Dr Drs H M Jusuf Kalla pada Silaknas - Milad ICMI 3/12/22 . MJK adalah Ketua Dewan Kehormatan ICMI.

tannertan36
wallacepolsom
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
Show & Tell
Three Goblin Art
No title available

Kiana Khansmith
untitled
No title available
I'd rather be in outer space 🛸

izzy's playlists!
Mike Driver
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Claire Keane

if i look back, i am lost
Xuebing Du

Origami Around

PR's Tumblrdome

seen from Germany
seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from Argentina

seen from France
seen from United States
seen from Singapore
seen from Brazil
seen from Lithuania
seen from Switzerland
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Hungary
seen from Argentina

seen from Portugal

seen from Singapore
seen from Czechia

seen from Japan
@icmisumbar
Dr Drs H M Jusuf Kalla pada Silaknas - Milad ICMI 3/12/22 . MJK adalah Ketua Dewan Kehormatan ICMI.
Prof Dr. H Duski Samad; Ulama, Nisbat, Terlanjur dan Pergeseran Nilai
Berikut adalah ringkasan padat dari artikel mengenai Ulama, Nisbat Ulama, dan yang Terlanjur Disebut Ulama (sekitar 390 kata):
Perbincangan tentang ulama selalu menarik dalam masyarakat Muslim karena posisi mereka yang terhormat sebagai pewaris nabi, pembimbing umat, dan penjaga moral. Namun, dinamika kontemporer memunculkan tantangan internal dalam organisasi keagamaan akibat kaburnya batas antara hakikat ulama, nisbat ulama, dan mereka yang terlanjur disebut ulama.
**1. Hakikat Ulama Sejati**
Berdasarkan QS. Fathir ayat 28, ukuran utama seorang ulama bukanlah popularitas, jabatan, jumlah pengikut, atau gelar akademik, melainkan *khasy-yah* (rasa takut dan takzim kepada Allah) yang lahir dari kedalaman ilmu. Ulama sejati dicirikan oleh integritas tinggi: semakin luas ilmunya, semakin rendah hatinya, dan semakin besar kepeduliannya pada umat. Sebagai pewaris para nabi (*warasatul anbiya'*), mereka mengemban amanah berat yang memadukan tiga dimensi utama: kedalaman ilmu, kemuliaan akhlak, dan keteladanan amal.
**2. Kelompok Nisbat Ulama**
Kelompok ini mencakup individu yang memiliki hubungan dengan dunia keulamaan, tetapi bukan ulama dalam pengertian hakiki. Mereka adalah aktivis umat, penggerak organisasi, pengelola pendidikan, mubalig, dai, dan guru agama. Peran mereka sangat berjasa bagi umat meskipun tidak semua memenuhi kriteria ulama klasik. Termasuk di dalamnya adalah keturunan ulama atau trah keagamaan. Perlu dipahami bahwa kehormatan nasab dapat diwariskan, tetapi ilmu, akhlak, dan ketakwaan harus diperjuangkan sendiri.
**3. Fenomena "Terlanjur Disebut Ulama"**
Era digital mempercepat bias otoritas keagamaan, di mana popularitas media sosial sering kali mengalahkan kedalaman ilmu. Seseorang yang cakap berbicara di depan kamera atau memiliki banyak pengikut dengan cepat dilabeli ustaz, kiai, atau ulama. Padahal, tradisi Islam menetapkan proses panjang untuk menjadi ulama, seperti belajar kepada guru bersanad dan menguasai disiplin ilmu. Akibatnya, masyarakat kerap mencampuradukkan ulama sejati dengan dai, motivator, atau selebriti religi.
**4. Tantangan dan Pergeseran Nilai**
Krisis moral terjadi ketika simbol agama dijadikan instrumen untuk memperebutkan kekayaan, jabatan, dan fasilitas politik. Ketika mimbar dakwah berubah menjadi tangga kekuasaan, marwah ulama menjadi dipertaruhkan. Fenomena figur agama yang berselisih demi materi dapat mengikis kepercayaan masyarakat dan generasi muda, membuat mereka kehilangan sosok keteladanan. Dalam perspektif tasawuf, cinta dunia (*hubb al-dunya*) seperti gila jabatan adalah penyakit hati. Islam tidak melarang kekayaan, tetapi menuntut ulama meletakkan dunia di tangan, bukan di hati.
