Kepadamu, Tuan rindu.
Aku suka saat Tuan menulis puisi. Meskipun aku tahu beberapa diantaranya Tuan alamatkan pada gadis itu. Sebaliknya, Tuan adalah jantung dari semua puisiku yang tidak pernah kukirimkan. Kasihan mereka, kusekap dalam lembaran jurnal bersama ilustrasi-ilustrasi tentangmu. Mungkin, akan selamanya disana sampai lembaran-lembaran itu menguning. Lalu tulisannya hilang dimakan waktu.
Sampai saat ini, berbagi cerita dengan Tuan hingga larut malam masih berada dalam daftar kesukaanku. Nomor 5. Mengalahkan kesukaanku pada donat, cokelat, suara hujan, dan senja. Dan kamu harus tahu betapa sukanya aku kepada empat hal diatas.
Aku senang, meskipun tak pernah ada pengungkapan perasaan, tapi setidaknya Tuan tetap mau bersama denganku. Mendengarkan semua ceritaku tentang kucing, secangkir kopi yang kerap membuat perutku melilit, berbagi lagu-lagu indie terbaru, atau tulisan-tulisan Aan Mansyur.
Ingat, malam itu? Berdalih kekuatan teleportasiku, aku datang tepat saat hujan akan segera turun. (Terimakasih pada bapak Gojek!)
Lalu, diatas bangku itu, diantara suasana malam Kota Semarang yang temaram, dan lampu padam PIP, Tuan memberiku buku gambar.
Meskipun remang-remang lilin hanya satu-satunya sumber cahaya, bisa aku lihat bahwa didalamnya tersimpan ilustrasi-ilustrasi Tuan yang tak ada habisnya membuatku iri. Ya, iri karena aku tidak bisa selangkah lebih maju dan membuat gambar seperti itu.
Lalu, satu lagi benda yang Tuan berikan malam itu. Sebuah gelang buatan tangan Tuan sendiri. Hasil dari keisengan semata, katanya.
Betapa senangnya waktu itu saat menyadari bahwa Tuan memakai gelang yang sama juga. Kupikir, mungkin saja itu sebuah tanda? Lalu semakin kesini, aku sadar, bahwa gelang itu mungkin tak lain hanya buah tangan saja.
Masih adakah di ingatan Tuan tentang senja di aula sekolah, perjalanan malam lewat kota lama, malam minggu di Lawang Sewu, dan semua pertemuan singkat di beranda rumahku?
Jika Tuan bertanya perasaan macam apa yang nona rasakan sekarang, mungkin sperti perasaan Clary pada Jace, Kugy pada Keenan, Cinta pada Rangga, atau Milea pada Dilan. Semoga Tuan paham.
Dan selamat, Tuan sudah berada di penghujung pesan. Sudah tahu kan, hal-hal apa saja yang sebenarnya ingin kukatakan pada Tuan, tetapi selalu tertunda?