kadang, aku bisa salah berkali-kali dan mendapat maaf. setelahnya, aku salah lagi dan tidak punya kesempatan.
yang kedua, mungkin terjadi karena kau sudah lelah, atau kau anggap aku begitu jahat hingga tak dapat lagi diubah.
lebih mungkin keduanya.
Jules of Nature
occasionally subtle
Stranger Things
Today's Document

if i look back, i am lost
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
$LAYYYTER
trying on a metaphor

No title available

No title available

Product Placement

❣ Chile in a Photography ❣
we're not kids anymore.

Janaina Medeiros
Keni
No title available
AnasAbdin
d e v o n
will byers stan first human second
Alisa U Zemlji Chuda

seen from Denmark

seen from United States

seen from Canada

seen from France

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Denmark

seen from United States
seen from Brazil
seen from Japan
seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United States
seen from Singapore
@intanfaa
kadang, aku bisa salah berkali-kali dan mendapat maaf. setelahnya, aku salah lagi dan tidak punya kesempatan.
yang kedua, mungkin terjadi karena kau sudah lelah, atau kau anggap aku begitu jahat hingga tak dapat lagi diubah.
lebih mungkin keduanya.
sayang akutu
tapi kamu jahat
mungkin karena ini hanya aku
hingga kau hampir selalu tak tepat waktu
Mencintai itu, memberi sebanyak-banyaknya
_unknown
-----------------
Baik kasih, sayang, perhatian, pengertian, serta maaf.
aku sayang kamu, dan menutup mata atas banyak hal yang menurutku salah. namun kamu tidak bisa begitu. marahku, kamu tidak seberapa sayang padaku. tidak sebesar aku.
Kamu minta aku sabar buat dampingin kamu menyelesaikan semua masalahmu itu, tapi aku gaboleh minta buat diusahain sebaik-baiknya sesederhana ditelpon saat chat wa tidak dibalas, kok enak?
Yang kau sebut ego adalah yang berkali-kali menutup telinga, mata dan jalan pikiranku atas semua yang membuat aku mungkin pergi darimu. Atas semua masalahmu yang belum selesai itu.
Kau yakin ingin dia pergi?
Untuk Wanita yang Pernah Dicintai Kekasihku
Sebenarnya aku masih belum yakin apakah aku mengharapkan agar tulisan ini berjodoh dengan panca inderamu atau justru sebaliknya. Tapi nyatanya aku tetap menuliskan ini dan membiarkan alam yang menentukan.
Aku tahu bahwa bahkan sebelum kita sempat saling mengenal, aku telah menjadi sosok antagonis di hidupmu. Yang pada akhirnya melenggang keluar panggung dengan membawa kekasihmu untuk menjadi kekasihku. Ya, anggaplah aku perempuan dengan peran paling jahat sejauh yang pernah kau tahu. Tapi apabila pada tulisan ini kau mengharap untuk menemukan kata maaf, maafkan karena kau harus kecewa. Bukan itu maksudku menuliskan ini.
Wahai perempuan yang pernah dibanggakan kekasihku,
entah perih sehebat apa yang melandamu selepas kepergiannya denganku. Aku tak akan berpura-pura mengerti karena jika iya, tak mungkin aku berbuat ini. Dan aku harap kau tak pernah mencoba untuk mengerti rasanya menjadi aku. Di sisi lain, aku juga tak ingin berpura-pura tidak angkat topi untukmu. Aku salut, iri, padamu, atas kekuatanmu bangkit dari peristiwa ini. Jika itu aku, aku bisa membayangkan diriku mati dilahap segala kecewa, segala amarah, atas pengkhianatan dan kehilangan. Belum lagi rasa frustasi untuk bisa mempercayai makhluk bernama pria dan dihantui situasi bernama jarak. Tapi kau kuat, sangat kuat. Dan jika kau belum terlalu muak denganku, izinkan aku berdoa untukmu: Semoga dengan pria terbaik kalian saling tertambat satu sama lain.
Wahai perempuan yang pernah memiliki kekasihku,
sedikit tentangnya, bagiku dia adalah seluruh. Dia adalah pria yang seketika membuat amarahku luluh. Dia adalah pria yang bisa membuat aku menangis saking cintanya tapi lidah terlalu kelu. Dia adalah pria yang pernah membuat aku rela hanya mendapatkan separuh. Bagiku. Dia. Adalah. Seluruh. Jadi inilah sebabnya mengapa aku tidak meminta maaf padamu. Aku akan meminta maaf padamu apabila aku tidak berlaku baik padanya, atau menyakitinya, atau menyia-nyiakannya, atau mengkhianatinya. Kurasa, itu adalah yang terakhir kuinginkan terjadi. Setiap kebahagiaannya adalah letupan keajaiban bagi segenap nadiku.
Wahai perempuan yang pernah dirindukan kekasihku,
kau boleh saja membenciku hingga entah kapan. Satu kumohon, jika suatu ketika kau merindukannya, doakan segala kebahagiaan terbaik untuknya. Jika setelah membaca ini hatimu sesak karenanya, sisakan ruang untuk kebahagiaan terbaik bagi dirimu karena kujanjikan padamu kebahagiaan bagi dirinya.
Wahai perempuan yang pernah dicintai kekasihku,
aku ingin mencintainya. Saat ini, hingga nanti, selamanya.
beberapa kali tentu aku terganggu dengan apa yang kau ucapkan padaku, namun mari kuberi tahu, kekasihku ada denganku menyabarkan aku, memeluk dan menciumku hingga aku tenang. kekasihmu dulu itu, kini sudah bersamaku, telah jadi milikku. pergilah. kau tak lagi di hatinya.
sabarku, semoga ia cukup menemanimu di perjalanan menjemputku.
i play my part, and you play your game~
Bon Jovi - You Give Love a Bad Name
Aku tak tau siapa atau apa yang bisa kupercaya. Tidak kamu, apalagi diriku sendiri yang masih bodoh-bodohnya. Lalu, ku hanya lakukan apa yang kuinginkan. Meski itu tanpa keyakinan.
Rasanya?
Gamang.
Kau penipu ulung. Aku orang sombong yang menelan semua manis beracun itu.
Sadarkah kamu saat dustamu hanya ku-aamiin kan dengan senyum?
Mungkin benar aku belum siap terikat. Aku belum siap memikirkan selain diriku sendiri. Dan jika kamu tidak bersedia memberi aku waktu untuk belajar, kita tidak akan sejauh ini. Sampai kapan sabarmu? Bukan aku ingin menguji, sungguh bertengkar denganmu adalah hal yang sangat tidak aku sukai dari kita. Hanya aku bertanya, apa aku akan sudah memahamimu sebelum ia habis?
Aku Tidak (begitu) Suka Kejutan
Membuat jantung tidak sehat dan isi kepala sibuk menerka, aku tak suka.
Rasanya percuma melakukan apapun jika bukan aku yang kau inginkan..
Sayang
Jika kita menikah, maka aku haruslah satu-satunya yang terikat hukum denganmu. Perkara kau ingin yang lain untuk memuaskan selangkanganmu, bicarakan denganku. Mungkin aku akan mengizinkannya bergabung dengan kita di tempat tidur. Namun jika kau bermaksud pulang kepadanya, baiknya kau memilih. Meski dia tak keberatan menjadi madu, aku tak pernah ingin meracun diriku. Dan ingat, Semesta tak selalu bisa menyembunyikan bau bangkai dari yang dihindarinya. Serta jangan pernah coba untuk menyuguhkan janji surga Tuhan jika aku rela, aku lebih senang menyeretmu ke neraka bersama.