don't have any idea
RMH
I'd rather be in outer space 🛸

Jar Jar Binks Fan Club
d e v o n
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
Keni
$LAYYYTER
Claire Keane
No title available
One Nice Bug Per Day
No title available
★
official daine visual archive
art blog(derogatory)
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
KIROKAZE

gracie abrams
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
The Stonewall Inn
seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Brazil

seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Colombia
seen from Germany

seen from Colombia

seen from Canada
seen from United States
seen from Italy
seen from Venezuela
seen from Venezuela
seen from United States
@kekekim-blog
don't have any idea
🍴🌅 (Taken with Instagram)
My mom, was someone who constantly gave to me.
let them flies.
yes, i am
Beat 'n Bite
when we went wrong
sesampainya disini, belum juga setengah perjalanan, sekiranya pengawahan ke tahap yang selanjutnya. asyik ya, engga perlu saya jelaskan maksudnya itu apa.
jauh sebelum saya mencapai pengawahan itu sendiri, ternyata dari yang terkecil sampai yang terbesar itu sangat perlu diperhatikan, elemen-elemen atom disekitar kita, mikroba sampai parasit yang menjijikan, sebutlah itu kesatuan dengan tempat dimana kita berpijak. memang ironis jika diterawang lebih lanjut. hijau nya memuai, bukan karena suhu.
sempat beberapa kali saya mengulas tentang itu semua, sesekali hampir masuk ke lubang transisi tetapi itu tidak apa, memang rangkaian nya sedemikian rupa sadar atau tidak sadar pada saat kita disitu. satu hal yang membuat saya lupa diluar itu adalah ketika ingin mencicipi bagaimana rasanya ada di posisi atau keadaan seperti itu, tinggi tetapi tidak tinggi, nikmat yang membawa kedalam intelegensi alam bawah sadar kita. kenapa harus seperti itu? kenapa fase nya tidak bisa dirubah? kenapa harus mengontrol apa yang menjadi kepuasan?.
tata aturan yang berlaku mungkin dari lahirnya kesadaran semua akan berjalan berdiri dan sejumlah fakta tentang itu. kembali lagi akan penjabaran apa yang telah saya lalui, apakah sebenarnya kita bersama berjalan dalam sebuah kotak dibubuhi kemurnian dan "rasa" yang begitu alamiah? sangat alamiah sampai kita tidak bisa tahu bagaimana rasa alamiah itu tercipta, terlalu alamiah untuk mencari arti secara harfiah agar setiap individu tahu, kenyataan nya tidak begitu.
tumbuhnya kuku pada jari kita ini ada fungsi nya engga ya? kenapa bisa sedemikian rupa bentuknya? apa ini fungsional nya untuk diri kita sendiri maupun orang lain? tapi saya dan kamu engga mau kehilangan kuku, merupakan satu kesatuan dengan unsur apa yang kamu, kita miliki secara utuh semenjak pertama menggunakan indra penglihatan di tempat yang sesungguhnya terbentang sangat luas ini.
ingin nya saya melihat jauh kedalam, yang menjadi kendala nya adalah keterbatasan jarak pandang yang dimiliki.
semua berperilaku seperti apa yang sudah sering dilakukan, saya begitu menikmati itu semua, tetapi jangan terus begitu, jangan menjadi kutu kelinci kalau bisa jadi kutu anjing.
diam, diam itu apa? patung itu memang diam, tetapi unsur pertama pembuatan patung tersebut bukanlah diam, karena sudah jelas pasti pembuatnya tidaklah diam saat membuat patung tersebut sampai berwujud sedemikian rupa.
begitu kuat nya rasa juga dipengaruhi oleh kemauan dari sensor otak kita sendiri. rasa, rasa itu sendiri tidak pernah salah karena otak kita menghendaki begitu. perumpamaan yang rancu itu buat kita semua bingung. salah dan benar itu tidak ada yang tahu, hanya saja takaran nya berbeda jika di ibaratkan suatu butiran. maka, salah dan benar itu mengalir. tidak akan ada salah jika tidak ada benar.
alergi, segala hal
lelah sekali saya, dingin, sangat dingin sekali disini. lelah juga untuk kembali dan terus kembali lagi. terus saja lihat, apa seharusnya tidak dilihat, sama sekali tidak penting. ah, omong kosong. ya, mengeluh, pada diri sendiri saja mengeluh.
saya sudah pakai lima jaket sekaligus, masih saja dingin. lalu bintik-bintik, menjijikan ya. membosankan terus menerus berdialog dengan diri sendiri, terus saja lakukan begitu. sampai nanti, terus saja, sampai mati. santai saja, padahal kesal.
memang semua ini cukup jelas dan terlalu jelas untuk dibuat semu.
Arthreestic
here we are. XI SOCIAL-3 SMA N 2 BANDUNG.
IX SOCIAL 3, sebut saja Arthreestic. Surely, I Love Us
disini saja
saya tidak tahu harus kemana, maka saya bergegas kemari dan mengeluarkan semua.
