..... Sejarah menelurkan ibrahnya untuk kita satu per satu; Usamah bin Zaid yang memimpin pasukan perang di usia duapuluhan, Imam Abu Hanifah yang hafal Al Quran di usia sembilan tahun, atau imam syafi'i yang meletakkan dasar-dasar ushul fiqih dan karya-karya monumental pada bentang umurnya yang hanya mencapai angka lima puluhan. Dalam tatanan praktis, setiap kita bisa merasakan betapa kekuatan amal sangat dipengaruhi sejauh mana kekuatan hubungan kita dengan pemilik amal itu sendiri, Allah SWT. Saat iman berada dalam kondisi puncak, niscaya jasad tak akan lelah menuruti kemauannya. Sebaliknya, saat kualitas ruh sedang terjun bebas, maka tubuh sehat nan kuat pun menjadi nirpotensi. Itulah sebabnya, Nabi Muhammad menyadbakan bahwa dua jenis kenikmatan yang paling banyak menjerumuskan manusia adalah nikmat sehat dan waktu luang. ..... ( #TahajudNotes "Renungan Dahsyat Penggugah Semangat di Pagi Hari", Ust. M. As'ad Mahmud, Lc. @m.asad_mahmud )