**Kesimpulan**
Agenda mendesak umat saat ini adalah mengembalikan marwah ulama kepada posisi semestinya. Kehormatan mereka tidak dibangun oleh kemewahan fasilitas atau jabatan, melainkan oleh kedalaman ilmu, keberanian moral, dan keikhlasan mengabdi. Di hadapan Allah, kesempurnaan seorang hamba tidak diukur dari gelar pemberian manusia, melainkan dari ilmu yang diamalkan dan ketakwaan yang nyata.
Buku-buku tersebut akan digilir ke rumah-rumah di sekitaran TBM Gembira Bukit Karan. Para kader TBM akan bertugas menggilir buku-buku terseb
Disperpusip Padang Luncurkan Program 1000 Buku untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat
Redaksi
Minggu, 2/06/2024 | 13:06 WIB
Disperpusip Padang Luncurkan Program 1000 Buku untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat
Padang, Padangkita.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang baru saja meluncurkan program 1000 buku di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gembira, Kampung KB Bukit Karan, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan.
Kepala Dispusip Kota Padang, dr. Ferri Mulyani Hamid M. Biomed, menjelaskan bahwa program 1000 buku ini merupakan bagian dari inovasi Pustaka Balega.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi dan gemar membaca di kalangan masyarakat," kata dr. Ferri dikutip Minggu (2/6/2024).
Dalam program ini, Dispusip menyerahkan 1000 buku yang dikemas dalam 200 tas, dengan masing-masing tas berisi lima buku.
"Buku-buku tersebut akan digilir ke rumah-rumah di sekitaran TBM Gembira Bukit Karan. Para kader TBM akan bertugas menggilir buku-buku tersebut setiap 15 hari," sambungnya.
Mereka akan menjemput buku-buku dari satu rumah, kemudian mengganti dengan buku yang diambil dari rumah lain, dan begitu seterusnya.
Ferri berharap program ini dapat meningkatkan literasi dan membuat masyarakat lebih literat.
"Dengan literasi yang tinggi, masyarakat tidak lagi gagap informasi dan memahami literasi secara utuh," terangnya.
Buku-buku yang dibagikan dalam program ini terdiri dari buku cerita anak-anak, buku pendidikan, dan buku pelajaran aneka keterampilan.
Saat ini, kata dr. Ferri, terdapat 24 TBM di Kota Padang. Idealnya, setiap kelurahan memiliki satu TBM.
"Kita mendorong setiap kelurahan untuk memiliki minimal satu perpustakaan di kelurahan dan satu perpustakaan yang dikelola masyarakat," ucapnya.
Ketua TBM Bahagia, yang juga ketua Kampung KB Bukit Karan, Serka Iwan AP, menyambut baik program 1000 buku ini.
"Kampung KB sebagai leading sektor pembangunan berbasis masyarakat, memang membutuhkan dukungan dan berbagai intervensi program," paparnya.
Baca Juga: SMAN 5 Padang Raih Juara Kedua Pustaka Terbaik Se-Sumbar, Pembinaan Berbuah Manis
Serka Iwan optimis bahwa program ini dapat meningkatkan literasi, mengembangkan wawasan, dan memicu lahirnya inovasi-inovasi baru di tengah masyarakat, terutama bagi kreativitas generasi muda. [*/hdp]
*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News
Mahasiswa Sumbar 2022
Jumlah Mahasiswa di Sumbar Capai 224.361 Orang, Terbanyak di Unand dan UNP
https://kumparan.com/langkanid/1xiTrqDhjeF?utm_source=Desktop&utm_medium=copy-to-clipboard&shareID=pjjMrakIoOGq
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat jumlah mahasiswa di Sumatera Barat mencapai 224.361 orang yang tersebar di 124 perguruan tinggi, baik itu negeri maupun swasta.
ADVERTISEMENT
Dari data BPS itu menyebutkan total jumlah mahasiswa tersebut, berasal dari 98 perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mencapai 177.767 orang.
Serta 46.594 orang mahasiswa dari 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah Kementerian Agama.
Sementara untuk jumlah mahasiswa paling banyak berada di Kota Padang yakni mencapai 175.675 orang.
