Meraih Rahmat Allah
ustadzah Cahlina Kinasih
Daurah Shaifiyah
Safeeratal Islam
Jumi Bintu Sahri
Ustadzah membuka dengan muqoddimah dengan memuji Allah, bersyukur atas rahmat Allah yang diberikan kepada kita, nikmat sehat, nikmat ditutupi aib diri kita, dan bershalawat kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dan hadirkan lah hati dalam majelis ini agar kita dapat mendapatkan ketenangan, ustadzah juga membawakan hadis yang menjelaskan keutamaan suatu majelis yang apabila menyebut nama Allah dan berdzikir kepada Allah maka para malaikat akan mendoakan dan Allah akan memberikan rahmat Nya.
Ustadzah mengingatkan kita untuk bertaqwa kepada Allah, dan menyebutkan ayat ayat quran yang memerintahkan manusia untuk bertaqwa dan beriman. Allah memanggil orang yang beriman untuk bertaqwa karena orang beriman adalah orang yang paham dengan peringatan. Allah tidak akan menerima amalan kecuali dari orang yang bertaqwa, surga disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, seorang anak yang bertaqwa kepada Allah, seorang ibu yang bertaqwa kepada Allah, penuntut ilmu yang bertaqwa kepada Allah dan lain sebagainya.
Rasulullah bersabda dari Abu Hurairah, amal seseorang tidak menjadikan seseorang masuk ke dalam surga, kemudian sahabat bertanya engkau juga tidak ya Rasulullah, rasul menjawab aku pun tidak kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.
Allah menggabungkan rahmat dan ilmunya Allah menjadi satu, makna dari rahmat meliputi segala sesuatu, orang baik dan kafir, orang tajir dan fakir. kita butuh rahmat Allah, kita masuk surga sebab rahmat Allah.
az zukhurf 72
Allah memberikan hidayah untuk beramal adalah karena rahmat Allah. dengan kita beramal kita berharap rahmat Allah, yang memudahkan kita beramal shalih ada karena taufik dan rahmat Allah. dengan usaha ini membuat kita tidak sombong sebab 3 perkara yang membinasakan
rasa pelit
hawa nafsu
dan ujub pada diri sendiri
amalan hanya sebab tingginya seseorang di surga.
hadis sahabat yang menginginkan masuk surga bersama rasul lalu rasul meminta sahabat tersebut untuk beramal shalat malam.
sesungguhnya penghuni surga yang menempati derajat yang paling tinggi akan melihat yang ada dibawah mereka, dan abu bakar dan umar berada didalamnya dan hal ini menunjukkan surga memiliki tingkat dan masuk surga karena sebab rahmat Allah, sedangkan amalan adalah sebab tingginya derajat surga bagi hamba.
rahmat Allah adalah merasakan kasih sayang. ada 2 rahmat yaitu rahmat secara umum bagi mukmin dan kafir. yang kedua rahmat khusus yaitu kebaikan didunia dan akhirat yaitu berupa taufik dan hidayah untuk beramal dan dimasukkan kedalaman surga bagi orang mukmin.
maka rahmat Allah yang kita cari, setiap hari kita berdoa agar Allah memberikan rahmat, doa diantara 2 sujud, doa zikir pagi dan petang.
rasul bersabda kepada fatimah,
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.
sesungguhnya Allah memperkenalkan dirinya kepada hambaNya dengan ayat ayat di al quran, dengan nama nama Nya, dan yang agung adalah namanya Ar Rahiim,
hadis kasih sayang Allah melebihi kasih sayang ibu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya.
Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami,
“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”
Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
bagaimana kita mendapatkan rahmat Allah yang besar
1. berbuat insan dengan
mengasihi hamba Allah dan menyayanginya
al araf 56
derajat ihsan lebih besar dari iman, yaitu merasa diawasi Allah subhanahu wa ta'ala
rahmat Allah sangat dekat dengan orang yang berbuat baik. Baik dalam beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada manusia.
nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam berkata sesungguhnya Allah hanya menyayangi hambaNya yang saling mengasihi.
para pengasih dan penyayang akan disayangi oleh yang Maha Penyayang. maka kasihilah penduduk yang ada di bumi maka Allah akan menyayangi kita.
kasihilah anak yatim, para janda yang kesusahan dan fakir. jika kepada yang jauh dianjurkan maka kepada yang dekat lebih ditekankan, kepada saudara, tetangga, gurunya dsb. jika ada permusuhan dengan orang terdekat maka sudah saatnya menyebarkan rahmat dengan mereka. maka dengan demikian kita bisa menjadi safeeratul Islam yaitu duta Islam, karena orang akan melihat akhlak kita.
