan banyak waktuku yang berharga untukmu jika pada akhirnya kau malah mendampingi orang lain.
Aku tak akan rela habis banyak pengeluaranku untuk sesuatu yang ternyata berujung untuk hidup di sisi orang lain.
Aku tak akan rela lelah letih jatuh bangun hatiku untuk membuatmu berdiri yang malah sekarang berjalan bersama orang lain.
Aku tak akan rela menghabiskan banyak senja, banyak tawa, banyak rasa bangga yang aku tunjukkan di mata dunia bila pada akhirnya kau tidak memilih aku di akhir cerita.
Oh kau pikir aku akan rela melepasmu?
Tidak. Aku tidak akan rela.
Jika kau ingin aku merelakanmu, maka tebus semua yang telah kupersembahkan untukmu itu. Balas semua waktuku. Tinggal bersamaku lebih lama. Tersiksalah karena tak kubiarkan pergi.
Kau hanya untukku. Hingga satu waktu aku benar-benar tak ingin lagi dirimu, maka saat itu silakan; Pergilah.
Kau hanya untukku. Hingga aku jenuh akanmu.
AKU (pun) TAK AKAN RELA!
Mengapa aku harus rela? Merelakan tak semudah mengucapkan aku rela.
Aku pernah dibuat jatuh cinta. Cinta secinta-cintanya. Hingga pada saatnya aku dipatahkan dengan dia yang tiba" ingin melepaskan. Sempat berkali-kali mengemis dengan air mata yang sangat hina, sebab tak ingin dilepaskan. Namun akhirnya kau tetap saja pergi. Aku tak tau, aku yang seperti apa yang kau inginkan. Hingga tak pernah ada ungkapan logis yang kau utarakan ketika itu.
Sebuah Rasa yang Tak Biasa
Rasanya sudah sangat lama kita mengenal. Semua terjalin sangat mesra dan indah. Sikapmu yang begitu terlihat menyanyangiku meyakinkanku bahwa kau benar-benar menyayangiku. Ntah sikap itu kau berikan hanya untukku atau saja kau juga berikan ke lain orang. Harapku tidak. Sebab aku tak ingin kau menyanyangi yang lain lebih dari kau menyayangiku.
Lagi-lagi muncul sebuah rasa yang tak biasa. Sesekali rasa itu muncul yang membuatku bertanya-tanya bahwa kita ini apa dan akan menjadi apa. Aku sangat menyayangimu, tapi ntah aku belum mengetahui apakah kadar sayangku ini sudah naik ke tingkat level cinta? Ah ku rasa tidak. Tak munafik, memang Sesekali ku rasakan demikian. Tapi selalu ku yakinkan dan ku luruskan rasaku sendiri bahwa kau hanya sekedar orang yang aku sayangi bukan yang aku cintai. Level sayangku belum bisa meraih kata cinta. Bukan aku mengatakan aku tak akan pernah mencintaimu. Tidak. Kita tak tahu sejauh mana rasa akan berlabuh. Dan aku tak akan menahan itu. Aku hanya ingin berusaha agar rasa itu tak berlayar lebih jauh hingga sampai ke titik yang dinamakan cinta.
Rasa yang tak biasa ku rasakan ini, cukup hanya sekedar rasa syang yang tak ingin kehilanganmu. Yang tak ingin kau menyanyangi yang lain lebih dari kau menyayangiku. Yang tak ingin kau selalu bersama yang lain dan bukan denganku. Yang tak ingin.. ah sudah.
-Part 2
Aku suka caramu membuat aku tau cara melupakannya. Kebahagiaan yang kau tanamkan, menyabut akar yang tersisa tentangnya.
ichaannisathaha
Tenang, ini tak akan ku biarkan selamanya. Aku hanya belum terbiasa saja. Besok atau lusa pasti tak akan lagi sama.
ichaannisathaha
Sikapmu membuatku sadar bahwa semua yang terlalu berlebihan tentangmu itu salah.
ichaannisathaha
Aku berpura-pura bersikap seperti tak mencintaimu. Agar aku tau, sebenarnya kau seperti apa dan agar kau menceritakan perihal seseorang yang kau suka. Agar aku bisa menimbang-nimbang, pantaskah aku mencintaimu ? Agar aku bisa menimbang-nimbang, jika kau sudah mencintai seseorang, pantaskah bila aku berjuang ? Itu semua aku lakukan, agar tak ada yang harus tersakiti, agar tak ada yang harus merasa bersalah saat seseorang tiba-tiba memutuskan untuk pergi. Karena bila aku merasa tak pantas, aku akan mundur secara perlahan, merelakanmu, merelakan kepura-puraanku yang akhirnya hampa, tak menghasilkan apa-apa.
(via ilmantaw)
Aku pernah menahan seseorang yang akan jauh pergi, lalu ku doakan tak akan ke mana-mana. Tapi sayang, Tuhan tak merestui doaku.
Mengingat
Ntah dengan kalimat apa aku harus memulai tulisan ini. Lagi-lagi aku kembali mengingatmu. Mengingat kau, mengingat kita. Ya, kita yang dulu. Bagaimana denganmu yang sekarang? Dri kejauhan ponselku aku sedkit memperhatikanmu. Apakh kau jga demikian? Kadang ada sedikit penyesalan yang aku rasakan. Padahal itu adalah rasa yang paling kuhindari. Apa iya aku menyesal? Ah tidak, mungkin saja hanya sedkit mengingat. Mengingat. Ya hanya mengingat. Tpi sebenarnya,, ah terlalu naif jika ku katakan aku tak rindu. Aku rindu, jujur ku nyatakan dari lubuk hatiku yang terdalam. Semakin hari semakin kuyakinkan diriku bahwa ini keputusan terbaik yang kulakukan. Walau terkadang terbersit rasa penyesalan, tapi tdak. Aku tak akan menyesal. Toh kamu juga mndukung jlannya jadi seperti ini.
Setahun mungkin singkat. Tpi bagiku itu wktu yang cukup lama. Banyak hal yang kita lalui bersama. Tak perlulah aku ungkapkan di tulisan ini, mungkin tulisan selanjutnya. Tapi jika aku sedang mngingatmu saja baru aku tuliskan. Hanya saja kuharap mengingatmu hanya sekedar mengingat tidak lebih.
Sudahlah. Sekarang aku sudah selesai mengingatmu.