Bila dari dari segi perguruan tinggi, Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, memiliki jumlah mahasiswa yang terbanyak dari perguruan tinggi lainnya yang ada di Sumatera Barat.
21/5/2023 Zoom
Jangan Lupa Subscribe Chanel https://www.youtube.com/channel/UCJS8e5S7Bbf4cctlJenY2Uwhttps://www.youtube.com/c/LiputanPadangTVhttps://www.yo
https://mimbarsumbar.id/periode-kedua-prof-musliar-kasim-kembali-pimpin-icmi-orwil-sumbar-2023-2028/
Periode Kedua, Prof. Musliar Kasim Kembali Pimpin ICMI Orwil Sumbar 2023-2028
Views: 67
Ketua terpilih Prof Muskiar Kasim dan ketua panitia pelaksana Muswil ICMI Sumbar serta sejumlah tokoh foto bersama usai Muswil, Sabtu (15/4/2023). (foto dok/ald)
PADANG, mimbarsumbar.id — Sah., Prof. Musliar Kasim kembali terpilih aklamasi untuk periode kedua sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumbar periode 2023-2028 dalam Musyawarah Wilayah VI (Muswil VI), Sabtu (15/4/2023) di aula Kampus Universitas Baiturrahmah Padang.
Tak lama, tak sampai setengah jam, Muswil dengan pimpinan sidang Guspardi Gaus, telah menghasilkan ketua baru pwriose 2023-2028. Tanpa persebatab, Guspardi yang langsung mendaulat Prof. Musliar Kasim untuk kembali memimpin ICMI Orwil Sumbar untuk periode keduanya, mendapat teriakan “setuju” dari peserta Muswil VI.
Dukungan langsung peserta Muswil VI, meski Prof. Musliar berusaha mengelak dengan alasan kaderisasi, namun sejumlah peserta muswil berharap Prof Musliar yang saat ini menjabat Rektor Universitas Baiturrahmah untuk menerima keinginan floor.
“Tidak ada alasan bagi Pak Musliar untuk menolak kepercayaan yang diberikan peserta muswil. Ini amanah. Kalau Pak Musliar beralasan kaderisasi, kan bisa dilakukan dengan cara lain,” ujar Hj. Emma Yohana, anggota DPD RI Dapil Sumbar.
Begitu juga dukungan dari Asnawi Bahar agar Prof. Musliar menerima amanah tersebut. Sejumlah dukungan juga disampaikan peserta muswil lainnya, sehingga pimpinan sidang muswil Guspardi Gaus pun ketok palu.
“Sah. Prof Musliar Kasim kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum ICMI Orwil Sumbar periode 2023-2028. Dan selanjutnya kita pilih tim formatur dengan Pak Musliar sebagai ketuanya,” tegas Guspardi.
Sidang muswil juga menetapkan Anggota Formatur ICMI Orwil Sumbar 2023 – 2028 yang terdiri dari
Baca Juga: Ditutup Gubernur Sumbar, Silaknas ICMI Ke-29 di UNP Hasilkan 9 Rekomendasi
Prof. Dr. Musliar Kasim, M.Si (Ketua formatur), dengan anggota Prof. Ganefri, Ph.D, Dr. Shofwan Karim, MA, Drs. Guspardi Gaus, MM, Ir. Insannul Kamil, Ph.D, Dr. Endrizal, M.Si, Dra. Emma Yohana, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, Zahirman, S.Sos mm
“Sebenarnya, lah mambana urang rumah. Alah tu mah Pa, agiahan lah ka urang lai.. Namun karena amanah ini kembali dikembalikan ke saya, maka saya siap menerimanya,” ujar Prof. Musliar dalam sambutannya sebagai ketua terpilih.
Sebelumnya, Prof. Ganefri menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus ICMI periode 2018-2023 mewakili Ketua Prof. Musliar Kasim.
Prof. Ganefri memaparkan perjalanan kepengurusan ICMI 2023-2028, dengan berbagai kegiatan dalam upaya mensosialisasikan dan kontribusi ICMI dalam pembangunan Sumbar.
Baca Juga: Arab Saudi Kembali Buka Umrah bagi Jamaah Indonesia, Arlan: Angin Segar bagi Anggota ASITA Sumbar
Ketua panitia pelaksana Muswil ICMI, Insannul Kamil mengaku sangat senang dan gembira atas proses musyawarah mufakat yang berlangsung selama kegiatan berlangsung, sehingga semua rangkaian agenda muswil dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Sangat membahagiakan, proses musyawarah mufakat sebagai ciri khas urang minang, telah terjadi di dalam muswil ini sehingga dengan mudah melahirkan ketua,” pungkas Pak Nanuk sapaan Wakil Rektor III Unand ini. (ms/ald)
