Menelusuri Bandung Minggu pagi adalah sebuah aktivitas yang tak boleh dilewatkan untuk Anda coba. Saya pilih kata menelusuri karena aktivitas ini bukan sekedar jalan-jalan ke suatu tempat saja, lebih dari itu, banyak hal yang dapat dipantau, dilihat lebih dalam, direnungi lebih banyak.
Menelusuri Bandung Minggu pagi adalah sebuah bentuk gambaran masyarakat yang mungkin selama ini selalu kita lalui begitu saja tanpa menggali manfaat darinya. Apalagi untuk orang rumahan, komplekan, apartemenan yang kurang bersosialisasi dengan sekitarnya. Apalagi untuk orang kantoran yang selalu diburu waktu untuk absen di kantor, meeting bersama staf, atau kerjaan di batas tenggat deadline. Pada saat pulang yang pikirannya pun berisikan tentang masalah kantor, lelah penat yang dirasa, hingga menganggap hanya istirahat yang dibutuhkan ketika sampai rumahnya. Atau cerita tentang mahasiswa yang haha hihi di dalam mobilnya bersama teman sepermainan menuju tempat hits untuk kepentingan panjat sosial, eh bukan, katanya ini untuk reward selepas kuliah, ujian, dan tugas-tugas yang tak ada henti (Padahal, setiap minggu rasanya terlihat update di tempat baru). Tidak ada yang salah dengan semuanya, yang penting tidak berlebihan, sesuai kemampuan. Tapi, sesekali telusurilah Bandung Minggu pagi.
Boleh berjalan kaki, jogging bila mampu, atau bersepeda bila suka. Saya sarankan tidak dengan mobil atau motor. Terlalu cepat, tidak bisa menikmati, melihat sekeliling dengan seksama.
Masyarakat Bandung Minggu pagi adalah secuil kehidupan yang banyak ragamnya. Kalian bisa menemukan mereka yang jogging di jalan Gatsu, Laswi, Buah Batu, mereka yang bersepeda gerombolan, keluargaan, atau couplean di daerah Dago Atas, ITB, sekitarnya, penjual-penjual yang sedang menyiapkan dagangannya di sekitar Gasibu, para pengendara odong-odong yang sedang mengayuh entah kemana, saya rasa di sekitar Gasibu juga. Atau pasar jajanan pasar di Buah Batu yang saya baru sadari ternyata mereka menjual barang yang mirip, bahkan mereka berbagi meja, tapi tak pernah mereka mengajak Anda untuk membeli di mejanya selagi Anda berada di meja pedagang sebelah, berbagi pelanggan. Atau CFD yang riuh ramai dengan manusia kecil besar tua muda, bayi juga ada, pedagang, aksi, promosi, banyak lagi. Atau taman-taman kota Bandung yang beragam namanya, Superhero, Pustaka Bunga, Vanda, Balkot, Lansia, lainnya yang mulai dipenuhi juga beragam penjaja makanan ringan dan minuman. Atau Anda bisa menyadari dan merasakan lengangnya jalan raya Bandung seperti masa 10-20 tahunan yang lalu.
Anda bisa menggali manfaat dari setiap manusia yang Anda lihat di Minggu pagi. Perjuangannya para pedagang, kebersamaannya para pesepeda, riangnya anak-anak bermain di taman-taman, banyak pelajaran. Tentu kawan-kawan lebih ahli dalam mengambil manfaat dari setiap momen yang akan Anda gunakan di Minggu pagi.
Atau kadang, manfaatnya memang bisa lebih nyata lagi, seperti rumah-rumah kontrakan tempat nanti bernaung, rumah-rumah yang dijual di sekitar Bandung, tempat-tempat pilihan untuk makan, bercukur, menyervis motor mobil, percetakan kartu undangan, pusat souvenir pernikahan, lapangan dan gor tempat olahraga, atau mesjid-mesjid yang sesekali bisa dikunjungi.
Menelusuri Bandung Minggu pagi adalah sebuah refleksi juga,
Sudah melakukan apa untuk Bandung yang kita cintai ini?
Lakukanlah sesekali. Boleh sendiri, sembari membeli beberapa makanan minuman untuk keluarga, teman, tetangga dekat rumah. Atau bersama Ibu Bapak Adik Kakak. Nikmatilah. Bersyukurlah. Berterima kasihlah. Doakanlah.