Rasulullah saw mengatakan kepada Amru bin ‘Ash
“wahai Amru, alangkah indahnya harta yang baik pada orang kaya yang baik.”
(HR Ahmad)
Phantogram Three
YOU ARE THE REASON
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

bliss lane

Love Begins
Game of Thrones Daily
Show & Tell

Jimmy Eat World
The Bright Sessions
🪼

Jar Jar Binks Fan Club
Fai_Ryy
No title available
occasionally subtle
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
KIROKAZE
Glass Animals
h
Cosmic Funnies

shark vs the universe
seen from Türkiye
seen from Philippines
seen from United States

seen from France
seen from Spain
seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from China
seen from Italy
seen from United States
seen from China
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
@koizumi125-blog
Rasulullah saw mengatakan kepada Amru bin ‘Ash
“wahai Amru, alangkah indahnya harta yang baik pada orang kaya yang baik.”
(HR Ahmad)
Selamat pagi,,semoga sihat selalu...
#syabab #missDQ
SEPOTONG KEJU PENYEBAB LUPA
Ini kisah berdasarkan kitab dimana pada zaman dahulu, ada seseorang yang bernama Abu Yazid Al-Bustomi yang memang sejak kecil merupakan orang yang suka berbuat kebajikan. Beliau merupakan salah satu ulama sufi yang diakui akan ketinggian ilmu tasawufnya sehingga banyak yang berguru kepadanya.
Sejak kecil berbuat baik dan orangtuanya pun juga selalui menjaga diri untuk tidak makan kecuali dengan yang halal. Sejak dalam kandungan hingga bercerai dari air susu ibunya, beliau tidak pernah berkenalan dengan barang yang syubhat apatah lagi yang haram.
Namun ketika menginjak remaja, beliau merasakan bahwa dirinya sudah mulai banyak lupanya. Terutama jika mendengarkan sesuatu hal yang mengandungi kebenaran.
Dari situ, ia pergilah kepada ibunya untuk menanyakan sesuatu.
“Wahai ibu, apakah ibu ingat pernah memakan sesuatu yang haram atau syubhat ketika mengandung atau menyusui aku? Kerana jika aku mendengar kebaikan, aku mudah lupa,” tanya Abu Yazid.
Akhirnya ibunya bercerita terus terang mengenai kejadian yang pernah dialaminya ketika mengandungnya dahulu.
“Anakku, pada suatu hari, ketika sedang mengandung atau menyusuimu, aku melihat sepotong keju tergeletak di tempat si fulan. Saat itu aku sedang mengidam dan benar-benar menginginkan keju itu. Lalu aku ambil secuit keju dan kumakan tanpa sepengetahuan pemiliknya,” jelas ibunya.
Mendengar penjelasan ibunya, tanpa fikir panjang lagi, Abu Yazid langsung mengunjungi pemilik keju tersebut dan beliau menceritakan tentang kekhilafan ibunya saat mengandung dirinya.
Kepada pemilik keju tersebut, Abu Yazid merayu untuk meminta maaf.
“Wahai Fulan, dahulu ketika mengandung, ibuku telah memakan secuil kejumu. Sekarang aku mohon agar engkau sudi memaafkannya atau tetapkan harga secuil keju tersebut dan aku akan membayarnya, "kata Abu Yazid.
"Ibumu telah aku maafkan dan apa yang telah dia makan telah aku halalkan,” kata pemilik keju tersebut.
Akhirnya di kemudian hari, Abu Yazid sudah tidak lupa lagi ketika mendengar suatu kebaikan.
(ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari)
SILA SHARE DAN SEBARKAN
#Islamagamaku
💎MUTIARA SYAIR IMAMUNA AS-SYAFIE💎
