Pengkhianatan G 30 S-PKI Movie
Alisa U Zemlji Chuda
Sade Olutola
No title available

@theartofmadeline
Jules of Nature
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

JBB: An Artblog!
art blog(derogatory)
ojovivo
d e v o n

tannertan36

No title available
Cosimo Galluzzi

Janaina Medeiros
will byers stan first human second
hello vonnie
noise dept.
Not today Justin
occasionally subtle
NASA
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from Germany
seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
@indonesia-raya
Pengkhianatan G 30 S-PKI Movie
Dirgahayu Negeriku Republik Indonesia yang ke-70. Tetap Sederhana, dari Desa untuk Dunia
Prabowo Hatta dan Jokowi JK Nyanyi Bareng di Debat Capres
JASMERAH, Jangan Sampai Melupakan Sejarah. Film Dokumenter Soekarno ini menjadi film yang layak untuk Anda tonton, agar Anda tidak melupakan sosok Soekarno sebagai bapak bangsa.
Pidato Bung Karno yang Sangat Menggelora
Every Home,Every Heart, Every Feeling,Every Moment Of happiness is incomplete without you, Only you can complete this world.
- Happy Women’s Day
Mayor of the Month for February 2014
Tri Rismaharini Mayor of Surabaya, Indonesia
5 February 2014: While Jakarta Governor Joko Widodo ponders whether he should cede to popular demand and run in this summer’s presidential election, another Indonesian city leader has attracted national and international attention for energetically promoting social, economic and environmental policies in the country’s second-largest city. When Tri Rismaharini was first elected Mayor in 2010, Surabaya, although rich in history, was a city neglected by successive governments. The once mighty port, much fought over by the Dutch, Japanese and British, had lost out to Asian competitors. One of Mayor Risma’s first priorities in office was to persuade the Indonesian government to go ahead with a port development project that had been kept on hold for two decades. Since then Surabaya’s port has experienced a 200-per cent increase in traffic. Tri Rismaharini, born in 1961, was elected Mayor of Surabaya in 2010. Like Joko Widodo, she belongs to Indonesia’s main oppositionDemocratic Party – Struggle (PDI-P), whose leader Megawati Sukarnoputri was the country’s president from 2001 to 2004. Prior to becoming Surabaya’s first citizen, Ms Risma, who has a degree in architecture, led the city’s parks department. In that role, she was active in rejuvenating the city’s parks and turning many derelict plots into green spaces. Once described by a Dutch writer as a ‘dirty city full of pretensions and greed’, Surabaya is now known as a ‘million-park’ city.
Read More
Wali Kota Blusukan Tanpa Media, Jutaan mata terharu di program mata najwa ketika beliau membeberkan dg penuh linangan air mata bahwa "pelanggan PSK usia 60th di lingkungan dolly adalah anak2 SD dan SMP"
Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 20 Oktober 1961; umur 52 tahun) adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010. Ia adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya. Insinyur lulusan Arsitektur dan paskasarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember[1] ini juga tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi walikota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa paska Refromasi 98. Melalui pemilihan langsung, ia menggantikan Bambang Dwi Hartono yang kemudian menjabat sebagai wakilnya hingga resmi mengundurkan diri pada 14 Juni 2013[2]. Mereka diusung oleh partai PDI-P dan memenangi pilkada dengan jumlah suara 358.187 suara atau sebesar 38,53 persen. Pasangan ini dilantik pada tanggal 28 September 2010.[3]
TERNYATA IBU RISMA SANGAT BIASA Coba lihat saja pakaian yang dikenakan, sederhana dan biasa saja. Make up juga biasa saja. Bahkan anak-anak jalanan bisa bicara langsung dengan dia. Pelacur apalagi. Pelacur bisa curhat langsung dengan dia dan walikota ini juga mau nongkrong di tempat begituan. Merek pakaian, perhiasan sangat biasa tidak menunjukkan Risma sebagai seorang pejabat tinggi yang memimpin satu kota besar. Risma terlalu mau tahu dan pejabat lain jadi susah berkolusi. Persoalan tidak mau tunda, bikin sabetan proyek hilang. Mau ikut2an ngatur lalu lintas kalau macet, bisa menjatuhkan wibawa pejabat lainnya. Risma terlalu biasa, tidak pernah tampak belanja di mall meskipun dia wanita. Apalagi belanja di luar negeri. Risma juga ketinggalan jaman, karena ga kenal Hermes, Versace dan merek top lainnya. Risma bikin kacau jam kerja, tengah malam pun masih ngurus rakyat padahal besok-besok kan juga bisa. Risma lebih sibuk ngurus rakyatnya daripada keluarganya. Risma terlalu polos jadi makin susah diajak korupsi. Risma seperti sudah tidak doyan duit lagi, maunya kasih makan orang miskin dan repot2 nyariin beasiswa. Risma terlalu gila kebersihan, maklum mantan Dinas Kebersihan ini tidak boleh lihat sampah, langsung turun tangan. Masak dimobilnya selalu ada sapu sama pengki.
Tangisanmu beda dengan tangisan yang lain...
Blusukanmu beda dengan blusukan yang lain...
Bukti nyata telah kau tunjukkan dan menjawab keraguan...
Daripada yang lain yang hanya bisa mengobral kata dan banyak bicara, mencari pencitraan tanpa aksi, serta yang lupa Tuhan dan pertanggungjawaban hidup setelah mati...
#SaveRisma
Ya Allah, kuatkanlah selalu bu Risma, Lindungi, Bimbinglah selalu Beliau Ya Rabb. Ada ketulusan di wajah sang pemimpin Surabaya itu. Kuatkanlah selalu ia ya Rabb. Aamiin.
Tri Rismaharini, inilah nama Walikota Surabaya 2010 - 2015. Jatuh bangun beliau selama memimpin Surabaya akibat permainan politik dari partai yang mengusungnya, tidak menyurutkan semangat Beliau untuk memberikan yang terbaik bagi kota yang dipimpinnya (baca selengkapnya). Salut, baru kali ini saya mengidolakan seseorang di pemerintahan :) Maju terus ibu Risma, banyak warga Surabaya dan non Surabaya yang mendukungmu. (via heny1011)
#SaveRisma
Great leaders understand that taking responsibility as a leader means being ready to be responsible to God for their leadership.
A. Yulanda W.— inspired by Mrs. Tri Rismaharini, a Surabaya’s great city major (via adihanyulanda)
[FULL] @Mata Najwa - Bu Tri Rismaharini, Bu Risma - Wali Pilihan Kota - 12 Februari 2014
Hari Anak Nasional 2013
menjadi Hero Sejati selalu berjuang tanpa pamrih.
Selamat Hari Pahlawan 10 November 2012
Mari terus berkarya demi bangsa.