2. menaati Allah dan rasul
ali imran 130
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
syaikh shalih al ushaimin bila kita taat kepada Allah dan rasul niscaya kita akan mendapatkan rahmat Allah. dan rahmat Allah itu terwujud dengan hal-hal yang kita inginkan dan terhilang dari yang tidak diinginkan. beliau berkata ini adalah rahmat khusus bagi orang-orang yang beriman.
3. mengikuti al quran
al quran memuat kebaikan yang melimpah dan ilmu yang banyak, menjadi sumber pengetahuan dari semua disiplin ilmu. dan keberkahan didalamnya. banyak hikmah dan kemaslahatan, tidak ada keburukan didalamnya. maka ini adalah faktor penting, mengikuti al quran, memahami dan mengamalkan. al quran adalah cahaya kehidupan, bukan hanya dibaca tapi harus diamalkan, diikuti arahan dan perintah didalamnya dan jauhkan larangannya dan ikuti hukumnya.
4. bertaubat kepada Allah
al araf 156
وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".
5. menyimak bacaan Al quran
apabila dibacakan al quran maka dengarkan
al araf 204
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
204. Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahma
bentuk perintah disini adalah perintah umum setelah al quran dibaca , menyimak dengan telinga dan hati lalu mentadabburi. meninggalkan kesibukan ketika mendengar al quran.
semakin orang paham bahasa Arab maka makin paham apa yang dibacakan dalam quran, dan ini bentuk menyimak yang tinggi, karena didalamnya banyak kebaikan, bertambah ilmunya dan keberkahan.
dan berdoa agar Allah menambah keimanan dan ilmu. jika kita sudah berdoa tapi tidak bertambah ilmu dan iman kita maka ada yang salah dari apa yang kita lakukan.
sebelum pembelajaran kita pun akan memulai dengan berdzikir kepada Allah, beristighfar dan kita selalu merealisasikan ayat yang kita baca setiap shalat, iyya kana buku wa iyya kananstain.. kemudian setelah pembelajaran kita berdoa kepada Allah agar ilmunya bermanfaat dan tersebar, maka akan Allah tambah rasa syukur, keimanan dan pemahaman.
syariah Abdurrahman as saadi berkata Allah menambah 2 pahala bagi orang yang menyimak al quran, begituan dalam sholat lebih tinggi lagi pahalanya dalam menyimak bacaan quran.
6. menegakkan sholat dan menunaikan zakat
an
nur 56
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.
siapa menginginkan rahmat Allah inilah jalannya, siapa yang menjaga shalatnya maka urusan yang lain akan teratur tetapi jika lalai maka urusan lainpun akan berantakan. barangsiapa yang mengharapkan rahmat tanpa shalat ia adalah pemimpi yang dusta. karena kejujuran apabila kita ingin mendapat rahmat Allah maka kita beramal diantaranya melaksanakan sholat dan zakat.
7. beristighfar
surat an naml 46
قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".
orang yang bertaubat adalah orang yang baik sebab ini termasuk orang yang mengamalkan ihsan. tidak berputus asa atas rahmat Allah.
hai hambaku yang melempau batas atas diri merek sendiri jangan berputar asa dengan rahmat Allah
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
at tahrim 9
رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].
3 syarat ampunan
a.berdoa disertai harapan dan keyakinan
ghafir 60
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
b. senantiasa beristighfar , meminta ampunan dari pengaruh buruk dosa-dosa. pengaruh buruk dosa adalah hilangnya keberkahan, kita bukan ma sum tapi kita menjaga diri kita agar tidak bermaksiat. ketika kita bangun tidur kita berdoa agar tidak bermaksiat hari ini dan dimalam hari kita evaluasi dan muhasabah dengan istighfar.
an nisa 110
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ
يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
110. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
c.bertauhid
tauhid adalah faktor terbesar, anak Adam jika datang kepada Allah sepenuh bumi dan tanpa membawa dalam keadaan tidak menduakan Allah, maka dosanya diampuni. terus berdoa kepada Allah, sebagaimana kisah nabi ayyub yang berdoa selama bertahun (7 tahun ) atas penyakit yang diderita.
al anbiya 83-84
وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ
Terjemah Arti: Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
inilah balasan yang disegerakan didunia sebelum diakhirat maka diakhirat balasanya lebih besar
kisah nabi zakariya
• Kaf Ha Ya ‘Ain Shad.
• Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,
• (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
• Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.
• Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,
• yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”
• (Allah berfirman), “Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”
• Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”
• (Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”
• Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”
• Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.
sebesar apapun dosa seseorang maka bertaubatlah dan teruslah berharap rahmat Allah, sesungguhnya kasih sayang Allah jauh lebih besar dari murkaNya.
jumi bintu sahri