Kamus Damar
mamama: mama
emam : makan
bibibi: mobil
bababah: papah

pixel skylines
almost home
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
$LAYYYTER

Andulka

Product Placement
d e v o n
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Xuebing Du

gracie abrams
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
occasionally subtle
taylor price
ojovivo
Sweet Seals For You, Always
cherry valley forever
★
Misplaced Lens Cap
Sade Olutola

No title available
seen from Türkiye

seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Germany

seen from Morocco

seen from Malaysia

seen from T1
seen from Colombia
seen from Colombia
seen from United States

seen from Brazil
seen from Germany
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Germany

seen from Venezuela
seen from Netherlands
seen from Canada
@kabochacakeandacupofcoffee
Kamus Damar
mamama: mama
emam : makan
bibibi: mobil
bababah: papah
When u don't feel looking right, maybe u need a hair cut
Myself
My handsome curly boy, mommy misses u so, wait till mommy comes home dear
My life currently....
Finally, menghidupkan kembali blog yang mati suri. Sebagai permulaan, mari kita isi dengan tulisan pendek. Update-an kondisi terkini dulu.
1. Alhamdulillah per tanggal 8 February 2016, pas tahun baru Cina kemarin (nggak ada hubungannya juga sih biar gampang diinget aja) dan pas Damar 15 bulan, akhirnya pindah ke rumah sendiri. Setelah 8 bulan pencarian (plus nabung sampai ngos2an) dan 3bulan bebenah sebelum ditinggalin.
2. Damar udah bisa jalan, setengah lari2, ngocehnya udah banyak, udah suka main dengan anak2 seumurnya.
3. Keahlian masak belum ada peningkatan, cenderung menurun malah gara gara udah cape kalo sampe rumah, huhu. Resolusi tahun ini, back to kitchen!
4. Peer berat badan “tinggal’ 3 kiloan lagi yeey! 3 kilos hot to go!
5. Harus re-contact sama peers yang sempet lost contact belakangan ini.
6. Demen belanja online, huhu maafkan, habis lebih banyak promonya sih, emakirit.com
Sekian dulu deh, next time kita sambung dengan topik yang deeper and wilder haha. Byebye.
Tips untuk Bumil kantoran single fighter (jauh dari suami, keluarga, jadi anak kost)
3,5 bulan setelah saya dan suami tinggal terpisah beribu - ribu mil. Idealnya memang satu keluarga hidup bersama, tapi setiap keluarga punya situasi dan kondisinya sendiri dan we must respect each other, right? :)
Anyway, terhitung dari semenjak usia kandungan sekitar 7 minggu, saya resmi jadi anak bumil kost di ibukota tercinta yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Keluarga ada di luar kota, meskipun terhitung dekat, karena pertimbangan faktor keamanan, saya putuskan untuk tidak sering bolak balik ke rumah mamah, paling sebulan sekali.
Alhamdulillah sampai sekarang usia 22 minggu jalan, tidak ada keluhan berarti. Mual muntah, pusing, dll, hampir tidak saya alami. Mungkin bebino di dalem perut pengertian, babeh-nya jauh di sebrang lautan hehe.
Well, untuk bumil kost seperjuangan, saya ingin share beberapa tips untuk survive ;)
1. Pilih lokasi kost yang dekat dengan kantor
Lokasi is the most important aspect. Pilih yang sejarak jalan, kurang dari 1 km (10-20 menit jalan santai). Lokasi kost yang dekat kantor sangat membantu saya, walaupun harga sewa relatif jauh lebih mahal. Tapi bandingkan dengan pertimbangan keselamatan kalau harus naik transportasi umum, ojek, atau repotnya pesen taksi tiap hari (dan lebih mahal juga jatohnya). Keuntungan tambahan adalah bisa jadi olahraga, jalan pp kost-kantor, sekalian berjemur di pagi hari (bagus untuk tulang), dan mencegah kaki ga bengkak. Lebih aman juga kalo just in case harus lembur dan naik taksi sendirian. Oya, sedia masker selalu ya mom, as you know, polusi di Jakarta itu parah, apalagi kalo udah si kopaja, koantasbima, metromini, atau apalah itu namanya lewat. Untuk pejalan kaki, masker penting banget. Trus say no to heels, sementara kita ber-flat dulu ;)
2. AC & internet access is a must (at least for me, depend on your budget)
You know lah di Jakarta, apalagi untuk bumil yang gampang gerah, kamar kost yang penting bersih, lebih baik kalo berjendela, aman, dan ada ac-nya. Saya sendiri prefer yang woman only untuk alasan kenyamanan.
Untuk internet, penting banget untuk komunikasi dengan babehnya bebino. Secara kalo pake sms or telpon maha(x5)l, jadi supaya komunikasi lancar, internet itu kudu. Favorite saya, skype dan line.
