🥰

titsay

Discoholic 🪩
Cosmic Funnies
I'd rather be in outer space 🛸
Game of Thrones Daily
Claire Keane
ojovivo
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
noise dept.
Jules of Nature
RMH

Love Begins

JBB: An Artblog!
styofa doing anything
$LAYYYTER
NASA
sheepfilms

pixel skylines

★
seen from France

seen from Brazil
seen from Netherlands
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from Portugal
seen from United Kingdom
seen from Finland
seen from United States
seen from Türkiye

seen from South Korea
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from Türkiye

seen from United States
@ingatankita
🥰
Aini adalah tokoh utama dalam buku Guru Aini karya Pa' Ci' Andrea. Perempuan yang sangat ketakutan ketika mengahadapi matematika, tiap kali belajar matematika, perutnya tiba-tiba seperti terlilit, wajahnya pucat, mirip mayat hidup, bedanya dia masih bisa berkeringat; keringat dingin. Peristiwa itu bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, hingga sekolah menengah atas. Sampai, di suatu titik. Ada satu peristiwa yang membuatnya memutuskan untuk bercita-cita menjadi seorang dokter. -aini seperti memasuki lubang nerakanya sendiri; harus memahami matematika untuk bisa menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter- Aini berjuang mati-matian, suatu hal yang ia hindari, ia benci, kini harus ia geluti, harus ia kuasai di luar kepala. Harus ia temui tiap harinya. ..... Dari cerita Aini, saya memahami; terkadang apa yang kita hindari, kita takutkan justru mendekat dengan sendirinya. Ketika itu diperhadapkan tepat di depan kita, disitulah tanggungjawab menjadi peranan penting. Siap atau tidak, bisa atau tidak, sulit atau mudah, yang tahu hasil akhirnya adalah diri sendiri. ..... Ditulis di hari Ahad saat hujan mengguyur Makassar. Ditulis saat saya menyadari; saya masih banyak sekali kekurangan. Desember, 2021 (di Jalan haji kalla Panaikang) https://www.instagram.com/p/CXXNPKVhWpPCs4NgF5-fc-WsozXoGY0Iov-6Rs0/?utm_medium=tumblr
Mungkin, suatu hari saya akan menertawakan diri sendiri. Tulisan ini menjadi pengingat saja, kalau saya pernah sesayang ini ke seseorang. Dan itu kamu kakak.
Saya mencintainya, tapi dia tidak.
Saya memilihnya, tapi dia tidak.
Demikian hak kami masing-masing bekerja. 😅
Hukuman paling terasa sekali adalah ketika Allah cabut kenikmatan beribadah; lalai, bermalas-malasan, dan lupa. Harusnya pekerjaan adalah kegiatan selingan untuk menunggu waktu salat masuk, bukan malah sebaliknya.
Saya beberapa hari terakhir sepertinya tengah menerima hukuman; sedang lupa, pekerjaan duniawi adalah selingan sembari menunggu waktu salat masuk. 😔
Saya selalu punya ketakutan dan trauma tersendiri ketika orang-orang terdekat saya pergi. Entah karena jenuh atau memang tidak ingin lagi ada dalam kehidupan saya. Makanya, sebelum hari ini saya pernah menutup diri, tidak ingin menerima siapapun lagi. Karena yah.. Saya takut seperti ini; orang-orang meninggalkan saya, tanpa menjelaskan apa yang terjadi.
Banyak hal yang harus diakhiri tiba-tiba. Hubungan pertemanan misalnya.
1. Menikah ataupun tidak, manusia itu utuh. Tapi, kalau kamu memang punya keinginan buat menikah, persiapkan diri kamu dengan baik. Karena dengan menikah, kamu melibatkan orang lain di semua keputusan kamu. Jangan takut sama usia. Justeru saat menunggu, kamu bisa mematangkan diri.
