November
Selamat datang ya Nov di tahun ini! Berharap semakin bernilai kedatanganmu di hari-hari ke depan.
Penuh pelajaran sekali lah anda!
Terutama tentang bagaimana perlunya kita sebagai individu yang berakal seharusnya lebih memaksimalkan akalnya dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Yang tidak hanya ternganga dengan bilang 'Oh iya ya benar kata si A' lalu cepat juga berkata 'Oh iya ya benar kata si B', bahwa pendebat seperti si A dan si B hanya memerankan fungsinya sebagai pendebat ulung yang seringkali menyampaikan kalimat-kalimat pembenaran untuk menciptakan kebenaran sesuai argumennya.
Bahwa pada dasarnya tidak sepenuhnya seseorang selalu benar atau seseorang selalu salah. Bahwa pada hakikatnya kita perlu menyadari lahiriah sebagai seorang manusia biasa yang tidak mempunyai sifat maha mengetahui maupun maha benar.
Bahwa ketakutan saya mengenai bagaimana di masa depan sejarah akan mengingat aktivitas perdamaian ternyata hanya sebatas aktivitas pertikaian. Bahwa ketakutan itu kemudian meredup mengingat saya hanya manusia biasa yang hanya mampir untuk menyaksikan kuasaNya. Bahwa Ia yang mengatur segala ciptaannya.
Oleh sebab itu, begitu penting nyatanya mencari pengetahuan dengan komplit, tidak setengah-setengah dan tidak hanya mencari jawab atau bukti mengenai hal yang kita tertariki atau pihaki tetapi, juga apa dan mengapa suatu hal menjadi lebih diminati dan dianggap suatu hal yang benar oleh pihak lain. Kembali lagi, seorang individu selalu mempunyai landasan dalam fanatisnya terhadap suatu hal. Apabila satu diantaranya lebih benar barangkali lebih elok untuk saling berdialog bukan terdorong ego untuk memberi status kesalahan.
Semoga sejarah mengingat aktivitas yang telah terjadi dengan lebih memihak kepada fakta yang terjadi. Bagaimanapun juga sejarah merupakan salah satu warisan pengajaran untuk anak-cucu.
Tujuh - 11 - Dua Ribu Enam Belas
Sebuah titipan argumen dangkal.















