Sesulit apapun jalannya, teruslah berjalan. Seburuk apapun hasilnya, hidup harus terus kamu lanjutkan. Karena masih ada "happy ending" yg menantimu di ujung sana..
seen from China
seen from Netherlands
seen from Italy
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from Italy
seen from Italy
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Argentina
seen from United States

seen from Italy

seen from Italy
seen from United States

seen from Italy
Sesulit apapun jalannya, teruslah berjalan. Seburuk apapun hasilnya, hidup harus terus kamu lanjutkan. Karena masih ada "happy ending" yg menantimu di ujung sana..
Kalau Sulit, Mungkin Tidak Perlu Dicari
Ada kalanya, aku merasa bahagia sangat sulit ditemukan. Di keseharian yang begini-begini saja, entah mengapa, susah sekali menemukan bahagia. Ingin rasanya dengan mudah aku melihatnya, lalu mengajaknya duduk bersama barang sebentar. Namun, bagaimanalah? Bisa jadi bahagia enggan mampir dan lebih memilih bersembunyi. Padahal, aku membutuhkannya.
Jika sudah begini, aku harus apa? Aku kan, mustahil memaksanya datang. Bahagia, kamu di mana, sih? Datang dan temani aku di sini.
Ya, barangkali, bahagia tidak usah dicari. Kalau memang sulit, mungkin bahagia tidak perlu dicari. Mungkin, aku cukup melakukan satu hal atas hidup: terus menjalani. Ketika bahagia terlalu rumit untuk disingkap, aku hanya perlu terus menjalani hidupku. Kala bahagia terasa sulit diminta hadir, aku hanya perlu terus menjalani hidupku. Jalan, jalan terus. Tidak bahagia, tidak mengapa. Tidak bahagia sekarang, tidak mengapa.
Yang terpenting, jalan. Jalan terus.
Senantiyasa, 2025.
Memang butuh waktu yang lama dan proses yang panjang Iya, terlihat sulit. Tapi bukan berarti gak bisa.
mengutarakan rasa
banyak yang pandai bicara. banyak pula yang mudah menguntai kata dalam tulisan. meski demikian, kadang manusia lebih memilih menyembunyikan rasa. bukan karena tidak mampu menyampaikan, tapi karena merasa kurang aman dalam perasaannya.
beberapa manusia hidup nyaman dalam persembunyiannya, dalam upayanya melawan rasa khawatir atas apa yang sudah dipendam. meski tidak tahu sekuat apa untuk bertahan.
layaknya jalan hidup yang beragam, jalan pikir manusia terlalu rumit untuk ditebak. sesulit menebak alasan manusia untuk mengutarakan rasa.
Masa-masa sulit yang kau alami itu seperti kamu berjalan di hutan belantara. Tapi ketahuilah, selama apa pun masa-masa sulit itu kau rasakan tetaplah percaya bahwa ujungnya akan kau temui. Seperti hutan belantara yang pasti memiliki ujung, begitu pun masa-masa sulitmu. Sebab semua yang ada di dunia ini memiliki masa, tidak selamanya. Semua memiliki jangka waktu masing-masing. Maka jika kamu belum menemukan ujungnya, tetaplah berjalan hingga langkahmu yang entah keberapa akan menuntunmu keluar darinya.
@penaalmujahidah
Rasa sakit yang kita ciptakan sendiri biasanya sulit untuk di sembuhkan oleh orang lain. Sadari sumber dari rasa sakit tersebut dan mulailah berdamai. Sadari bahwa orang lain tak selalu bisa memberi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sadari bahwa diri kita tidak selalu dalam keadaan baik-baik saja.
Ris sutanto
Sulit
Sulit dipercaya, orang yang begitu mencintai hidup akan meninggalkan hidup itu sendiri.
Kerelaan untuk tiada. Bagaimanapun perihnya kesadaran itu, kita harus tetap rela, bahwa kita akan diantar pada gerbang perpisahan oleh hidup yang kita cintai ini. Bisakah kita menginterupsi??
Jikapun bisa, kita tak pernah sepenuhnya dapat menginterupsi. Cepat atau lambat, kita harus mengakhiri segala kenikmatan ini. Lalu apa nikmatnya hidup jika ia akan berakhir?
Kau harus mengerti, bahwa hidup ini penuh kenikmatan, karena ada kesadaran jauh di sana, bahwa kita akan tiada.
Kamu harus menyadari, bahwa mengapa kita perlu seseorang, entah itu kawan, kerabat, pasangan bahkan keturunan, karena kita akan tiada dan hilang.
Semua kesadaran itu, membuat segala hal yang kita miliki, semua yang kita usahakan, seluruh nafas, tempat dan apapun yang kita habiskan dan lewati, menjadi berharga karena kita akan meninggalkannya.
.
.
@nidzomizzuddien
A suliba antiszociális.
A buliba részeg.
Otthon szomorú.
És senki nem vesz észre.