Aku lakukan semua sesuai yang diharapkan.
Kutahan peluh, air mata, juga lelah
Jika capai sudah pada puncaknya, empuk ranjang tak lagi kurasai
Lembut selimut tak pula ku rindui
Melepas apa yang sudah kupertaruhkan
Mencederai janji yang telah kubuat
Jika kulakukan untuk pergi, aku bisa menggapai mimpi yang lain.
Cita yang tak sebatas cita.
Jika itu kulakukan, mungkin
Kurasakan amat tenang, lega,
Juga pasrah. Atau mungkin juga lelah kembali
Lakukan apa yang kusuka dan kucinta, yang tentu harus bermanfaat.
Aku akan terbebas lepas dari pikiran setiap hari,
Yang membosankan ini. Yang mengungkung jiwa atas nama kebebasan ini.
Yang menjadi wasilahku sebagai pengemban ilmu. Ah!
Di luar juga aku bisa tetap menjadi pengemban ilmu!
Aku juga ingin, mewujudkan cita-citaku. Cita-cita kebahagiaan orang tua dan abang adikku.
Jika aku pergi sekarang, barangkali aku akan lebih lekas sampai dan Ia ridho
Atau justru Ia lebih ridho aku tak pergi?
Jika pergi, aku bisa kembali mandiri. Memberikan yang terbaik dengan caraku.
Bebas melakukan hobi menjahit, berjualan, menyulam, bersepeda, traveling. Ah. Membayangkannya saja sudah sebahagia ini.
Tapi, jika aku pergi. Hanya satu masalahnya.