saya nge drop sepertinya, mata saya terbuka lalu kemudian terpejam lagi, tatapan pada langit-langit. ini saya yang menyakiti diri sendiri, atau saya membiarkan pikiran saya bergerak sakit dan saya biarkan. atau apa? bagaimana? engga tahu.
ulu hati, rasanya sakit dan semacam sedih. pusing? engga.. sedih? tidak bisa jawab. bertanya pada diri sendiri, jawab sendiri, nanti juga mati sendiri. tidak ada sebabnya, saya yakin ini tidak ada sebabnya. baru saja beberapa jam lalu loncat-loncat, tertawa, tiduran, lalu sedih dan air mata keluar begitu saja. sekali lagi, saya yakin saya tidak apa-apa.
tidak mengerti, saya selalu ingat saya memegang kontrol penuh, tapi terus saja keluar begitu saja. bingung, darah rasanya mengalir lebih cepat, saya memegang dada rasanya jantung berdetak tenang-tenang dan biasa saja. apa yang salah? saya berfikiran jiwa yang sakit. jiwa yang mana? kenapa bisa sakit? jiwa berada dimana saja tidak tahu.
sepi disini, seluruh badan saya seperti sedang mengalami musim salju di malam natal, yang tidak pernah saya lihat, alami, bahkan rasakan. hidung saya meler, ingus kemana-mana. saya labil sekali, engga seperti yang biasanya. lagi-lagi saya memegang dada sebelah kiri dan mencoba merasakan degup jantung saya, tenang rasanya. pusing saja tidak.
saya tahu, saya tidak akan pernah menemukan tempat untuk ini singgah. kalau sakit, ya obati sendiri. mau ulu hati se sakit apapun, engga akan ada yang tahu dan peduli. menjadi dokter untuk diri sendiri, ya, menurut saya itu tauladan yang baik. i've tried it. sejenak, saya membiarkan jari-jari saya diam. rasanya jantung berpindah posisi ke kepala.
ya, saya lelah. setelah tercapai, lalu itu pergi. maka saya akan ikut hilang juga. saya harus menjalankan fase yang tidak saya mau, tidak saya suka, saya benci. dingin, tentu saja menghangatkan diri. gampang-gampang susah? tidak ada, susah ya susah, gampang ya gampang, berbeda.
Mama♡
Mama berlari ketika aku berjalan
Mama terbangun ketika aku tertidur
Gapai aku mama
Saat aku rapuh
Mama telah berikan bunga nya untuk senja
Mama biarkan masa nya lepas untuk ruang kecil
Didalamnya, ya, itu aku
Ia tetap berdiri meski tahu akan jatuh
Mama bilang biru walau ia rasa ragu
Mama tidak pernah letih melihat senyum di wajahku
Mama,
Engkau pelangi di senja hari
Sinarmu tak akan terganti sampai aku mati
Tak ada satu kata yang mampu
Cerminkan indah dirimu
Dan jika cahayamu mulai semu
Aku lah yang akan terus melaju
Aku akan mampu
Untuk berikan sesuatu
-th 2010-
itu disana.
saya melihat seuntai benang berjalan disana, dengan gradasi warna yang mencolok. dia berjalan dan terus berjalan, saya tahu, itu jalan yang berbeda dengan yang biasa saya lewati. itu apa hey? hey itu apa? bisa kamu beri tahu saya? ah tai. sudah terlalu jauh. sampai saya tidak bisa melihat, lagi-lagi kapasitas yang terbatas ini.
kalau kamu dengar saya tadi, mau jawab tidak? bahkan saya ini enggan meyakinkan hati saya sendiri. padahal terlintas saya sudah tahu jawabannya. tunggu-tunggu! jangan berjalan cepat-cepat. biar saya ikut kamu saja! tapi saya ini hanya sebuah jarum. yang sekarang memang masih kuat dan tajam. tapi nanti, saya berkarat dan rapuh, mungkin saja bisa patah atau apalah. lalu bagaimana?
# ini belum selesai. ada kelanjutanyya
i loved this one!
Minggu Malam
saya tau, saya enggan mengalihkan pandangan dari yang disebutnya lembayung senja itu. hangat, membawa ke permukaan lalu di jatuhkan lagi pelan-pelan. hanya saja jangan beranjak untuk pergi. kamu lihat tidak? titik titik itu, mereka punya pori-pori penghisap energi, ini saya rasanya sudah terhisap jauh.
hembusan nafas kemarin, saya dengar itu utuh, yasudah biarkan saja begitu. saya dan kamu sama-sama tahu. kita semua ini, sama-sama bodoh atau apa? membiarkan langkah saling melangkahi lalu mendahului yang bahkan tidak seharusnya dilakukan. saya mengerti semua itu. saya dan kamu itu apa? saya engga mau disamakan, tapi tetap saja sama ya?
tadinya, hanya ingin menikmati dari jauh saja. lalu kamu membawanya semakin dekat dan semakin dekat. jauh atau dekat saya tetap menikmati. kamu tahu itu?
I'm looking at you through the glass Don't know how much time has passed Oh God it feels like forever But no one ever tells you that forever feels like home Sitting all alone inside your head
(Stone Sour - Trough The Glass)
can I move?
me : problem was, i couldn't quite remember the words
--- : but my heart was in it