Kenalkan, dia akan menjadi teman jalan saya untuk menjelajah alam Indonesia. :D
Jules of Nature
Cosmic Funnies
Sade Olutola
i don't do bad sauce passes

Origami Around
$LAYYYTER
Sweet Seals For You, Always

JBB: An Artblog!
Alisa U Zemlji Chuda
noise dept.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
YOU ARE THE REASON
AnasAbdin
Peter Solarz

Product Placement
trying on a metaphor
Show & Tell
hello vonnie

★

seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Romania
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
@ilyasasadh
Kenalkan, dia akan menjadi teman jalan saya untuk menjelajah alam Indonesia. :D
Senja di Kaki Langit
Berjalan menapaki tiang-tiang bumi Menikmati hangatnya pelukan kabut Bermesraan dengan peluh darah Menyanyikan sunyi senyap nyanyian hutan
Sinar bias menembus sela-sela hutan Menyapu ruang-ruang kelam penuh tanda tanya Mengidupi kehidupan yang mulai mati Mendinginkan, bias pikir waktu yang tak tampak
Langit disini lebih indah Biru, cerah, bersih Bercorak awan-awan putih tebal tipis Sesekali kabut malu-malu menampakkan diri Bukan, bukan kabut penuh noda putih ala kota
Ketika tiada lagi kaki mendaki aku lihat, senja sudah tiba di kaki langit Hendak meninggalkan 180 ku Dia, tiada lagi bersamaku
Di kaki langit, senja tersenyum meredup Menghilang, dengan tawa tanggung Tawa sisa itu dinyanyikan oleh rembulan Hangat yang hampir membakar itu tergantikan Oleh selimut ketenangan yang sejuk dingin memeluk diri Di kaki langit, aku sadar Bahwa senja yang indah tiada pernah pergi Dia tetap berdiri bermain dengan perannya yang lain Di kaki langit, aku melihat tentang 180ku yang lain
© @Ilyasasadh
Jangan Payah Seperti Uncle, Nak
Setiap kali menggendong Arfa ketika dia terlelap, sambil mengelus kepalanya dalam hati selalu memanjatkan doa agar kelak dia tumbuh menjadi seorang mujahid tangguh pejuang Islam. Dan di akhiri dengan, "Jangan jadi seorang yang payah seperti uncle, nak."
Bila kamu jatuh cinta, jangan sampai membuat orang yang kamu cintai itu ikut jatuh.
Jagalah orang yang kita cintai dari ketidakmampuan kita menjaga diri. Karena, tugas kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tapi juga menjaga orang lain dari perasaan yang kita miliki kepadanya :) ©kurniawangunadi (via kurniawangunadi)
InshaaAllah, berhenti berharap dan perbanyak doa juga, bukan? :)
Tentang Ruang Kecil
Waktu tidak bisa dihentikan. Dia akan terus berjalan, detik demi detik. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Hingga tahun berganti dengan tahun. Sengaja atau tidak, ada ruang kecil yang terbuka sedikit demi sedikit. Perlahan harapan demi harapan mengisi ruang itu, bila tiada bijak mengolah harapan, dia akan penuh dan rusak begitu saja. Menyisakan bongkahan yang tiada lagi pernah utuh, sebesar apapun usaha tuk perbaikinya.
Mungkin secara sadar kita tak ingin memperbesar ruangnya. Tapi secara tidak sadar kita terus mengisinya dengan harapan tadi. Tidak memperbesarnya dengan kebesaran hati akan takdir Allah. Sehingga ruang tadi sudah terlalu penuh dan hancur pada akhirnya. Dan dalam hidup, normalnya, tidak hanya satu ruang kecil yang terbuat. Ada yang begitu saja lenyap ditelan waktu, ada juga yang lenyap karena tergantikan, ada pula yang memang sudah hancur karena tiada bijak mengelola harapan tadi.
Perlahan, kita akan mulai melihat dia, mereka –yang pernah mengisi ruang itu– bahagia dengan kehidupan yang akhirnya telah mereka temukan. Kembali, kebijakan hati akan menentukan kemana hati akan hidup. Apakah hancur dan hilang dibawa takdir manusia lain? Atau memilih ikhlas dan melenyapkannya dengan senyum keikhlasan yang tulus? Keputusan selalu ada di tangan kita.
