“Jika ia kerap sulit untuk membuka hati, sulit untuk percaya lagi ; ia juga berusaha mati-matian meski berkali-kali kenangan buruk membuatnya kembali tak bisa.”
”Memangnya sudah separah itu Key?” dahinya mengernyit tak percaya.
”Ia juga sebenarnya ingin, tapi ada tembok tinggi yang membentengi hatinya, ia terkurung disana. Sebelum berubah menjadi dingin dan tawanya yang seringkali palsu itu, dulu dia pernah tumbuh sebagai gadis yang sangat hangat pada siapapun. Senyumnya tulus dan mudah sekali jatuh cinta, sekarang dia dingin sekali. Banyak hal yang ia sembunyikan, ternyata kejadian traumatis itu benar-benar membuat ia kehilangan dirinya sendiri.”
”Ya betul ternyata, aku harap ia akan segera ditemukan oleh orang yang bisa membuatnya hangat kembali Key.”













