Melepaskan, Lalu Kita akan Mengingatnya Sebagai Pernah

ellievsbear
The Stonewall Inn

Andulka
NASA

titsay

#extradirty
official daine visual archive

bliss lane

Kiana Khansmith
occasionally subtle
I'd rather be in outer space 🛸
The Bowery Presents

No title available
🩵 avery cochrane 🩵

gracie abrams
No title available
sheepfilms

Discoholic 🪩

No title available
Claire Keane

seen from Malaysia
seen from France

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from Saudi Arabia

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Lebanon
seen from Taiwan
seen from United States
seen from Portugal
seen from Malaysia
seen from Colombia
seen from Venezuela

seen from Slovakia

seen from France
seen from Ecuador
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@jamduapagi-blog
Melepaskan, Lalu Kita akan Mengingatnya Sebagai Pernah
Attack
Isu pindah lokasi kantor; harga makanan naik, ongkos transport naik, gaji naik ga ya?
Wiwid: Kita harus 'strike' nih.
Boti: (bisik-bisik) 'Strike' apa sih?
TJ: Itu, serangan.
Vallin: Demo, kali.
Wiwid: Serangan mah 'attack'.
Boti: (nyanyi) Wing, Wings biruuuuu.
Boti memang sungguh random.
Rekonstruksi
OLEH: VALLIN TSARINA
Kau adalah laut paling biru Biru yang tak kusuka dan laut yang selalu terlalu dalam Atau kau sengaja membuatnya begitu dalam agar tak ada yang mencoba menyelam Ia tak membiarkan seorang pun membuat ingatan tentangnya. Ia menghindar, ia berputar dan memudar. Ia tak ingin diraih, itu yang membuatku perih. Lelaki itu pucat, matanya kelabu, ia lelaki bulan. Hingga pada suatu musim, ia, juga aku, menabur ingatan, di dalam kepala, di tepi malam, di sepanjang jalan. Kita berbagi senja; bola kuning raksasa dari ujung utara Jakarta, dan matahari ungu di Bandung yang mendung. Sampai kemudian waktu beku, cerita senyap, matahari dingin, ia, juga aku, kehilangan percakapan. Ingatan adalah beban hidup. Ia pergi begitu jauh, tak tersentuh. Kepedihan yang paling sedih adalah yang terkatakan pada hening. Sisa rindu bisa jadi berbahaya Bisa jadi harapan yang banjir Atau bisa jadi jelaga yang kian hari menutup keinginan untuk hadir Sesungguhnya kita tidak pernah bernar-benar melepaskan. Kita tidak benar-benar melupakan.
Adegan berulang. Cuplikan masa lalu berloncatan, menari liar, berbuat onar (hatimu, hatiku). - Aku ingin bertemu engkau, pada sebuah waktu yang tidak diduga, pada tempat yang pernah begitu menyenangkan ketika kita kunjungi bersama. Agar aku yakin- atau itu hanya aku yag sedang berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa kita memang seharusnya bersama. Belum terjadi juga. Kadang juga, kita menghindari menciptakan ingatan—agar tak perlu repot melupakan. Jalanan telah sepi. Juga kedai kopi 24 jam yang pegawainya mulai mengenakan baju hangat. Lampu telah temaram, kopi di cangkir merah telah sampai ke dasar. Telahkah kau ingin pulang? Di pinggir jendela, ada rindu yang sedang bertamu. Di mataku, gerimis turun satu-satu. - Telah kupintal kata-kata. Bermusim. Tapi bahkan kau tak terpengaruh angin. - Kita sebenarnya selalu tau bahwa ada pelukan yang terasa pulang. Kita sering menafikkannya karena kita (hanya) belum ingin pulang. ‘Pulang’ adalah berbeda dengan ‘masuk rumah’. Pulang butuh kesediaan. Masuk rumah butuh kunci (juga pintu yang tidak di-slot dari sisi dalam). Penting mana, merasa pulang atau serasa di rumah? Pulang belum tentu ke rumah. Ke rumah belum tentu untuk pulang. - Aku berziarah. Dengan enggan mendatangi senja, mendatangi sebuah suasana di antara dinding bata, mendatangi dermaga, mendatangi mimpimu. Aku memunguti ingatan yang berserakan di sepanjang jalan.
Aku mengirimimu sebuah pesan bening, tentang kerinduan yang hilang tempat.
Aku mengurung diri di sebuah dunia di dalam kepala. Engkau masih kuhidupkan disana. Kesedihan dan kenangan dipintal menjadi selimut malam. - Aku mengingatmu dengan baik, pada bebukitan di musim kering yang menyapa matahari pagi dan melarung matahari senja. Aku mengingatmu dengan baik, pada sore berkabut di Cipularang dan cemara abu-abu di pinggir jurang. Aku mengingatmu dengan baik, pada punggungmu yang selalu kau keluhkan dan rambutmu yang beruban. Ingatan, sayangku, adalah lautan, seperti lautmu yang selalu terlalu dalam. Aku menyelam dan tenggelam. Hari menghilang, satu-satunya penanda adalah makna. - Segala sesuatu berdasarkan ingatan. Sesuatu menjadi bernilai, menjadi bermakna karena kita mengingat kembali. Dalam mengingat kembali, proses penciptaan kembali berlangsung. Baik secara sadar atau tidak- lebih banyak secara sadar. Dengan berlangsungnya waktu, jadilah rekonstruksi ingatan pada peristiwa sebagai peristiwa baru- sebagaimana yang kita kehendaki. Kita menambal di sana, merapikan di sini, mengubah data-data yang menyertai. [1] - Ia belum lelah namun telah menyerah Ia pulang kepada ingatan yang mungkin tak ia ingat benar 2014 [1] Arswendo Atmowiloto, Dewi Kawi, halaman 49.
Dear, you are the bluest ocean.
The blue is so you.
The bluer the deeper.
You're the bluest.
The depth.
The mystery is you.
I've tried to swim for years, until you finally let me dive in.
You are the bluest ocean I gave up diving.
Kita menciptakan peristiwa -ingatan, untuk kemudian dengan segera melupakan, agar (kelak) tidak menjadi beban.
The Burden of Memory, the series.
Ia tidak membiarkan seorang pun membuat ingatan tentangnya. Aku, terlanjur. Maka itu ia pergi begitu jauh.
The Burden of Memory, the series.
Aku ingin bertemu engkau, pada sebuah waktu yang tidak diduga, pada tempat yang pernah begitu menyenangkan ketika kita kunjungi bersama. Agar aku yakin- atau itu hanya aku yg sedang berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa kita memang seharusnya bersama. Belum terjadi juga.
In Denial
If you want to move forward, you need to let go.
The art of letting go will never be easy. Never.
Bromo Mountain, December 27th, 2012.
Bromo Mountain, December 27th, 2012.
Di pinggir jendela, ada rindu yang sedang bertamu. Di mataku, gerimis turun satu-satu.
Bromo Mountain, December 27th, 2012.
"Betapa kabut seperti kita." November 6th, 2012
Air dan Api
Betapa kelindan perkara alami air dan api. Air akan selalu berusaha memadamkan api? Dan api akan selalu terlalu panas untuk air?
Tak jarang kita harus menjaga jarak, dengan melekatkan diri pada yang tampak aman—untuk menyembunyikan keinginan.
Borobudur, December 22nd, 2012.
Kadang kita harus menahan—agar tak rumit. Kadang juga harus melepas—agar lapang.
Borobudur, December 22nd, 2012.