Ruang itu merupakan bagian hati, yang jika hancur, maka hancurlah beberapa bagian hati kita. Apabila kita tidak pandai menjaganya, sehingga dicuri oleh orang lain, maka, hilang pula beberapa bagian hati kita itu –bergantung pada sebesar apa ruang itu.– Lagi, dalam hidup, kamu yang tentukan seberapa besar ruang itu. Sungguh tidak bijak menyalahkan keadaan, selalu hati yang tidak pandai mengelola harapan itulah yang salah.
Tetapi kita selalu bisa memilih untuk menumbuhkan lagi ruang uang baru, hingga akhirnya ruang itu Dia izinikan untuk kekal dan besar. Dan pepatah itu selalu benar, bahwa pada akhirnya, waktu lah yang menjadi obat terbaik untuk menemani pemulihan hati, cukup ditambahkan sedikit keikhlasan, kita bisa mulai bangun ruang yang telah hilang tadi. Agar esok, kita bisa dengan bahagia dan ikhlas dengan pilihan-Nya, yang memang yang paling ‘klop’ untuk menemani sisa perjalananmu. Menjadi partner terbaik untuk menyelesaikan sisa lembaran petualangan hidup yang ada, juga saling menjadi kerabat terbaik untuk berjalan mencari kunci syurga-Nya.
Manusia Jelmaan tuhan
Matanya, adalah anaknya Otaknya adalah utusannya Mulutnya adalah eksekutornya Penglihatanmu lewati batas pandang Pikirmu lintasi semesta alam Perkataanmu pemutus takdir Sungguh, kau manusia jelmaan tuhan Batas imaji kau pecah Ruang waktu kau tembus Takdir seseorang berada di katamu Sungguh, kau manusia jelmaan tuhan Tapi, sungguh Tidak untuk takdirku, hidupku, bahagiaku Kau boleh berkata apapun tentangku Mengubah takdir di mata tuhan lainnya Tapi, sungguh, Kau hanya manusia jelmaan tuhan Tiada akan pernah merubah takdir hidupku
Sayangnya, waktu tak akan berhenti dan menunggu hanya karena kau berkata 'aku lelah.' Mimpi-mimpimu tidak semakin mendekat, pun ajal tak akan menjauh.
KAMU!! IYA KAMU!! TANGGUNGJAWAB!! HAHAHA!!
Karena mungkin ini saatnya berpisah.
Setelah kabut pekat itu akhirnya menghilang, kini langit tampak lebih cerah, indah. Kita bersama duduk di tepian senja. Langit yang biru perlahan mulai menjingga. Goresan senja di gumpalan para awan begitu mempesona. Hingga akhirnya, mentari semakin dekat di kaki langit, kita hanya duduk di kaki gunung. Hari ini sudah banyak waktu yang kita habiskan bersama, berbagi tentang kita, tentang perjalanan kita, dan rencana aku, juga kamu. Melihat kamu yang sekarang, sungguh sudah berbeda dari kamu 2 tahun yang silam. Kamu kini lebih tangguh, lebih tegar menghadapi segala sesuatunya. Dan yang terpenting, kini kamu sudah memiliki lebih banyak orang-orang yang terdekat yang begitu perhatian kepadamu. Terpancar senyum yang indah dari bibirmu ketika menceritakan tentang mereka. Matamu merefleksikan kebahagiaan akan kehadiran mereka. Sungguh, bagiku itu sungguh membahagiakanku. Langit biru tak selalu berarti cerah. Lega sudah rasanya, mungkin ini saat yang tepat untuk kita berpisah. Berjalan pada jalur kita masing-masing. Dengan orang-orang terdekat dari kita. Bukan, sungguh bukan untuk memutus tali silaturahmi. Aku hanya tidak ingin duri manis ini terus tumbuh dan menyakitimu perlahan. Mungkin nanti malam akan terasa lebih sepi, tapi bintang tiada pernah menghilang, dia ada, walau kadang tak terlihat. Aku percaya, kamu yang sekarang pasti lebih siap untuk menerima keputusan ini. Dan kamu pasti akan paham. Bulan adalah jelmaan mentari di waktu malam. Bagaimana dengan aku? Ya aku akan berjalan seperti biasanya, kembali berjalan sendiri untuk mewujudkan cita-citaku, mimpiku, dan hidupku. Semua anganku tentang kebahagiaan manusia lain. Karena simpul senyum sang sabit, begitu indah dan cantik. Tersenyumlah, aku tahu bahwa ini pun hal yang engkau inginkan. Ini hanya masalah waktu, sampai engkau memahami bahwa keputusan ini akan menjadi kebahgiaanmu kelak.
Kamu tahu apa yang membuat saya lebih berani dari sebelumnya? Tidak lagi takut dengan apapun? Karena tiada hal yang lebih menyakitkan daripada menjadi sendiri.