قال الامام الشافعي رحمه الله: “ اذا المرء لا يرعاك الا تكلفا ؛ فدعه ولا تكثر عليه التأسفا ؛ ففي الناس أبدال وفي الترك راحة ؛ وفي القلب صبر الحبيب ولو جفا ؛ فما كل من تهواك يهواك قلبه ؛ ولا كل من صافيته لك قد صفا ؛ اذا لم يكن صفو الوداد طبيعة ؛ فلا خير في ودّ يجيء تكلفا ؛ ولا خير في خلّ يخون خليله ؛ ويلقاه من بعد المودة بالجفا ؛ وينكر عيشا قد تقادم عهده ؛ ويظهر سرا كان بالأمس قد خفا ؛ سلام على الدنيا اذا لم يكن بها صديق صدوق صادق الوعد منصفا ؛ ”
Bererti: (Kata Imam Assyafie r.a.h) : “Apabila seseorang itu tidak meraikanmu melainkan bermuka-muka ;
Tinggalkanlah dia dan janganlah banyak berduka cita terhadapnya ;
Dikalangan manusia ada penggantinya dan terdapat kerehatan di dalam meninggalkan ( si yg bermuka muka) ;
Di dalam hati boleh bersabar terhadap kekasih yang sejati sekalipun dia bersikap tidak acuh ;
Bukanlah setiap orang yang engkau inginkannya , hatinya inginkan dikau ;
Dan bukanlah setiap orang yang engkau jujur kepadanya, dia bersikap jujur kepada mu ;
Apabila tidak ada kejujuran di dalam hubungan kemesraan secara semulajadi nescaya tidak lah ada kebaikan dalam hubungan kemesraan secara bermuka-muka.
Tiadalah kebaikan pada teman yg mengkhianati temannya ;
Dia bertemu dengannya secara tidak acuh setelah adanya hubungan kemesraan ;
Dan dia menafikan kehidupan yang berlalu di masa silam dan dia melahirkan rahsia yang telah tersembunyi semalam ;
Selamat tinggal terhadap dunia apabila tiada padanya Teman sejati, bersikap benar, menepati janji dan menginsafi persahabatan ; ”
Kamu tidak akan bisa mencapai hakikat “Ubudiyah” selama dirimu masih diperbudak oleh sesuatu selain Allah.
Imam Junaid Al-Baghdadi رضى الله عنه
Banyakkan lakukan kebaikan.. #bulanmuharram #azambaru #tambahkanpahala #kurangkandosa
Dirgahayu Indonesia
Click here for more quotes
Jika Karin Novilda Adalah Adik Saya
Popularitas Karin melejit lewat YouTube (gambar dari sini)
Sejagat maya gusar, kesal, kaget, khawatir, dan tentu saja kepo, saat menonton video blog (vlog) seorang remaja berusia 19 tahun yang juga selebriti di Instagram, Ask.fm, Snapchat, dan Youtube, bernama Karin Novilda.
Vlog tersebut menjadi pembicaraan hangat karena kontennya yang dinilai kebarat-baratan, kedewasa-dewasaan, tapi di saat yang sama juga dianggap kekanak-kanakan. Tak perlu saya ungkapkan apa isinya, supaya Anda tidak ‘kekenyangan’ dengan 'review’ masyarakat terhadap Karin lewat komentar-komentar dan opini-opini mereka di media sosial.
Arkian, Karin pun di-bully habis-habisan. Saya yang juga terinfeksi oleh virus kepo stadium lanjut, langsung meluncur ke akun Instagram dan Ask.fm belia cantik ini. Dan, wow! Saya terpana, membeku, dan..sedih.
Rasa-rasanya, saya ingin ikut berkomentar saat itu juga, detik itu juga, dengan melayangkan jurus men-judge, menyalahkan, sumpah serapah, nyinyir, melabeli, dan seabreg jurus lainnya. Rasa-rasanya, saya ingin ikutan 'memarahi’ Karin di depan publik. Rasa-rasanya, saya ingin ikut memperbincangkan masalah ini saat itu juga. Tapi saya diam.
Saya diam karena, pertama, saya bingung harus melihat fenomena ini dari perspektif mana. Perspektif pergaulan remaja? Perspektif pengasuhan orang tua? Perspektif gaya hidup liberal? Ah, siapa saya ngomong hal-hal 'berat’ seperti itu.
Kedua, saya, entah bagaimana, merasa Karin justru adalah seseorang yang perlu dibantu, diajak dialog, sama seperti remaja pada umumnya. Bukan dicaci maki, dicerca, dan dijadikan 'alat’ untuk membuat para orang tua paranoid.
