Curhatan Malam : Waktu
Aku seringkali merenungi waktu yang telah berlalu dalam sehari. Ada ketakutan dan kecemasan apakah aku sudah memperlakukan 24 jamku dengan baik. Kata Khalifah Umar bin Khattab bahwa kelelahan dalam ibadah maka lelahnya akan hilang dan pahalanya akan kekal sedangkan kesenangan dalam maksiat rasa senang itu akan hilang tetapi dosanya akan kekal.
Kadang aku mempertanyakan apakah aku lelah dalam ibadah (dalam hal ini konteksnya selain ibadah spiritual juga karena bekerja dan melakukan kebaikan dsb) atau lebih banyak bersenang-senang menikmati hiburan di medsos. Ya Allah...
Kalau tidak punya tujuan, kita biarkan waktu kita mengalir tanpa rencana-rencana kebaikan yang akhirnya malah bablas terisi dengan kesenangan sementara. Astaghfirullah
Hari ini medsos begitu kuat dalam kehidupan kita. Kita sebut sebagai hiburan tapi bukankah hiburan itu sifatnya hanya sebentar, penyegar saja supaya bisa lanjut ke aktivitas yang utama. Tapi malah keterusan sampai lebih dominan mengisi keseharian.
Belum lagi terjebak kata-kata weekend yang katanya harus diisi dengan rebahan, santai, liburan, hiburan. Seolah memang sepanjang hari hanya seperti itu aktivitasnya. Padahal waktu kita terus berjalan, padahal meski weekend pun ibadah tidak boleh kendor apalagi kebermanfaatan diri tidak mengenal libur.
Sejujurnya aku lagi berada di situasi seperti itu. Aku resah banget makanya kutulis, dari sejak pekan lalu dan semakin bikin aku greget untuk doing something. Memang awalnya itu ketika asam lambung ku masih cukup parah ditambah anxietynya yang masih belum terkendali, aku banyak menghabiskan weekend dirumah denga istirahat full. Dan sekarang, Alhamdulillah sudah mulai membaik dan bisa dikontrol anxietynya. Disaat mulai kembali normlah inilah aku kangen masa-masa on fireku dulu yang Sabtu Ahad pun masih berkegiatan diluar. Ikut aktivitas sosial sana sini. Ketemu banyak orang dan teman baru. Aku kangeeen.
Sekian, curhatan kali ini ...














