Melihat terlalu detail,
Tidak sadar bahwa sifat investigative dan observing tumbuh perlahan. Rutinitas pagi, bertemu dengan orang yang sama tentu menjadi tambahan variabel pendukung.
Seperti halnya, perjalanan menuju kantor. Setiap orang punya caranya masing² dan tentu tidak sama. Meski ada yang mirip, tapi ritualnya berbeda. Tujuannya sama, pengelolaan dan prosesnya berbeda.
Ada yang diisi dengan membaca buku
Ada yang pasti selalu menyalakan headset kabelnya
Ada yang membaca al matsurat
Ada yang langsung tidur tanpa aba aba
Ada yang scroll media sosial
Ada yang tidur setengah jalan, sisanya memperhatikan jalan
Ada yang pasang tws dan tidur
Ada yang pasang tws dan memperhatikan jalan
dan lain lain
Pengolahan dan proses tersebut akan memberikan efek pada saatnya tujuan sampai, turun dari kendaraan apakah bahan pegel karena salah tidur? apakah jadi fokus karena selalu membaca buku? apakah jadi terbawa suasana musik yang didengarkan? dll
Semua memiliki tujuan yang sama, menuju kantor, bahkan rutenya pun sama, di Kuningan, jalannya sama, Rasuna Said. Tapi, proses pengolahan hati, fisik dan pikirannya selama perjalanannya berbeda-beda.
Demikian manusia di kehidupan ini. Tujuan kita sama sama ke akhirat, insha Allah menuju jannatul firdaus, rutenya pun sama alam kubur, alam barzakh, padang mahsyar dll, jalannya sama. Tapi proses pengolahannya berbeda. Ibaratnya, proses ini berada di dunia. Jadi, proses pengolahan apa yang ingin dipilih? untuk bisa turun dari kendaraan (dunia) menuju kantor (akhirat) tidak jatuh dan lancar melewatinya (sirotol mustaqim) sehingga menjadi husnul khotimah :)
23 Jan 2025 (06.21)













