Sadarlah Diri #1
Langit bersemu kelabu, mendung. Aku terpaksa menghirup udara menyesakkan, sembari menyapa hari yang terus laju. Pada dunia yang racun, diri berlari hilang arah. Masih gelisah, serupa rindu yang belum sampai. Diri jatuh pada gelap yang asing, terpuruk sampai dasar. Di titik itu, lamat-lamat diri menyesap sepersekian tetes bulir hikmah dari Sang Pemilik nama Agung: Al-Qaabidh dan Al-Baasith. Oh, rupanya diri masih ingkar pada fitrah. Menyeret hati dengan tertatih, mengharap imbalan cahaya.











