فـاصبـــرْ صبـــرًا جميـــلًا
Ada orang-orang yang setiap harinya berusaha menjadi kuat. Ia tetap tersenyum meski hatinya sedang penuh, tetap membantu meski dirinya sendiri membutuhkan pertolongan, dan tetap berkata, “aku baik-baik saja,”
Mungkin karena terlalu lama terlihat kuat, orang-orang lupa bahwa ia juga bisa lelah.
Lelah untuk selalu terlihat mampu.
Lelah untuk selalu tampak tenang.
Lelah untuk menyembunyikan air mata.
Lelah untuk mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, ketika sebenarnya hatinya sedang membutuhkan ruang untuk bernapas.
Dan tidak mengapa jika suatu hari ia memilih untuk menarik diri, jangan buru-buru menganggapnya berubah. Jangan langsung mengatakan bahwa ia tidak peduli, tidak kuat, atau tidak lagi seperti dahulu. Bisa jadi ia hanya sedang mengumpulkan kembali serpihan tenaganya.
Karena bahkan hati yang paling kuat pun membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Beristirahatlah, tetapi jangan berputus asa. Menjauhlah sejenak dari keramaian, tetapi jangan menjauh dari Allah. Menangislah jika memang hati sedang penuh, lalu kembali mengadu kepada-Nya.
Sebab menjadi manusia berarti memiliki batas, dan menjadi seorang hamba berarti tahu kepada siapa dia kembali ketika batas itu telah sampai.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
-sudut kamar, 17/08/26 || 07.53 wita