2. Zona tidak nyaman itu nggak bisa dihindari. Tapi jangan sampai dengan sengaja masuk ke zona tersebut tanpa perhitungan.
3. Baca buku, temui orang-orang yang bisa menjalin pertemanan dengan sehat, kembangkan dirimu biar kamu bisa hidup dengan lebih baik.
4. Berusahalah menjadi orang yang bisa memberikan rasa aman bagi orang lain. Lindungi perempuan di ruang publik dari sexual harrasment, lindungi anak buah kamu dari pekerjaan yang berlebihan dan underpaid, lindungi keluarga kamu dari hubungan yang tidak sehat, lindungi hewan di sekitar kamu dari kelaparan, lindungi tetangga-tetangga kamu dari kemiskinan. Untuk bisa seperti itu, kita harus belajar banyak. Kita juga perlu bekerja sama dengan orang lain. Nggak perlu tindakan heroik banget sih. Mulai dari hal yang bisa terjangkau tangan kamu aja.
5. Mintalah kepada Allah sebanyak apapun yang kamu harapkan. Jangan malu. Meskipun endingnya kita terikat pada takdir, setidaknya dengan meminta, kita mengajarkan hati kita tentang kemana kita harus berharap saat menemukan jalan buntu.
6. Kadang ada kondisi dimana hati kamu nggak bisa ditenangkan dengan cara apapun. Kalau sudah kayak gitu, tetaplah berusaha menjalani hidup dengan baik. Istirahat yang cukup, makan yang bergizi, selalu ingatkan diri untuk tidak jahat ke diri sendiri. Jangan lupa berdoa biar bisa diberi ketahanan dan kesabaran sampai nemu jalan keluar.
7. Tidak semua hal bisa kita kontrol. Manusia boleh punya ekspektasi tapi kudu selalu ingat bahwa nggak semua hal bisa kita kontrol.
8. Gagal itu bukan aib. Sedih karena kegagalan juga bukan aib. Sediakan waktu untuk bersedih dan mengumpulkan tenaga lagi. Semoga kamu dikelilingi orang-orang baik.
Dear, Sinar. Ini kabar bahagia sekaligus sedih untuk saya. Rasanya baru kemarin kita janjian ketemu tapi tidak terwujud, rasanya baru kemarin wisuda sama-sama.
Semuanya terasa tiba-tiba. Tapi ah.. Sudahlah rencana Allah memang selalu penuh kejutan.
Lapar. Tapi nggak suka makan sendiri. 🥲
Tiap berdoa saya tidak pernah melewatkan;
"Robbi, kapanpun, di mana pun berikan selalu ingatan akan kebaikan orang-orang yang datang dalam hidup Hamba. Agar saya hanya mengingat kebaikan-kebaikan mereka, dan semoga di suatu waktu saya bisa membalas kebaikan itu"
September.
Semakin saya ingin pergi dari hidupnya. Dia terasa semakin dekat.
@alwaystaygroup . Kenapa masih dan selalu dengan orang yang sama? Kamu tahu sendiri, di umur segini memulai satu hubungan itu amat sulit, terlebih mempertahankannya untuk waktu yang lama, mustahil. Tapi bukan berarti tidak bisa. Kamu tahu, kadang kita kembali lagi ke orang yanga sama, sebab dia telah menjadi rumah untukmu pulang. Dan saya menganggap mereka seperti itu. Orang-orang dengan peluk terhangat, berisik tapi menenangkan, orang-orang yang selalu berhasil membuat saya menertawakan hal remeh temeh, juga berhasil membuat saya tumpah ruah dengan air mata. . . Please always stay together with me, ever... (di Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CS2KqckhehB/?utm_medium=tumblr
• Saya hanya punya senyum untuk segala hal yang datang menyambut. Ingin saya berikan lebih, tapi saya sadar tak punya apa-apa. Esok hari, saya ingin merayakan banyaknya pertemuan kecil dan singkat ini. Di tulisanku, di kepalaku. Tidak sanggup lagi kau kurayakan di hati. Selamat datang Agustus, semoga kita tidak hanya merayakan kemerdekaan Republik ini, tapi jua perayaan untuk hatimu yang menyerah. • (di Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CSELaxRBWs0/?utm_medium=tumblr
