Sebut Saja Kado Ulang Tahun (Part 1)
Lama tak menyapa tumblr..
Kali ini mau nulis sesuatu ya anggap saja curahan hati.. iya hatiku. 😜
Okay.. bermula akhir tahun lalu (2015) mengikuti rangkaian tes PPPJ (Pendidikan Pelatihan & Pembentukan Jaksa) dan sebulan kemudian dinyatakan LULUS dimana pppj baru dimulai pada bulan Mei 2016 dikarenakan aku masuk ke dalam daftar gelombang 2. PPPJ ini dilaksanakan selama 6bulan.
Persiapan pun tlah aku lakukan baik fisik (olahraga rutin), mental, rohani maupun materi. Termasuk eng-i-eng seluruh perkakas kos sudah ludes dan baju buku pun sudah dikirim ke Jogja.
Akhirnya.. aku pun berangkat PPPJ usai berpamitan dg seluruh pegawai dan teman-teman di Alor. Sebelum ke Jakarta mampir dulu ke rumah Jogja minta doa restu mbah kung & mbah uti.
Dan PPPJ pun dimulai… masuk pada Kelas XIV (satu kelas 40 siswa). Dan dapat kamar Mawar nomor 506 sekamar berdua dg teman asal Jember unit kerja Tanah Toraja.
Suka duka pppj banyak. Dari awal yang punya teman dari seluruh Indonesia tp dikelas dominasi anak Sumatera Utara kebanyakan orang Batak. Latihan fisik sudah makanan sehari-hari, baris berbaris, keliling lapangan, naik turun tangga ke lantai 5 untuk belajat dikelas (dilarang pakai lift). Belajar materi dari pagi sampai sore bahkan kelas malam juga dg widyaiswara (dosen) yg beraneka ragam dengan total 33 mata kuliah. Sabtu pagi jam 08:00 -12:00 latihan beladiri karate yg bikin gosong dijemur dilapangan ditengah terik matahari ibu kota.
STOP! sekilas gambaran PPPJ seperti itu berulang selama 6 bulan full. Dimana setiap kegiatan pagi, siang, malam terdengar bunyi terommmpeeeetttt!
Nah ini, puncaknya PPPJ tanggal 04 November yaitu pelantikan yg artinya dinyatakan LULUS sah jadi Ndoro Jekso dan yg terpenting pembagian SK Penempatan Baru!
Ku kuatkan hati trima SK dan udah niat banget nanti yg buka SK pertama kali harus Ibu (Ortu datang waktu pelantikan).
SK akhirnya dibuka dibaca dari atas sampai bawah daaaaan dyaaaaaar bagai kilat disambar petir siang bolong ternyata penempatanku kembali ke Pulau Alor.
Kulihat ada gurat raut kekecewaan diwajah Ibu & Bapak. Dan aku pun tak kuasa menahan kesedihan berlari masuk ke kamar asrama disusul Bapak & Ibu yg kemudian beliau berdua pamit balik ke penginapan. Terlihat jelas Bapak sangat kecewa aku penempatan Alor (lagi) sehingga duluan berpamitan tanpa membantu aku mengemas barang-barang.
Terlihat senyum merekah dari teman-teman yg penempatan dapat dekat. Dan aku pun hanya dapat meneteskan air mata nangis sesegukkan yg pastinya iri dg mereka.
Ku kuatkan hati akhirnya packing dan esoknya bersama Bapak & Ibu terbang ke Jogja.
Depresi kecewa stress jelas jadi satu! Kalau diukur skala 1-100 mungkin depresi ku sudah masuk 99,5% hampir gila masih sisa 0,5% cuma bisa melek doank. Otak ga bisa mikir, hati hancur & badan remuk redam.
Puluhan chat & telp masuk pun enggan ku baca ataupun angkat. Hp fungsinya satu cuma lihat email tiket sama game doank! Dan akhirnya mobile data aku off kan.
Kurang lebih iya lima hari hidup kayak mumi dari hari sabtu-rabu badan panas, tensi turun, akibat 3 hari 3 malam ga tidur ga makan. Yg ada malah ngecat kamar sampai jam setengah 12 malam lanjut nonton korea sampai subuh.
Rabu siang usai mengantar ortu ke bandara barulah otak & hati rada bs nerima. Ku buka hp satupersatu chat aku balas, telpun masuk aku terima. Chat pun mainstream semua isinya pertanyaan ‘penempatan mana’. Hmmmph!
Ada teman pun bertanya.. “Woii seminggu ngilang ga ada kabar, socmed lu jg sepi, lu kenapa? Masih hidupkan?” Lumayan ini chat bikin ngakak terhibur dikit.
Iya seminggu dirumah ga kemana-mana, ga ngapa-ngapain. Tp masih ingat mandi walau sehari sekali. Hahhaa (Jogja dingiiin woii *ngeles)
Tanpa sadar lihat ke kaca kudapati.. wew wajahku penuh jerawat merah-merah diseluruh muka mirip orang alergi. Waduw.. padahal kemarin pppj ga kayak gini.
Akibaaat stresssssed!!!
*to be continued…
Ngantuk! 😴