Code Blue: You're Losing Me
Kode biru, kode biru. Sepertinya kamu mulai kehilangan aku.
Semua hal yang hidup dan mati di dunia ini fana, tapi siapa sangka kita bukan pengecualiannya? Kamu enggak perlu menyesalinya apalagi menyedihinya. Buat apa menangisi sesuatu yang sebentar lagi menjumpai masa terminasinya? Enggak ada yang menduga kalau ruang ternyata bukan solusi tepatnya. Spasi yang ditunggu habis sebagai penyembuh justru mengambil bentuk sebagai eksekutornya.
Tanganmu di dadaku, berusaha hidupkan kembali sesuatu yang sekarat. Jangan berhenti, jangan berhenti, jangan berhenti; dikumandangkan berulang bak doa yang membawa segenap harap untuk selamat. Tapi, fajar masih lama terbit kalau kamu menunggu mukjizat.
Kamu bakal kehilangan aku. Aku enggak tahu sudah berapa lama ia membeku. Mungkin dari dingin pertama kali datang dan kamu terlalu sibuk untuk bertamu. Mungkin semenjak aku biarkan ragu menetap tanpa dihalangi tenggat, ia mengeras jadi belenggu. Kesempatan tergelincir dari genggaman kita dan terbawa pergi bak angin lalu.
Sudahi semua usaha kamu. Kamu sudah kehilangan aku. Enggak ada yang bisa dilakukan untuk membangunkan kembali sesuatu yang terlampau layu. Merah di tanganmu bukan permanen dan akan pudar terhapus waktu. Lagu kita enggak akan selamanya terdengar sendu. Angkat tanganmu dan deklarasikan waktu mati jantungku yang berhenti berdetak untuk kamu.

















