Cyber Attacks and Cyber Exploitation (4)
______________________________________________________________
1) a. Cyber attack for destruction
Sebuah pabrik baja di Jerman mengalami kerusakan parah setelah hacker berhasil mengakses jaringan-jaringan produksi, sehingga mereka mendapat kewenangan untuk mengendalikan tungku pembakaran pabrik tersebut. The Federal for Information Security (BSI) menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan salah satu contoh serangan digital yang mengakibatkan kerusakan fisik. Serangan tersebut menggunakan spear phising, yaitu menyerang pengguna e-mail dari sistem organisasi, kemudian setelah sistem terganggu menimbulkan kegagalan pada sistem. Penyerangan tersebut juga menggunakan teknik rekayasa sosial yang canggih sehingga mampu menembus akses ke jaringan kantor pabrik baja. Kegagalan dalam sistem tersebut mengakibatkan ledakan pada salah satu tungku pabrik yang berdampak pada kerusakan tanaman yang besar. Serangan ini mirip dengan serangan yang disebabkan oleh Stuxnet worm, dimana serangan tersebut diyakini lahir dari negara Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang nuklir Iran.
http://www.itworld.com/article/2861675/cyberattack-on-german-steel-factory-causes-massive-damage.html
b. Cyber attack for deception
Illusive Networks Israel menciptakan perangkat lunak yang dapat menggagalkan cyber hacker dengan lulling mereka untuk mencuri data danmencari informasi. Perangkat lunak ini ditujukan untuk serangan yang ditargetkan dan ancaman terus-menerus. Contohnya adalah mengakses database kartu kredit atau file server yang berisi informasi-informasi sensitif tentang nasabah. Perangkat lunak ini akan mengecoh hacker pada database nasabah yang sebenarnya palsu. Informasi palsu yang akan diperoleh oleh hacker ini menjamin data asli nasabah, karena perangkat lunak ini bersifat transaparan sehingga tidak mempengaruhi fungsi normal dari perangkat, server komputer maupun peralatan jaringan. Teknik penipuan ini dinilai lebih efektif dibanding dengan metode defensif, karena lebih umum dan mudah tersebar. Setelah hacker mulai menjalankan aksinya didalam jaringan, pernagkat lunak ini dapat menetralkan serangan dan akan muncul laporan gangguan, sehingga teknisi administrator dapat dengan segera mendeteksi serangan.
http://www.reuters.com/article/2015/06/09/us-tech-cybersecurity-illusive-idUSKBN0OP1TX20150609
Tiongkok dituduh melakukan serangan cyber oleh Amerika Serikat (AS) pada tanggal 4 Mei 2001. Sistem jaringan komputer Gedung Putih mengalami gangguan atau serangan dari hackers. Situs whitehouse.gov tercatat mengalami gangguan sejak pukul 08.00 waktu setempat yakni dengan mengeluarkan pesan error hingga mati total pada siang harinya akibat serangan destributed denial-of-service (DDoS).
http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/59035/Nadya%20Vira%20Meisitha.pdf?sequence=1
Agen mata-mata cyber spies Tiongkok telah berhasil mengakses e-mail pribadi dari pejabat-pejabat pemerintahan Obama. Hal ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2010, dan tahun 2011 google mengungkapkan bahwa account gmail para pejabat tersebut telah dikompromikan. Tiongkok telah menargetkan alamat email pejabat-pejabat tersebut, Tiongkok merekonstruksikan dan mengeksploitasi jaringan sosial mereka (pejabat AS) dengan mengirim malware ke teman dan rekan mereka. Tiongkok mencoba untuk menyelundupkan perangkat lunak berbahaya kedalam komputer mereka.
http://www.politicoscope.com/china-cyber-exploitation-and-attacks-units-spies-obama-administration-officials-email/
Jadi, perbedaan serangan cyber dan eksploitasi cyber menurut saya adalah serangan cyber menyebabkan kerusakan fisik dan menganggu jalannya sistem komputer. Sedangkan eksploitasi cyber lebih mencuri informasi secara sembunyi-sembunyi tanpa menyebabkan kerusakan atau error secara langsung.
______________________________________________________________
1.Cyber Destruction ini biasanya rentan terhadap dunia perbisnisan. saya setuju dengan Devienta yang menggunakan contoh kasus dari PT SONY. karena itu merupakan kejadian atas cyber attack for destruction yang paling menjadi pelajaran bagi semua pebisnis agar kejadian itu tidak terjadi kepada perusahaannya. penjahat cyber atau hacker yang dilakukan terhadap sebuah bisnis tidak hanya melakukan kerusakan keuangan organisasi, tetapi juga bisa menjadi malapetaka dengan reputasi bisnis.saat ini hacker menargetkan infrastruktur dengan menggunakan serangan cyber yangdestruktif dalam upaya untuk memanipulasi sistem atau menghancurkan data daripada mencurinya.
