Misplaced Lens Cap
AnasAbdin

titsay
NASA
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

oozey mess
Jules of Nature

roma★
trying on a metaphor

Janaina Medeiros

blake kathryn

Kaledo Art
Stranger Things
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sweet Seals For You, Always
Cosimo Galluzzi

No title available
Xuebing Du
tumblr dot com

PR's Tumblrdome

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Israel
seen from United States
seen from Mexico
seen from Mexico
seen from Mexico
seen from Israel
seen from United States
seen from United States
@ishimoras
On days I miss you, I write down your name
On days the longing still remains
I draw you out with my memories
So all the days
Are beautiful days to me
- Cheeze (The Day We Met)
There are some things about myself I can't explain to anyone. There are some things I don't understand at all.
— Haruki Murakami
I had a stomachache for a few days already
Then you sang to me for sleep last night
I couldn't even stop smiling inside
Till I realized that I woke up with various comical dreams of you
It was really odd already I could slept in it
Yes, you are my very own morphine.
Roti Goreng Pisang Keju
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat malam, sunshine.
Dalam indah dan teduhnya Ramadhan kali ini, saya berniat untuk menuliskan beberapa masakan yang saya buat untuk melengkapi berkahnya berbuka puasa.
Hari ini saya membuat sebuah masakan yang cukup sederhana, yaitu Roti Goreng Isi Pisang.
Bahan-bahan:
- Roti tawar
- Pisang
- Keju
- Coklat
- Telur
- 2 sdt susu putih
- Tepung Roti
Cara membuat:
1. Untuk roti tawar, bisa dipotong bagian pinggirnya atau tidak. Sesuai selera saja. Pipihkan roti tawar hingga padat dan tipis.
2. Masukkan pisang yang sudah dipotong seukuran yang diinginkan, kemudian letakkan di bagian tengah roti.
3. Taburkan coklat/meses dan keju (sesuai selera).
4. Oleskan bagian dalam pinggir roti dengan telur yang telah dikocok sebagai bahan pelekatnya, kemudian lipat roti menjadi setengah dan tekan-tekan bagian pinggir yang sudah diolesi telur hingga melekat.
5. Lakukan tahapan hingga jumlah yang diinginkan.
6. Setelah selesai, masukkan 2 sdt susu putih ke dalam telur lalu kocok.
7. Celupkan roti-roti isi yang telah dibuat ke dalam larutan susu dan telur.
8. Kemudian celupkan ke dalam taburan tepung roti hingga seluruh permukaan terselimuti.
9. Goreng roti dalam minyak yang telah panas agar tepung roti tidak menyerap minyak terlalu banyak. Goreng hingga menguning kemudian tiriskan.
Alhamdulillah roti goreng pisang keju saya sudah jadi. Alhamdulillah rasanya enak, hehehe apalagi kalau pisang yang digunakan manis jadi lebih berasa.
Sekian resep hari ini. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
The space between us
I'd never imagine that the movie will be that heart-wrenching. I don't know how to classify that kind of ending. Well maybe if I contextualize it to reality, it wasn't even an ending.
Well, then I talk about it as a movie. Is it a happy ending? Cause Gardner found his father, found his love, and more importantly found his home. Or is it a sad ending? Cause he has to stay at Mars, far away from his love. I don't know.
Every person potrays different kind of perception of love. Some would think that they should be together, no matter what. People with long distance relationship also stay together. It's just a matter of how someone put a meaning on "together". Do we really need to be on the same place? Somewhere when we can reach each other at times, or maybe everyday. This could be a long and rough way to discuss actually. But what I believe is, it's someone choices.
Here's the thing. Home is not where you are. Home is the situation which let you put your heart and mind to be at peace. No matter what or who or where it is. It could be someone that you call home. It could be somewhere. Or maybe to some extent it's just the matter of how you set it in your mind. If you know that "someone" is your home, it doesn't matter where he/she is, as long as you've found that person in your life, you're home.
Aside from that, I think I like this kind of movie, cause it helps me to rethink about where I live and the beauty within itself. It broaden your heart and your mind so that it humbled you to live coexisting with other living creatures.
Well, at least that's a little thought I gave after watched that movie.
"It's good to be home."
Yeah, it's always good, I believe.
My Note on “Blue is The Warmest Color”
Aku baru saja menonton “Blue is The Warmest Color”. Aku paham film itu mengisahkan tentang perjalanan pencarian jati diri seorang perempuan, mungkin secara spesifik perjalanan kehidupan seksualnya. Namun entah mengapa aku merasa sesuatu tersangkut pada dadaku saat selesai menonton film tersebut.