3. Sempatkan ngobrol dengan ibu-bapak kost, mba kostan, satpam kost secara rutin
Jadi kalo just in case ada apa2, mereka bisa bantu. Dan kadang - kadang saya dapet "kiriman" dari ibu kost, tepat di saat perut kruyukan hehe. Dan dapet treatment "spesial" dari satpam kost, pas sampe kostan dibukain pintu gerbang yang segede gaban.
4. Sedia maternity support belt
Berguna untuk menahan goncangan, misal kalau sedang jalan, ada tugas ke luar kantor, di perjalanan, naik turun tangga, dll. Saya beli di Mothercare pas lagi ada disc.20%, lumayan :) Saran saya, nggak usah dipake seharian di kantor, karena kalo kelamaan agak sesak juga.
5. Pilih tempat periksa (klinik/rs/dll) yang paling dekat dengan kost.
Sebenernya tergantung cocok atau nggak dengan obgynnya, tergantung pilihan bunda masing- masing. Saya pribadi lebih suka yang dekat, jadi kalo jadwal periksanya pagi, naik taksi hanya 10 - 15 menit, ga keburu stress di jalan, apalagi kalo dapet supir taksi yang pura- pura nggak tau jalan. Dan kalo ada apa2, bisa cepet ke rs-nya.
6. Simpan emergency number di dompet, di tempel di meja kantor, dan di tempat2 yang gampang dilihat.
Baiknya, kasi tau juga orang - orang di sekitar kita supaya mereka nggak bingung harus hubungin siapa,
7. Selalu sedia perbekalan di kost dan kantor.
Salah satu yang bikin merana bumil kost adalah kalo pas laper malem- malem. Sendirian nyari keluar juga ga aman, minta tolong temen juga ga tega, keluarga jauh. Jadi daripada kelaperan tengah malem, mending ngestock apapun yang gampang dan tetap sehat, kurma atau puding jelly bisa jadi pilihan.
8. Manfaatkan online shop
Untuk bumil yang suaminya baru balik mepet2 tanggal lahiran, dan keluarganya jauh, temen juga pada sibuk (dan ga tega kalo minta tolong bawain barang banyak dan ga mungkin maksain untuk gotong barang sendiri). Untuk mempersiapkan perlengkapan baby, manfaatkan online shop. Sebelumnya cari2 referensi mana yang recommended, hati2 dengan modus penipuan.
9. Baca & browsing
Kalo lagi wiken atau public holiday, dunia berasa sepi. Temen2 kost pada balik ke rumah masing2, mau jalan juga males sendirian, dan cape. Lebih baik nambah pengetahuan, itung2 persiapan dengan baca buku2 pregnancy atau parenting, browsing di youtube atau forum2.
10. Sharing
Bisa di forum2 virtual atau langsung. Sharing berguna banget untuk menguatkan mental dan bikin saya "ga sendirian". Misalnya ternyata ada bunda yang suaminya bekerja jadi awak kapal, baru pulang setelah 10 bulan, jadi selama hamil, melahirkan berjuang sendiri (apus air mata), atau temen di kantor yang karena rumahnya jauh, walaupun udah 8 bulan jalan 9 bulan, masih setia pake omprengan pp tiap hari sendirian, karena suaminya kerja di tempat yang beda arah (again blame Jakarta's hight traffic). Kalo mereka bisa, saya juga bisa.
11. Sabar itu tidak berbatas :)
Rasanya merana banget kalo pas papasan sama bumil yang lagi dituntun suaminya, sementara saya di belakangnya nenteng stok barang belanjaan. Atau di tempat makan, liat bumil lagi diusap2 kepalanya dan ditanyain mau makan apa; sementara saya karena di kost lagi ga ada stok makanan, duduk sendiri sambil ngebatin; yang paling merana pas jadwal periksa rutin, kalo hari kerja mungkin orang maklum dateng sendiri, tapi karena jadwal kantor, saya selalu pilih periksa wiken. Sementara bumil yang lain ditungguin sama suami atau mungkin keluarganya, saya keluar masuk sendiri. Ga jarang, diliatin dengan pandangan aneh sama orang2 yang lagi nunggu.
Mungkin manja keliatannya ya, hehe, secara masih banyak di luar sana yang jauh kurang beruntung dibanding saya. Solusinya sih hanya sabar, berdoa dan tetap mencoba bersyukur. Saya juga kadang2 emosi, kalo emang pengen nangis ya nangis aja, biar lega. Abis itu treat diri sendiri dengan buah2an segar, atau shower gel favorite :D Semoga kesabaran kita berbuah manis ya mom ;)
So far, demikian yang terlintas di pikiran saya. Kalo bunda seperjuangan ada yang punya tambahan, your sharing is very welcome^-^ Keep fighting mommies! Hugs!
LDM = Long Distance Marriage
Finally we should struggle to pass this phase (again).