Contoh lainnya ada Stuxnet yang merupakan senjata digital yang canggih buatan AS dan Israel yang tujuannya melumpuhkan sistem kontrol di Iran guna menyabot sentrifugal di pabrik uranium Iran.
Menurut saya, AS menyerang Iran karena AS takut akan pengembangan nuklir di Iran yang nantinya bisa mengancakm keamanan negaranya. Israel membantu AS seperti yang kita tahu AS dan Israel merupakan sahabat dan Israel mempunyai konflik kepada negara - negara di Timur Tengah, salah satunya Iran.
2. Cyber Deception dapat terjadi karena Setiap saluran komunikasi yang menggunakan internet dapat menyampaikan informasi secara palsu dan tentu saja ini dapat digunakan untuk penipuan. Penipuan dapat didefinisikan sebagai interaksi antara dua pihak, penipu dan target. dimana keadaan si penipu berhasil menjebak si target. Cyber Deception ini biasanya kasusnya terlihat kecil tetapi sebenarnya dapat merugikan, sifatnya memanipulasi dan menurut saya sasaran empuk dari cyber deception ini biasanya kalangan bawah yang pendidikannya aga kurang. contohnya seperti : kasus sms yang mama minta pulsa. selain itu cyber attack deception bisa digunakan untuk pertahanan dari suatu negara, jadi seperti mengelabuhi data yg sebenarnya. Jika ada negara yang ingin mencuri data negara lain belum dipastikan jika data yang dicuri adalah asli. bisa saja sudah di kelabuhi sebelumnya. seperti itu kira2 :)
3. Cyber Attack mempunyai tujuan mengganggu, menyangkal atau merusak informasi dari sebuah sistem yang bersifat jahat dengan melakukan pendekatan secara langsung seperti mengirimkan virus kepada komputer melalu jaringan internet, rata2 waktunya berjarak pendek. Dan basis hukum yang menangani Cyber Attack jus in bello.
Contoh nyata yang menunjukkan bagaimana dampak serangan cyber telah menyebabkan kerusakan keuangan dan reputasi untuk bisnis di negara Inggris. Serangan cyber ini menggunakan cara menambahkan kode berbahaya ke situs yang official dari sebuah perusahaan. Kode ini di atur oleh komputer penyerang, dan memberikan penyerang akses ke sistem perusahaan tersebut.
Mereka mungkin telah menyusup jaringan web desain perusahaan dengan menyamar sebagai pengguna yang sah yang kemudian menambahkan sebuah kode yang menyebabkan situs mereka sendiri yang akan dimuat setiap kali situs yang sah dikunjungi.
cyber attack ini mirip seperti bunglon, yang bisa merubah dirinya sesuai dengan keadaan.
https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/400106/Common_Cyber_Attacks-Reducing_The_Impact.pdf
Cyber Exploitation mempunyai tujuan mengumpulkan data. sifatnya lebih menguntungkan sebuah pihak dengan melakukan pedekatan spyware, rata2 waktunya berjarak panjang dan basis hukum yang menangani cyber exploitation adalah hukum domestik. Cyber exploitation lebih melakukan kegiatan pengumpulan intelijen daripada aktivitas secara destruktif.
Cyber Eksploitasi sebagai "Use of Force". sebagian besar negara mempertimbangkan cyber eksploitasi sebagai bentuk baru dari spionase, dan spionase tradisional bukan merupakan penggunaan kekuatan.
Banyak perusahaan swasta dan organisasi pemerintah di Amerika Serikat dan di tempat lain yang menjadi target untuk pengumpulan intelijen yang berasal dari China. Masih banyak misteri tentang tingkat keterlibatan berbagai bagian negara-militer, intelijen Cina, atau kegiatan lainnya yang berpotensi berisiko.
Menurut saya Cyber Exploitation ini setipe dengan spionase semacam mata-mata. sebuah negara menggunakan Cyber Exploitation untuk “menyerang” negara lain untuk memperoleh rahasia dari negara yang ingin mereka curi sistem atau datanya. Bentuk baru dari spionase adalah mempengaruhi hubungan ekonomi dan politik antara negara-bangsa serta mengubah bentuk perang menjadi lebih modern tetapi dengan dampak yang tidak kalah dengan perang nuklir dan sebagainya.
https://www.usnwc.edu/Academics/Faculty/Derek-Reveron/Documents/China-and-Cybersecurity-Workshop-Report-final.aspx