Kesalahan terbesar saya adalah memberitahukan semua tentang saya, tentang diri saya yang lain, tentang perjalanan hidup saya, kepada orang-orang yang akan meninggalkan saya begitu saja. Seharusnya saya sadar, seseorang yang akan menetap, tidak perlu tahu banyak tentang siapa saya hari ini dan kemarin, karena dia, mereka, akan ikhlas membimbing saya menjadi saya yang baru.
Kamu tahu mengapa aku suka senja?
Senja ajarkan bahwa tak semua guratan itu menyakitkan, lihatlah, guratan jingga pada awan di langit sana, indah bukan?
Senja selalu menjadi waktu dimana semua usaha telah sempurna berbuah kepasrahan dan keikhlasan waktu ketika harapan-harapan berubah menjadi ketulusan doa. Karena senja selalu ajarkan kita tentang keindahan dalam sabar menanti.
:)
Pasangan hidup yang terbaik adalah bukan hanya dia yang sholeh, pintar, mapan, atau rupawan, tetapi dia yang ikhlas mendampingimu tak peduli seberapa banyak kekuranganmu.
Kupu-Kupu Cinta
Aku tidak tahu, mungkin tiada pernah tahu siapa diriku dari perspektifmu. Meski begitu aku masih mantap berjalan pada jalur ini. Tak peduli hasilnya, aku hanya akan tetap berjalan pada jalur ini. Aku hanya belajar menjadi seseorang yang merawat kepompong. Kujaga dengan baik segala sesuatunya, walau aku tahu nanti ketika sang kepompong berubah menjadi kupu-kupu, aku akan ditinggal terbang. Entah dia akan mengajakku, atau meninggalkanku.
Bagiku, setiap waktu yang kulalui semua adalah kehendak-Nya. Pertemuan, perpisahan, kenangan, semua sungguh kehendak-Nya. Jika semuanya pada kadar yang tepat, apapun hasilnya, tiada akan pernah meninggalkan luka. Justru semua akan membuahkan sepotong potongan hati yang baru lagi, hati yang lebih kuat dari sebelumnya, hati yang lebih ikhlas lagi, dan hati yang lebih dewasa.
Cinta sungguh laksana seekor ulat. Engkau butuh kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan untuk menjadikannya seekor kupu-kupu yang indah dan tangguh. Engkau tidak bisa terlalu terburu-buru membuatnya menetas dari kepompong, karena nanti dia akan rapuh dan lemah, bahkan akan mati. Menyakitkan? Ya sungguh menyakitkan ketika ulat ber metamorfosis, tapi sungguh, jika terlalu cepat dia akan rapuh dan lemah, bahkan akan mati. Jika sabar dalam bertahan, maka kupu-kupu indah akan terlahir kembali dari kepompong tadi. Semua sungguh akan indah pada waktu-Nya, bukan waktu kita.
Ya, bagiku seperti itulah cinta. Setidaknya dari pengalaman yang sudah-sudah inilah kesimpulanku. Cara terbaik untuk mendidik hati adalah dengan mendekatkan hati dengan yang Maha Cinta. Cara terbaik menguatkannya adalah dengan sabar dan ikhlas, sabar dalam menanti waktunya datang, dan ikhlas dalam menerima apapun keputusan Allah.
Semanis dan sepahit apapun keputusan yang akan kau dapatkan, sungguh, Allah tiada pernah berniat jahat melukai hatimu, ada nilai-nilai, bahkan banyak nilai yang bisa engkau pelajari dari sebuah penantian. Oleh karena itu, hal terbaik yang dapat dilakukan seseorang yang menanti adalah mendekatkan diri kepada Allah, agar setiap detik yang berlalu, setiap senti tapak yang dijejaki adalah hanya kepada Allah. Agar hatimu hanya terbiasa oleh cinta dari Allah, hingga nanti Dia kirimkan satu ‘malaikat-Nya’ yang mewarisi sebagian kecil dari cinta-Nya untuk dirimu, bukan untuk membuatmu lupa akan cinta-Nya, tapi jntuk membuatmu lebih memahami dan semakin mendekati yang Maha Cinta.
—Bandung, 14-12-2014
Lupakan dahulu manis pahitnya hidup, mari nikmati kota Bandung beberapa hari ini. ;)
“We were told we were fighting terrorists. The real terrorist was me. The real terrorism is this occupation." Mike prysner - US soldier fought in Iraq 2003.
"قالوا لنا أننا جئنا لنحارب الإرهاب، الإرهابي الحقيقي هو أنا والإرهاب الحقيقي هو هذا الإحتلال" مايك برسنر - جندي أمريكي قاتل أثناء الإحتلال الأمريكي للعراق 2003.
AF104™
Karena kekerasan tidak harus dibalas dg kekerasan juga…
Saya tidak butuh engkau mengerti alasan mengapa saya menepi sendiri. Saya hanya butuh, engkau tidak berkomentar apapun.