Mengupayakan sesuatu bersama rasanya akan lebih ringan tanpa beban.
Tapi, bagaimana jika hanya salah satu pihak saja yang menguras tenaga untuk berusaha?
Lelah mungkin sudah tak lagi dirasa
Hanya pasrah dan berharap Tuhan masih membersamainya.
Bukan lagi saatnya untuk diskusi bersama.
Duduk berdua dibuka dengan tawa rasanya sudah tidak terhitung jumlahnya.
Untuk apa berdiskusi jika keduanya merasa sudah seirama?
Tapi nyatanya hanya ada di angan tanpa pernah dilahirkan.
Tak terasa waktu telah lama berlalu, hanya untuk menunggu pergerakan yang tak pernah diramu.
Apakah masih perlu sebuah pengorbanan cinta? Jika hanya membekaskan luka.
Di akhir perjuangan hanya mengharapkan Tuhan turun tangan.