Seorang anak berumur 15 tahun bernama Adele mencoba untuk mengeksplorasi kehidupan seksualnya hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang perempuan yang lebih tua-yang sudah mengidentifikasi dirinya sebagai lesbian, bernama Emma. Pada awalnya aku tertarik tentang bagaimana penggambaran mengenai diskriminasi terhadap lesbian terjadi di sekolah pemeran utama film tersebut. Ketika teman-teman perempuannya mengetahui bahwa ia dekat dengan seorang yang “tomboy”, teman-temannya mengklaim bahwa Adele juga adalah seorang lesbian. Hal itu semakin membuatku tidak nyaman karena teman-temannya merasa bahwa diri mereka terancam sebagai perempuan pernah tidak berbusana di depan Adele dan takut Adele akan melakukan sesuatu terhadap mereka. Itu adalah satu hal yang sangat tidak masuk akan di otakku. Layaknya seperti orang heteroseksual, perempuan lesbian dalam film tersebut tentunya juga memiliki preferensi.
Aku suka bagaimana penggambaran awal kedekatan antara Adele dengan Emma. Aku dapat memahami beberapa momen dalam film itu. Kedekatan mereka secara seksual sangat disampaikan secara eksplisit dalam film tersebut, aku terkesan dengan penggambaran yang begitu indah. Aku suka bagaimana mereka mencoba saling memahami satu sama lain, tentang apa yang mereka benar-benar inginkan dalam kehidupan mereka. Respon baik orang tua Emma yang berpikiran terbuka menerima Adele sebagai partner Emma sebenarnya agak membuatku senang. Namun sebenarnya aku mulai merasa tidak nyaman ketika Emma diundang ke rumah Adele untuk makan malam. Emma tidak diperkenalkan sebagai partner melainkan senior yang mengajari Adele filsafat. Aku bisa melihat ketidaknyamanan pada kedua orang tua Adele hinga titik mereka menanyakan pekerjaan pacar Emma, hingga akhirnya Emma berbohong. Tidak ada sedikitpun dialog yang menggambarkan mereka mendiskusikan hal tersebut sebagai pasangan. Mereka sibuk dengan hubungan seksual yang ku lihat menjadi penyatu mereka.
Waktu berlalu dan Adele mulai bekerja sebagai tenaga pengajar anak-anak seperti guru TK. Adele dan Emma hidup bersama. Alur tipikal menurutku. Beberapa hal menjadi rumit menurutku ketika Adele mulai masuk ke dalam kehidupan profesional Emma. Emma mengadakan pesta di rumahnya dan mengundang teman-temannya kemudian memperkenalkan Adele sebagai muse-nya. Aku agak risih melihat bagaimana Adele mempersiapkan segalanya sendirian, masak, dekorasi, melayani tamu-tamu acara Emma sedangkan Emma sibuk dengan teman-temannya tanpa peduli apa yang dirasakan oleh Adele. Adele digambarkan agak terganggu dengan eksistesi seorang perempuan yang sedang hamil sangat dekat dengan Emma. Namun Adele tidak berkata sedikitpun tentang itu.
Ketika acara tersebut selesai, mereka tertidur dengan percakapan yang agak aneh sebenarnya. Emma menyampaikan bahwa ada seorang temannya yang terkesan dengan Adele dan menceritakan kekhwatirannya akan pasar lukisannya. Aku melihat Emma tidak apresiatif dengan hal-hal yang dilakukan oleh Adele untuk acara tersebut. Emma justru menyatakan “aku senang kamu melakukan hal-hal seperti ini, masak, mengajar. Namun aku ingin melihatmu bahagia.” Adele menyampaikan bahwa ia bahagia dengan berada di sisi Emma. Namun entahlah, di titik itu aku merasakan bahwa mereka memiliki konsep kebahagiaan yang berbeda satu sama lain namun tidak berusaha untuk mendiskusikannya sebagai pasangan. Emma terkesan memaksa Adele untuk mengeluarkan tulisan-tulisannya sebagai karya sastra di saat Adele tidak begitu nyaman dengan ide tersebut. Kemudian percakapan berakhir saja di sana tanpa ada apa-apa. Mereka terlelap seolah tidak ada apa-apa.
Sejak saat itu aku melihat mereka bukan sebagai pasangan melainkan orang yang hidup bersama saja. Tidak ada lagi komunikasi, kompromi, ketertarikan. Yang ada hanya keinginan untuk dipahami, didengar kisahnya. Momen-momen berlalu tanpa ada usaha untuk berdialog mengenai keresahan satu sama lain. Hingga pada akhirnya Adele mulai merasa kesepian dan terjerumus dalam jurang pelampiasan. Ia berhubungan dengan rekan kerja laki-lakinya tanpa sepengetahuan Emma.
Sebenarnya menurutku, keterbukaan mengenai preferensi seksual seseorang menjadi kewenangan penuh orang tersebut bahkan bagi pasangannya. Kesalahan yang dilakukan Adele dengan melampiaskan rasa kesepiannya dengan koleganya menurutku bukan semata-mata kesalahan Adele. Memang Adele bersalah, namun kontribusi keduanya cukup banyak dalam hal tersebut. Dalam perspektifku, sangat tidak adil bagi Adele untuk diperlakukan seolah semua ini adalah salahnya dengan berselingkuh. Bagaimana Emma meneriaki Adele ketika putus sangat membuatku sedih dan merasa segalanya adalah salahku.
