Ajaib
Agak aneh sih pake kata “ajaib” karena rata-rata zaman sekarang orang akan memakai judul kekinian (so-soan-bahasa-inggris) dengan judul “MAGIC” #abaikan
Berawal dari sebuah chat penting tidak penting teman di grup berisi kalimat yang memotivasi saya untuk melakukan sesuatu yang positif. Lalu jawaban saya “ajaib sih kalau nessa ngelakuin itu” (read : ajaib-sih-kalau-nessa-bisa-lari-setiap-hari-minggu).
Kenapa saya bilang ajaib karena hal itu merupakan hal yang paling sulit saya lakukan dengan alasan hari libur adalah waktunya istirahat (yang-dimaksud-disini-adalah-mager). Sudah sering mencoba hal itu dari awal semester 3 tapi selalu berujung wacana. Jadi menurut saya hal itu ajaib apabila terjadi.
Ngomong-ngomong soal ajaib, ajaib menurut KBBI itu..
ajaib1/aja·ib/ a ganjil; aneh; jarang ada; tidak seperti biasa; mengherankan
Bukan berarti hal-hal yang ajaib itu abnormal. Bukan. Tapi bisa juga sesuatu yang normal yang memang jarang terjadi di kehidupan kita. Nah disinilah biasanya kenapa ajaib itu menarik perhatian dan gampang diingat. Karena dia(si-ajaib-ini) berbeda dari biasanya atau istilah kekiniannya antimainstream. Salah satu yang ajaib-ajaib itu biasanya tukang sulap. Dia terkenal karena dia ajaib (dan penuh trik). Makanya dia gampang diingat penonton.
Lalu kenapa saya bahas panjang lebar tentang ajaib? Karena entah kenapa di otak saya ajaib itu seolah-olah bisa ngeluarin mantra Harry Potter terus terbang pake sapu lidi. Keliling kota Bandung tanpa ngerasain macet. Bisa pulang pergi RSHS-puskesmas panghegar (yang-ternyata-di-ujung-berung) tanpa harus di PHPin mang Go-car,Uber dan Grab-car. Iya sih Harry Potter memang ajaib, tapi itu film bukan dunia nyata.
Nah ternyata kita bisa loh buat dunia nyata se-ajaib Harry Potter dan kawan-kawan tapi gak sampe bisa naik sapu terbang sih. Sebatas meng-ajaibkan (bahasa apa ini) aktivitas sehari-hari kita menjadi lebih berbeda dan tidak seperti biasanya alias mengherankan. Seperti hadits ini :
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”
Hadist ini sebenarnya #selfreminder bahwa gimana caranya hari kamu terus lebih baik dari hari sebelumnya. Nah jawabannya adalah “ajaib”. Bukan. Bukan jawabannya cuma ajaib. Tapi ini challenge bagi siapapun untuk berusaha membuat harinya penuh dengan keajaiban agar mampu menerapkan hadits diatas.
Intinya adalah ketika hari kita penuh dengan keajaiban maka artinya hari kita akan berbeda setiap harinya. Ini hanya sebuah jembatan (yang-dibuat-memaksa) untuk membuat hari ini lebih baik daripada kemarin. Jadi, keajaiban apa yang sudah terjadi hari ini?
DuniaNessa
Bandung, 27 September 2016












