Tidak puas kita memperingatkan bahwa pergerakan tidak boleh tinggal pergerakan pemimpin saja, yang timbul dengan pemimpin itu, melainkan haruslah menjadi pergerakan rakyat, janganlah mencita-cita adanya pemimpin-pemimpin bagi Indonesia, malainkan kehendakilah adanya pahlawan-pahlawan yang tak punya nama, pahamkanlah apa yang ditulis oleh Helide Edib Hanoum dalam kitab Turkish Ordeal berhubung dengan soal ini: "Untuk mencapai cita-cita itu ialah manusia yang melepaskan jiwa pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi menyimpan senantiasa dalam dadanya wajah tanah air yang luka. Percobaan mereka adalah satu, yang dapat dirasai oleh manusia yang sama mencoba. Perjuangan mereka tidak pernah dosoraki dari atas gelanggang (tempat penonton), dan pahlawan-pahlawan yang tidak bernama dan dihina itu mencapai tujuan mereka. Hidup mereka tidak lain daripada berjuang dan itulah yang dinamakam 'percobaan untuk merdeka'". Bukan lagi pemimpin yang satu-satunya itu, melainkan rakyat Indonesia sendirilah yang harus menjadi pahlawan. Bagaimana juga cakap dan pandai seorang pemimpin, kalau rakyat tidak mempunyai kemauan dan keinsyafan, pergerakan rakyat akan sia-sia. Dalam Untuk Negeriku Berjuang dan Dibuang Mohammad Hatta