LDM dimulai sejak keputusan kami awal tahun ini, sehubungan dengan future plan kami juga. Sebelum merit, kami sempet ngobrol tentang future plan kami masing - masing. Saya yang waktu itu masih excited starting life in Japan, sempet bilang kalo saya pengen either kerja di Jepang atau nerusin pendidikan ke tingkat doktor, lokasinya di Jepang juga.
Suami yg waktu itu masih berstatus calon berargumen. Selepas studi-nya selesai, dia ingin back for good ke tanah air. Dengan alasan, di negara maju seperti Jepang, nothing much he can contribute anymore. Semuanya udah rapih, orang hanya tinggal menjalankan sistem dan hidup pun adem ayem. Sedangkan Indonesia? Coba liat deh jalan raya depan komplek rumah, abis musim ujan pada ketauan deh bolongnya, berasa pengen banget benerin ga sih? Sesederhana itu logika-nya. Indonesia butuh lebih banyak educated young people untuk menciptakan perubahan. Difficult yes, impossible no. Dan suami adalah orang yang berprinsip, keluarga itu harus dekat, phisically,&emotionally. Walaupun sarana komunikasi sekarang tetep canggih, tapi akan ada sesuatu yang nggak bisa digantikan dengan kehadiran seseorang. Mengingat dia calon kepala keluarga, maka kami sepakat bahwa we'll back for good.
Gw mulai apply ke company - company tahun 2012. Nah, pada saat itu, ada sebuah perusahaan Jepang yang ingin meng-hire student dari Indonesia lulusan Jepang untuk ditempatkan di Jakarta. Gw pikir kesempatan bagus nih. Akhirnya gw apply and finally gw diterima. Mestinya gw mulai masuk kerja tahun 2013. Tapi suami gw khususnya keberatan, karena dia rencana lulusnya baru 2014. Gw nego sama orang HR-nya yg sepertinya shock mendengar keputusan gw haha. Tapi mungkin karena mereka lagi butuh orang bgt, jadi di-acc juga.
6 bulan awal merit, gw dan suami tinggal di beda kota, ketemu sebulan sekali. Hampir tiap hari skype-an. Pengen banget rasanya cepet2 sekota, biar ga ribet lagi. Akhirnya setelah gw lulus langsung deh pindah. Setaun gw jadi IRT, diseling part time ngajar B.Inggris atau B.Indonesia buat orang - orang Jepang.
Awalnya BT, ketika suami bilang kalo dia butuh extend 6 bulan lagi untuk nyelsein studinya. "Apa??!!!" Dengan alasan kalo eksperimennya butuh banyak modifikasi jadi molor jadwalnya. Dia sempet minta supaya gw nego sama si orang HR lagi untuk mundurin 6 bulan lagi. Tapi sepertinya susah deh. Emang sih gw yakin, rejeki mah dari mana aja. Ga berarti gw harus gawe di company itu. Tapi ada some reason (next story) yang membuat kami berpikir, sebaiknya kami ambil dulu aja.
That's why, per April 2014 ini, gw pun terdampar di Jakarta as a single fighter, menjalani LDM dengan suami yg masih studi di Tokyo. LDM kali ini menyebrangi lautan, jadi lebih berasa. Skype pun jadi andalan tiap malem buat ngobrol. Alhamdulillah udah apps. Line atau wa, jd ga usah mahal2 sms-an. Tapii, tetep aja, kehadiran. Rasanya envy kalo ada temen cewe di kantor yang pulangnya dijemput suaminya, atau janjian pergi ke mana gitu bareng. Atau kalo belanja aga berat, ada yang bisa bantu bawain. Kalo laper malem2 ada yang rela nyariin atau masakin. Huhu, berasa banget kangennya.
Miss u so dear hubby!
Autumn, 2013, Tokyo
Never underestimate someone, remember that a butterfly was a worm once
Making a big life change is scary. But do you know what's even scarier?....... Regret!
anonim
It may be winter outside, but in our heart is always spring <3
Ini nih, This is it! Musik si neng banget! Mood boosting, yeah!
FIND Life Experiences and swallow them whole. TRAVEL.Meet many people.Go down some dark alleys. TRY everything. Exhaust yourself in the glorious pursuit of life.
Anonim
Life might not always seem fair, but your chance will come to right every wrong, if you stay patient and keep sharing with others what you have.
Islam Fb page
Di titik terendah manusia, Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya
Petra Jebrew
We wish you a Happy New (Gregorian) Year 2014!
May all of your dreams can true or at least at the right track to be come true! Love&Kisses -S&W-
"I’m thankful for all I am and all I have."
Semua ada solusinya
W: curhat bla..bla..bla...
S: Hmm...iya...
W: kenapa ya....yada yada yada....
S: usap2 tangan....walaupun aga susah tapi kan tetep ada solusinya
W: =)
Rejeki nggak seperti urutan alphabet, nggak mesti datang berurutan A,B,C,D,E dst. Tapi bisa juga D dulu baru B trus A lalu C dst. Allah is utterly just. Semua makhluk sudah diatur rejekinya masing-masing. Wallahu Allam.