Akhirnya saya hanya bisa mengendapkan segala respon spontan saya dan mulai mengingat keluarga saya sendiri, terutama, adik-adik kandung saya, remaja-remaja sepantaran Karin yang mungkin sedang tersesat dalam pertanyaan “Siapa saya?” dan tengah berjuang menemukan jati dirinya sendiri yang sesungguhnya, sama seperti yang saya lihat tengah dialami oleh Karin Novilda dan kawan-kawannya.
Remaja kerap mengalami BLAST (Bored, Lonely, Angry, Stressed, Tired)
ilustrasi dari sini
***
Saya pun pernah remaja, kita semua pernah atau sedang atau akan menjadi remaja, dan menurut pengalaman saya, itu adalah fase hidup yang berat. Menurut teori? Sudah jelas, remaja (Adolescence) adalah periode transisi dari masa kanak-kanak (Childhood) dan masa dewasa (Adulthood) yang di dalamnya terdapat satu momen penting dan kritis bernama pubertas.
Masa remaja perlu mendapat perhatian khusus karena di masa inilah seorang anak manusia berkutat dengan pencarian jati diri, penasaran terhadap banyak hal, mengeksplorasi hubungan pertemanan, namun di saat yang sama memiliki kecenderungan bertindak reaktif dan emosional.
Karena otak di belakang dahi, yang bertanggung jawab terhadap reasoning dan pertimbangan rasional, belum berkembang sempurna. Subtopik soal perkembangan remaja ini jika diteruskan akan tersangkut dengan topik perkembangan internet dan media sosial, yang memungkinkan Karin se-terkenal sekarang. Apa yang menjadikan Karin seperti sekarang, sebetulnya dapat sedikit kita pahami jika merujuk pada cuplikan penjelasan di atas.
Apakah Karin nakal? Apakah Karin tahu kalau dia nakal? Mungkin, ya. Tapi kita tidak boleh meninggalkannya begitu saja dalam beratnya 'pertarungan’ dengan dirinya sendiri dan lingkungan, terlebih setelah kita menghujat dan mem-bully-nya di depan publik.
Terus terang, saya sedih membaca komentar bernada, “Suruh siapa jadi anak nakal? Dibully deh lu.”
Keep reading
aq ni duduk kampung je...jujurlah aq memang jeles bila tengok kawasan rumah or kebun orang bersih...rasa nak tinggal kt kawasan tu..
tidurku lena
Mataku terbuka di saat terjaga dari mimpi Terdetik di fikiran apa yang telah terjadi Oh rupanya aku sedang dibuai mimpi Alangkah indah seandainya ia benar2 terjadi
adakah aku sudah membaca Al-quran hari ni...?? hrmm belom lgi.. hrmm jap eh,belom kot... rasanya belom... hrmmm x ingat la dah ke belom... **apalagi ushakan la baca sekarang!!😀 #jadikanAlQuransebagaisahabat #berharapsyafaatQuran #bendabaikjgntangguh
Walau hebat mana dugaan menerjah dan walau sesulit mana memahami tiap yang terjadi dalam kehidupan, Bila kau katakan pada diri, “ Ini yang Allah telah izinkan untuk terjadi pada hari ini” Automatik kau akan tersenyum sendiri. Seolah satu kedamaian menyelinap singgah ke dalam hati kau pada saat itu. Cubalah:)
(via nurul-qalbi)
semuanya kembali kepada Allah...
"belajarlah untuk memaafkan orang lain dan belajarlah untuk sering meminta maaf.."
malam itu dia rasa sedih sekali dia cuba untuk tahan tapi dia kalah lagi
malam itu dia menangis lagi tidak henti sehingga lega lalu lena
dan malam malam yang seterusnya dia menangis dan terus menangis berharap esok lusa semua akan baik saja