Nanti teman jalan itu akan ada,
Saat usiamu memasuki kepala dua,akan ada banyak hal yang membuatmu seakan ingin kembali pada usia belasan tahun. Dimana saat itu kamu hanya memikirkan tugas sekolah, bermain dengan teman-teman, jalan dengan pasangan di malam minggu dan kembali mengeluhkan jika bertemu lagi dengan hari senin.
Namun kini saat usiamu terus bertambah begitupun dengan kedewasaan yang terus mengubah pola pikir dan tindakanmu tentang menghadapi sebuah persoalan kau dibuat dilema. Bergelut dengan pekerjaan yang tiada henti serta melihat teman-teman seusiamu yang sudah menemukan pasangan hatinya, mereka menikah dan mempunyai anak yang lucu. Hatimu merasa sedikit iri,namun kau tahu kau belum siap akan itu semua.
Kau mulai perlahan fokus dengan dirimu sendiri, mencoba mengenal lebih dalam siapa dirimu dan apa maunya. Mencoba banyak hal baru untuk kelak kau ceritakan dengan anak-cucumu nanti. Namun seseorang itu datang, membuat diri dan hatimu yang tenang sedikit terguncang.
Dia seseorang yang dulu pernah kau jumpai disalah satu waktu dan tempat, dia yang mulai mendekatimu, entahlah tapi kau merasa demikian. Dia yang mempunyai hobi yang sama denganmu yaitu mengekspor tempat-tempat baru, mengajakmu kesana dan kemari, memenuhi apapun mau mu dan kau merasa bahagia, dia orangnya.
Mulai membayangkan banyak hal dengannya dan planning untuk pergi ketempat-tempat yang ada dalam list buku travelingmu. Kau bahagia, menemukan sosok teman jalan yang kau cari selama ini. Namun hari itu kau merasa denial dan hatimu tak tenang.
Kau mencoba untuk mengenalnya lebih dalam, bertanya hal-hal yang mendalam tentangnya. Perasaan yang awalnya condong kini kau coba posisikan disisi netral. Kau menilainya diam-diam, menyimpulkan dan mulai mengambil hal yang harus diputuskan.
Kau mempunyai value diri, kau perempuan yang sudah menemukan siapa dirimu dan apa maumu, kini kau tidak takut bila dia pergi meninggalkanmu dan kenangan yang mungkin sempat tercipta, kau berharga jauh dari berlian. Kini kau yakin, seseorang itu akan datang bukan sedekar untuk menjadi teman jalanmu, namun yang akan menuntunmu menuju surgaNya.
Yakinlah kesabaran dan penjagaan tentang dirimu akan mengantarkanmu pada seseorang yang setara. Bukan sekedar menemanimu mengekspor tempat-tempat yang ada dalam buku travelingmu tapi menemanimu hingga waktu itu datang, waktu maut memisahkanmu dengannya. Bersabarlah sedikit lagi, kau pun tahu kau belum siap untuk menuju pelaminan. Jalani harimu, terus meningkatkan valuemu, jadikan dirimu lebih baik dari sebelumnya dan aku yakin, seseorang itu juga sedang berjalan kearahmu, dia sama sepertimu sedang belajar dan mempersiapkan semuanya.
Bersabarlah,sedikit lagi
Salam Cinta untukmu…
Sahabatmu