Dalam perspektifku, ketika orang lain melakukan kesalahan, kadang seseorang hanya bisa untuk melihat kesalahan tersebut sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya, tanpa menyertai refleksi dirinya serta kontribusinya dalam persoalan tersebut. Tidakkah Emma mencoba melihat kembali bagaimana hubungan mereka berdua akhir-akhir ini. Bisa juga memang sebenarnya Emma sudah tidak lagi mencintai Adele – aku tidak tahu itu atau bahkan Emma memang memiliki kepribadian berpindah pasangan dengan mudah – aku tidak tahu itu juga. Hal ini mengingatkanku pada momen Emma dekat dengan Adele, Emma sedang dalam hubungan dengan perempuan lain yang telah berjalan selama 2 tahun. Lalu seolah tidak ada apa-apa ia berhubungan dengan Adele.
Ketidakmampuan Adele untuk menahan kesedihan dan keterpurukan dirinya ketika tidak lagi bersama Emma membuatku sedih. Ikatan yang mendalam yang ia rasakan dengan Emma seperti lenyap begitu saja. Ketika mereka bertemu kembali, dalam kondisi Emma sudah bersama perempuan lain, aku bisa melihat mereka sangat ingin satu sama lain secara seksual. Aku tidak bisa memahami ini jujur. Terlalu banyak posibilitas bergulir di otakku. Entah apakah adele yang sudah terbutakan dengan cintanya kepada Emma, atau apakah ia mendefinisikan cintanya dengan Emma dengan kedekatan fisik mereka sehingga ia meminta Emma untuk menyentuhnya pada saat itu bahkan menanyakan bagaimana hubungan seksual Emma dengan pasangan barunya. Emma bisa menahan dirinya kemudian dan terkuak fakta bahwa ia tidak lagi mencintai Adele.
Adele kemudian bahkan datang ke acara pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Emma. Entahlah adegan-adegan itu sungguh aneh namun sangat nyata. Dahulu ketika mereka masih berpasangan, aku tidak melihat ada ketertarikan satu sama lain untuk menghormati apa yang dikerjakan oleh pasangannya. Namun ketika semua telah berakhir, Adele justru mengapresiasi bahkan hendak membeli lukisannya. Pada saat pameran tersebut, Adele bertemu dengan seorang laki-laki yang pernah ditemuinya juga pada saat acara Emma pertama kali di rumahnya. Laki-laki itu sepertinya tertarik dengan Adele. Namun film itu berakhir dengan adegan Adele keluar dari pameran dengan sedih melihat Emma dengan pasangan barunya dan laki-laki yang tertarik dengan Adele namun kehilangan Adele ketika hendak mencarinya keluar dari gedung pameran. Seolah memang belum ditakdirkan pada saat itu.
Perjalanan hidup Adele memang tidak mudah. Aku agak tersentil melihat akhir film yang demikian. Adele digambarkan belum mampu menemukan kebahagiaan bahkan dalam dirinya sendiri. Meskipun demikian, aku tahu kisah tersebut begitu nyata dalam kehidupan dan menghadirkan banyak pembelajaran. Begitu banyak yang bisa diambil terlepas dari kisah homoseksual Adele dan Emma. Komplikasi perasaan dalam sebuah hubungan selalu dapat menjadi topik yang tidak akan pernah habis dalam kehidupan ini.
Friendly reminder: when people say ‘as long as you tried your best’ it doesn’t mean ‘the best you could possibly have done ever’ it means ‘the best you were capable of at the time.’ Sometimes ‘trying your best’ is just getting out of bed in the morning. Just because you weren’t working yourself to the bone doesn’t mean you weren’t trying your best.
Bukan sebuah rindu
Bukan sebuah penyesalan
Bukan sebuah kenangan
Namun hal itu menghantammu keras
Sebuah kesedihan yang ternyata telah meradang
Kesedihan akan kesadaran mengetahui suatu hal yang menyedihkan telah melalui
Menyedihkan karena begitu kontradiktifnya sebuah perasaan
Kala itu mencinta
Kali ini membenci
Marriage is the beginning of a relationship.
- Goethe
There's no such thing that's fundamentally based on happiness, except marriage.
-Goethe
The most painful thing is losing yourself in the process of loving someone too much.
— Ernest Hemingway, Men without women.
It's not like you know all about today, just because you lived yesterday.
Because This is My First Life
I won't feel sorry to anyone for something that I did to myself with my own consideration just because other people don't like it. My body and my heart are my own responsibility.
Sunshine
I feel like you're not that into me.
I feel like you don't really interested in me and my life.
When I told you one, you sounded like you don't care.
You changed the subject and just went with it.
I miss you.
I miss you, who listen to my story.
I miss the time I talked freely in front of you.
You teach me to be honest to myself,
and I'm being it right now.
At least, this is how I honestly feel right now.
I hate when you start being someone else.
or it's me that's changing.
I feel unwelcomed.
You know, when someone tell story and another one will add some without exchanging their responses toward each other after one story.
The stories just pile up and ...
I feel restrained.
You know, when something interesting happens and you just feel useless to tell anyone. Cause you worry they might derogate the value of the story or even worse hurt your feeling by being ignored.
In the end, you can't help yourself to just kept it inside you.
Sunshine