Sejak pertama kali para imam menghidupkan agamanya dengan cara membentuk madzhab-madzhab, rasanya tak pernah ditemukan konflik-konflik yang tidak beradab. • • Walaupun perbedaan dalam fiqih antara pengikut Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hambali tak terelakkan, begitu pun perbedaan pemahaman tauhid antara asyari dan maturidi tak terhindarkan, tapi persatuan tidak pernah terhapuskan, karena yang mereka dirikan jelas dinukil dengan berbekal ilmu yang mapan, dr sumber yang sejalan yaitu hadits dan al-Quran. • • Yang aneh, persatuan dan toleran malah hilang ketika di zaman sekarang muncul mereka yang mengajak ke persatuan dengan cara kembali langsung pada hadits dan Al-Quran tanpa perlu mengikuti madzhab-madzhab yang sudah ditetapkan. • • Mereka bilang : Tak perlu lah beramal dengan taqlid buta pada Syafii, Hanafi, Maliki, Hambali, ataupun Asyari dan Maturidi, langsung saja baca hadits dan quran ini. Aneh, sejak paham ini didirikan justru darah bertumpahan, fitnah bertebaran, umat saling memicu pertengkaran, tuduh menuduh bahkan jadi makanan keseharian. • • Tak sejalan dengannya langsung dihina, yang marah padanya diteraki "bidah!!!syiah!!!" olehnya, yang dianggap mengusik divonis syirik. Lho, kau mengajak ke persatuan tapi kenapa malah menyalakan api perpecahan?. • • Saling menghargai saja, kita ini masih sedikit ilmunya, mari sama-sama banyak baca, sama-sama banyak tanya, cari guru kemana-mana, biar tak mudah mencaci sesama. Mari kembalikan lagi islam pada aslinya, yang berdakwah tanpa menimbulkan rasa gerah, yang mengikut tanpa perlu menyikut. • • Berbeda bukan berarti tak sama, bersatu bukan berarti hanya satu. Islam itu kamu dan aku, bukan hanya kamu. ✌✌✌✌