Mau sharing aja Tentang pertukaran emosi positif dan negatif. Tiga jam yang lalu, perasaan saya tidak enak, agak kesal, marah, gundah, galau *mulai nih emosi negatifnya *bawaan bumil juga kayaknya ya hihi*. Setelah sarapan saya berniat untuk membeli salah satu barang perlengkapan rumah tangga di sebuah toko terdekat yang memang terkenal menjual barang tersebut, sambil bbman dengan suami mengutarakan perasaan dan emosi negatif saya *ini kasian suamipun jadi terpancar emosi negatif, padahal masih pagi* Saat tiba di toko itu, masih dengan emosi yang negatif saya mendapatkan barang yang ingin saya beli, tapi ternyata harganya agak sedikit mahal dari kisaran harga yang saya inginkan, padahal modelnyapun tidak terlalu saya suka. *bertambahlah emosi negatif saya hehe* Kemudian saya berusaha untuk menawar harga barang tersebut, tapi ternyata tidak diperbolehkan, kata penjualnya itu sudah harga mentok bu. Yasudah, dengan perasaan kecewa akhirnya tidak jadilah saya beli barang itu dan berniat untuk mencarinya lagi di toko lain. Saat dalam perjalanan ke toko lain, saya sempat membuka dan membaca status-status yang berseliweran di news feed facebook saya. Tiba-tiba mata saya tertuju pada status dokter Oktarina Paramita. Di status tersebut beliau mengatakan "Kenapa aku selalu bahagia?". Dan itu dia "bahagia" kata-kata itu yang tiba-tiba langsung menjalar ke pikiran saya, perasaan saya. Mengapa saya tidak bisa bahagia saat ini seperti apa yang dirasakan oleh dokter Mita? Mengapa sepagi ini saya harus mengundang semua emosi dan aura negatif ke dalam diri saya? Akhirnya saya tersenyum, saya meresapi kata bahagia yang dipancarkan oleh dokter Mita, menyebarkannya ke pikiran, perasaan dan fisik saya. Daaaan hasilnya apaa??? Ketika tiba di toko tujuan kedua, saya mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga yang jauh lebih murah, model dan bentuknyapun sesuai dengan yang saya mau dan bukan hanya itu, si ko' penjualnyapun menambahkan sedikit diskon untuk saya. Entahlah, saat itu hati saya sangat merasakan bahagia. Alhamdulillah. Apa yang ingin saya sharingkan dari cerita saya ini adalah, pertukaran emosi. Bahwa benar emosi yang ada di dalam diri kita bisa memancar dan mempengaruhi semua yang ada disekitar kita. Bukan hanya yang berada di dekat kita, yang jaraknya jauhpun seperti dokter Mita di Bali saya di Gorontalo, emosi yang dipancarkan dokter Mita lewat statusnya bisa sampe ke saya. Itulah mengapa saya sangat suka sekali menambahkan teman dan membaca status-status mereka yang berisikan hal-hal positif, motivasi, inspirasi, dll. ๐ Cukup sekian sharing dari saya, semoga kita semua bisa mulai belajar mengubah emosi negatif dalam diri kita menjadi emosi positif. Ini kalo ga salah namanya belajar healing proses yak? Kalo ini mah mesti banyak2 belajar lagi tentang ilmu yang begitu-begituan ๐