Best mom
Bagi sebagian wanita, menjadi ibu adalah anugerah paling indah sepanjang hidupnya. Namun, menjadi seorang "best mom" itu tidaklah mudah. Tuntutan sosial yang semakin gila, serta tuntutan menjadi "best mom" adalah hal yang paling menakutkan bagi kami para new mom. Kami sadar, mengurus anak itu adalah amanah yang sangat besar.
Seorang anak dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih hatinya. Ibaratkan kertas putih kosong yang kemudian akan dilukis pertama kali oleh seorang malaikat, yang bernama "ibu". Anak tersebut kemudian akan tumbuh bersama dengan skenario terbaik yang telah dirancang oleh kedua malaikat dalam hidupnya. Ayah dan ibu harus menjadi pelukis yang baik bagi anak-anaknya.
Hal terpenting dalam hidup adalah menjadi orang yang bahagia. Bagaimana kita akan menjadi pelukis yang baik bagi anak kita, kalau kita sendiri tidak bahagia?. Mood seorang ibu menjadi ujung tombak suasana yang akan tercipta dalam rumah tersebut. Bukankah ibu adalah jantung keluarga?. Apa yang akan terjadi ketika jantung bermasalah? fatal bukan?.
Banyak hal yang dapat menjadikan mood seorang ibu itu baik dan bahagia adalah menjadi dirinnya sendiri. ketika tidak menghiraukan tekanan serta omongan diluar circle intinya. Terkadang menjadi orang yang masa bodo adalah anugerah yang paling indah bagi seorang ibu untuk tetap mejaga kewarasannya. Tidak sedikit orang baik yang mencoba memberi masukan pada kita, masukannya pun sangat baik untuk diterapkan. Tapi, apakah mereka tau kondisi anak kita seperti apa?. Itu contoh kasus yang positif, ada pun contoh kasus yang negatif adalah seperti membanding-bandingkan anaknya denga anak kita, mengoreksi anak kita hingga menjadi bahan gosipan diluar sana, naudzubillahimindzalik.
ASI memang makanan terbaik sepanjang masa, tapi sufor pun tidak buruk ketika kondisi sudah mulai mendesak. Makanan homemade memang terbaik karena kandungan gizi serta hyginenya terjaga, tapi makanan instan pun tidak buruk ketika diberikan dalam kondisi yang mendesak. Tetaplah menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya, bukan menjadi ibu yang memaksakan kehendaknya.
Kedua anak saya qodarulloh diberikan asi + sufor pada masanya. Bukan saya tidak mau memberi ASI eksklusif tapi kondisi ASI saya yang tidak begitu deras pada saat itu. Setelah konsultasi ke DSA akhirnya diperbolehkan menambah susu formula. Permasalahan tidak berhenti sampai disitu, qodarulloh anak-anak saya kurus dan kecil-kecil, ga sedikit dan banyak ibu-ibu serta nenek-nenek diluar sana membandingkan anaknya serta cucunya dengan anak saya. Apa yang saya lakukan? ya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. itu jalan terbaik bagi ibu-ibu untuk tetap menjaga kewarasan dan melanjutkan menjadi "best mom" versinya, bukan versi orang lain, oke?. Kira-kira apa sih manfaatnya membandingkan sesuatu dengan tujuan menyudutkan seorang ibu yang kemudian dia akan frustasi karena tidak becus mengurus anaknya? Sungguh jahat sekali.
Allah itu sangat baik, ketika kedua anak saya begitu menguras tenaga dan pikiran. Allah memberikan saya amanah baru bayi perempuan yang luar biasa solehahnya. Bagaimana tidak, ketika bayi saya lahir, hampir semua orang mengkhawatirkan saya, bagaimana saya bisa mengurus tiga anak tanpa bantuan asisten rumah tangga?. Tapi apa yang terjadi? Saya seperti tidak sedang punya bayi lagi. Bayi ini diberi rezeki oleh Allah bisa full ASI, tubuhnya gemuk, dan waktu tidurnya pun yang langsung teratur mengikuti jam tidur orang tuanya. Masya Allah sungguh anugerah terindah bagi kami. Semenjak itu, saya benar-benar sangat berempati pada semua ibu baru. Saya akan sangat merasakan bagaimana ibu tersebut akan sakit hati ketika ditanya, full asi? ko kurus ya? atau pertanyaan yang membuat seorang ibu bisa frustasi. Sebagai manusia kita harus memiliki empati yang tinggi, jika kita tidak bisa memberi manfaat pada orang lain, minimal kita tidak menambah kesulitan pada orang tersebut.
Terkadang hati saya masih sedih ketika seorang ibu bilang "ih gemuk ya bayinya lucu, anak asi sih". Bukan masalah anak itu anak full asi atau tidak, tapi yang harus dikhawatirkan itu adalah kondisi psikis ibunya yang harus bahagia. Jangan dengarkan apa yang seharusnyya kamu tidak dengar, jadilah manusia yang "bodo amat" ketika bertemu dengan "toxic people". Jadilah ibu yang bahagia untuk anak-anak dan keluarga yang bahagia.
Sekian catatan momin AKZ, sampai berjumpa ditulisan selanjutnya :)