PADANG, mimbarnasional.com — Sah., Prof. Musliar Kasim kembali terpilih aklamasi untuk periode kedua sebagai Ketua […]
Musliar Kasim Terpilih Kedua Kalinya Ketua ICMI Orwil Sumbar 2023-2028 secara Aklamasi
Foto bersama peserta Muswil dengan gubernur Sumbar, Sabtu (15/4/2023). (foto dok).
Padang, Analisakini.id-Profesor Musliar Kasim kembali terpilih aklamasi untuk periode kedua sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumbar periode 2023-2028 dalam Musyawarah Wilayah VI (Muswil VI), Sabtu (15/4/2023) di aula Kampus Universitas Baiturrahmah Padang.
Tak lama, tak sampai setengah jam, Muswil dengan pimpinan sidang Guspardi Gaus, telah menghasilkan ketua baru periode 2023-2028. Guspardi yang langsung mendaulat Musliar Kasim untuk kembali memimpin ICMI Orwil Sumbar untuk periode keduanya, mendapat teriakan “setuju” dari peserta Muswil VI.
Dukungan langsung peserta Muswil VI, meski Musliar berusaha mengelak dengan alasan kaderisasi, namun sejumlah peserta muswil berharap Musliar yang saat ini menjabat Rektor Universitas Baiturrahmah untuk menerima keinginan floor.
“Tidak ada alasan bagi Pak Musliar untuk menolak kepercayaan yang diberikan peserta muswil. Ini amanah. Kalau Pak Musliar beralasan kaderisasi, kan bisa dilakukan dengan cara lain,” ujar Hj. Emma Yohana, anggota DPD RI Dapil Sumbar.
Begitu juga dukungan dari Asnawi Bahar agar Musliar menerima amanah tersebut. Sejumlah dukungan juga disampaikan peserta muswil lainnya, sehingga pimpinan sidang muswil Guspardi Gaus pun ketok palu.
“Sah. Profesor Musliar Kasim kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum ICMI Orwil Sumbar periode 2023-2028. Dan selanjutnya kita pilih tim formatur dengan Pak Musliar sebagai ketuanya,” tegas Guspardi.
Sidang muswil juga menetapkan Anggota Formatur ICMI Orwil Sumbar 2023 – 2028 yang terdiri dari
Prof. Dr. Musliar Kasim, M.Si (Ketua formatur), dengan anggota Prof. Ganefri, Ph.D, Dr. Shofwan Karim, MA, Drs. Guspardi Gaus, MM, Ir. Insannul Kamil, Ph.D, Dr. Endrizal, M.Si, Dra. Emma Yohana, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, Zahirman, S.Sos mm
“Sebenarnya, lah mambana urang rumah. Alah tu mah Pa, agiahan lah ka urang lai.. Namun karena amanah ini kembali dikembalikan ke saya, maka saya siap menerimanya,” ujar Prof. Musliar dalam sambutannya sebagai ketua terpilih.
Sebelumnya, Prof. Ganefri menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus ICMI periode 2018-2023 mewakili Ketua Prof. Musliar Kasim.
Prof. Ganefri memaparkan perjalanan kepengurusan ICMI 2023-2028, dengan berbagai kegiatan dalam upaya mensosialisasikan dan kontribusi ICMI dalam pembangunan Sumbar. (rls)
#icmi sumbar
Gerakan pemikiran dan gerakan aksi. Though and action. Itulah ICMI. Repleksi dan kerja . Tema tepat skrg : Inspiratif dan Transformatif.
Di antaranya Prof Muhadjir, Prof Arif Satria, Prof Amani, Prof Armai, Dr Priyo Budisantoso, dan Ibu Omi Nurchilish Masjid pada Pembukaan Silaknas dan Milad ICMI 3/12/2022 di Auditorium Prof Habibie, Gedung BRIN d/h BPPT Jl Thamrin Jakarta.
Presiden diwakili Menko PMK Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP mebuka Silaknas ICMI 3/12/22 dan Milad 32 di Auditorium Prof Habibie Gedung BRIN Jl Thamrin Jakarta. (5)
ICMI 3/12/2022.
Life time
Presiden diwakili Menko PMK Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP mebuka Silaknas ICMI 3/12/22 dan Milad 32 di Auditorium Prof Habibie Gedung BRIN Jl Thamrin Jakarta. (4)
Renovasi Gedung ICMI Warung Buncit Jkt. Tanah dan Gedung awal wakaf
Klg Prof Habibie
5000 m2 tanah Wakaf di Bogor Prof Arif Satria Ketum MPP ICMI sekarang utk Pendidikan Insan Cendekia.
Silaknas-Milad ICMI 32 Jkt diperingati 3/12/2022. (1)