Kata sahabat saya: "wajar kalau kita sebagai perempuan juga selektif memilih, karena yang bersama kita sampai tua itu adalah pasangan kita. Anak-anak bakal berkeluarga, saudara -saudara juga begitu. Jadi yang kita punya sampai akhir hayat benar-benar suami, pasangan hidup"..
Sekuat apapun digenggam jika bukan takdir, bisa apa kita? (di Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CRNEC98LulP/?utm_medium=tumblr
R I D H O
Sesuka apapun kita kepada seseorang, jangan sampai rasa suka itu membutakan mata kita yang seharusnya melek dalam melihat kebaikan pun keburukan yang ada pada dirinya. Terlebih dalam perkara memilih calon pendamping hidup, harus benar-benar sehat akal, melek mata, serta kuat alasan mengapa bersedia menjadikannya pasangan menggapai ridho Ilahi.. sehidup, sesyurga. Bukan menjatuhkan pilihan atas dasar terlanjur cinta, terlanjur sayang kemudian mati akal, buta mata, dan tidak ada alasan kuat—tidak tahu menahu kenapa maunya sama dia saja.
Kita boleh suka, boleh sayang. Namun, ada batasan yang harus dipertebal lagi garisnya agar kita tidak mendahului pilihanNya dalam menjatuhkan hati.
Ketika ada rasa kecenderungan yang besar terhadap seseorang, hubungi Allah pertama kali. Istikharahkan tanpa melibatkan perasaanmu terlebih dahulu. Sebab, istikharah dikerjakan bukan untuk mendikte Allah perihal sesuatu tetapi untuk memantapkan hati kita terhadap sesuatu. Isi doa istikharah jelas;
—jika baik untuk kehidupan agamaku, duniaku, akhiratku, kehidupanku hari ini dan yang akan datang maka takdirkanlah dia bagiku namun jika dia tidak baik bagi kehidupan agamaku, duniaku, akhiratku, kehidupanku hari ini dan yang akan datang maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkan dengan yang jauh lebih baik dan buatlah hatiku senantiasa ridho atas segala ketetapanMu.
Adapun jika jawabannya adalah dipalingkan, maka ridholah dengan ketetapan itu. Percayalah, Allah pasti telah menyiapkan perkara yang jauh lebih baik dari apa yang kita rasa baik namun tidak dalam ilmuNya, tidak dalam perhitunganNya.
Percayalah.. yang baik akan dipasangkan dengan yang baik pun sebaliknya. Janji Allah itu pasti adanya dan tidak ada satu doa pun yang tidak Dia ijabah. Buatlah hatimu selalu lapang, ridho atas segala perkara yang Dia takdirkan kepadamu. Jangan dikeluhkan apalagi berburuk sangka kepadaNya. Semua yang datang dan ditetapkan olehNya adalah kebaikan tanpa kecuali. Alhamdulillah ala kulli haal..
Allah Maha Tahu, Dia tidak pernah sekalipun mendzolimi makhluk ciptaanNya. Cukuplah Dia, cukuplah apa yang Dia tunjukkan kepadamu—yang selalu meminta diberikan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmushsholihaat.. jika hari ini engkau dipalingkan dari sesuatu yang kamu sukai, bisa jadi itu adalah caraNya menjauhkanmu dari sesuatu yang disenangi syahwatmu namun belum tentu baik bagi seluruh lini kehidupanmu, belum tentu baik bagi perkara agamamu. Bersyukurlah, Berbenahlah.
Buatlah hati kami selalu ridho atas segala sesuatu yang telah Engkau tetapkan, duhai Robb kami. Apalah diri kami yang dina ini tanpa pertolongan dan kasih sayangMu yaa Robbana.
Fath D. Humairah || SelfTalk, 21 Desember 2020.
MasyaAllah, tulisan ini menjawab pertanyaan yang terus memenuhi isi kepala. Sungguh menenangkan membaca tulisan ini 🌹