Menjelajah Indonesia Bagian Tengah dan Timur merupakan salah satu impian terbesarku di masa depan nanti. Kuingat dahulu, ketika memasuki masa sekolah menengah pertama, banyak hal yang kutuangkan dalam bentuk tulisan, puisi, serta cerita yang mengangkat tema Raja, Ratu, dan Kerajaan dengan keindahan alamnya yang sangat memukau asri berseri. Saat-saat itu, aku berharap dapat merasakan, menikmati, menjamah, mensyukuri, dan memuja anugerah Tuhan Yang Maha Indah melalui pantai-pantai yang kurasa hanya ada di Indonesia Timur (entah mengapa).
Entah mengapa, kulihat pertama kali gambar Wakatobi, Raja Ampat melalui televisi, menggetarkan imagiku dan membayangkan bagaimana aku bisa menikmati alamnya, menginjakkan kakiku di airnya, kemudian snorkling di sana. Melihat hewan-hewan laut yang indah, terumbu karang, cerahnya langit biru, air yang jernih dengan naik perahu, ditambah pemandangan gunung cantik di sekelilingnya. Dahulu, kupikir Raja Ampatlah yang mungkin tidak akan kukejar karena jaraknya yang terlalu jauh. Sehingga Wakatobi di Sulawesi Tenggaralah yang masih kugenggam dalam bayang meski semakin lama samar-samar menghilang.
Lantas kali ini, aku merasa terpicu ketika melihat sebuah gambar pemandangan gunung, air yang jernih, dan rimbunan pohon hijau dengan perahu yang damai. Ia mengingatkanku akan mimpi yang sudah lama tertimbun itu, ya, Banda Neira. Ternyata letaknya di Maluku Tengah.
Aku jadi teringat satu momen ketika mendengar kata Maluku, tepatnya Juli 2022 kemarin saat mendaftar Kampus mengajar 4 ke pulau Maluku. Sayangnya, hal itu belum dapat terwujud. Tapi tak apa, barangkali aku akan ke sana, namun dengan alasan yang lain. :)
Diantara mimpi-mimpi indahku ke luar negeri, ternyata menjelajah Indonesia sampai ke ujungnya masih menjadi misteri. Menengok jauh ke luar tanah kelahiran, namun Timur Indonesia justru sangat memikat hingga saat ini sangatlah kunantikan. Aku yakin menjejaki tanah Indonesia di berbagai bagian akan membuka mataku lebih lebar dengan seisi cakrawala yang dimilikinya. Manusia, budaya, dan sejarah yang melekat di dalamnya, menjadi bagian yang amat sangat ingin kugapai selama aku masih diberi nafas, tenaga, dengan waktu hidup yang menjadi rahasia. Entah bepergian sendiri, kegiatan bersama teman-teman, atau dengan suami di kemudian hari.
Semoga Banda Neira, Wakatobi, Lombok, bahkan Raja Ampat, dapat kujejaki, kuminum airnya, kuhembus udaranya, kumakan tumbuhan dan ikan-ikannya, kupegang tanahnya, serta kunikmati alam indahnya. Setidaknya, salah satu pulau dari keempat tempat tersebut dapat kusinggahi, meski hanya sebentar namun kuyakin akan selalu terpatri di hati.
Kemen PPPA building, 24/3/23