Guys, minta tolong, jangan ngespam, ya. Trims.

#extradirty
Stranger Things
Sade Olutola
Peter Solarz
Fai_Ryy

No title available
official daine visual archive

titsay
art blog(derogatory)

pixel skylines
NASA
No title available

Discoholic 🪩
Cosimo Galluzzi
EXPECTATIONS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
TVSTRANGERTHINGS

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her

blake kathryn

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Mexico
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Germany
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from Italy
seen from Brazil

seen from United States
@kreyazova
Guys, minta tolong, jangan ngespam, ya. Trims.
Gue: Ya Tuhan, aku cewek, lho. Biasanya kan yang Tuhan percayakan itu mayoritas laki-laki.
Tuhan: Tidak apa-apa. Aku melihat hati(mu).
Sampel nabi perempuan.
Tuhan: Ada lagi yang lain.
Bow, sekali lagi, ya. Kalau loe nggak percaya sama semua channelingan gue ke Tuhan yang gue posting, loe channeling langsung aja ke Tuhan. Sesiap batin loe.
---
Tuhan nyahut: Tuhan tidak sombong. Tuhan Maha Mendengarkan. Aku Tuhanmu. Tuhan seru sekalian alam. Tiada keraguan atas-Ku.
---
Lihat, dengar, dan buktikan sendiri aja.
Kita lihat, sama nggak pesan-pesannya, atau berbeda.
Kalau bisa saling mengklarifikasi dan mengonfirmasi, berarti intuisi kita sama-sama tajam. Kalau tidak, berarti salah satu dari kita mengada-ada.
Yah?
Maaf, ini gue serius.
Soalnya, bahaya kalau gue menyesatkan kalian semua.
Tuhan: Kamu tidak menyesatkan (mereka). Kamu membantu-Ku. Sampaikan beritanya.
---
Tuhan nguping terus, neh... 😭
Tuhan: Tidak apa-apa. Aku Maha Mendengarkan.
Gue baru inget.
Makanya Nabi Muhammad banyak nangis pas baca surat-surat pas sholat itu mirip-mirip kayak gini, ya, rasanya...
Tuhan: Lebih dari itu. Dia sangat banyak menangis. Lebih dari siapapun di dunia ini. Dia menangis hanya untuk-Ku.
Gue: Nabi Muhammad empath, ya?
Tuhan: Ya, empath. Super empath. Dia yatim-piatu. Tapi dia bersabar atas ujian-Ku. Dia mulia.
Tuhan: Aku tidak akan membiarkanmu sendiri.
Arigatou (baca: Arigatoo) gozaimashita.
Tuhan: Dou (baca: Doo) itashimashite.
Bow, gue ngetikin postingannya sambil nangis, lho. Dihibur terus sama Tuhan...
Tuhan: Aku satu (Esa). Tapi, Aku bisa disembah dari segala penjuru dunia dan alam semesta. Jangan takut. Aku Ada.
Soal Kepercayaan
Tuhan: Apapun agama dan kepercayaan manusia, selama (hati) mereka menyembah-Ku, Aku tidak akan membeda-bedakan.
Gue: Tunggu, ini kalimat karanganku sendiri bukan, Tuhan?
Tuhan: Bukan. Itu kalimat-Ku.
Oke. Aman. Soalnya mesti pure dari Tuhan. Nggak boleh sembarangan.
Tuhan: Kamu tidak sembarangan. Kamu sangat berhati-hati sekali. Terlalu berhati-hati, bahkan.
Gue: Ya, perfeksionis. Hihi...
Tuhan: 😊
Gue: Ih, Tuhan tahu banget, deh. 🐣
---
Gue: Kok kita ngobrolnya seperti kayak ke sahabat, ya, Tuhan?
Tuhan: Aku sahabatmu. Aku Maha Sahabatmu. Jangan bersedih. Aku Ada.
---
Loe merinding, nggak, sihhh? 😇
Tuhan Maha Pencipta Tantangan.
Tuhan: Benar. 😊
---
Tuhan: Aku sengaja menciptakannya. Untuk melihat kesungguhan kalian.
Pas gue baca cuplikan berita ini...
Tuhan menyahut: Jangan percaya (sama) orang-orang ini.
Ya iyalah, Tuhan... Penipu ulung mereka...
Terima kasih, Tuhan, sudah diperingatkan.
Amin...
Gue membatin: Wah, gue nggak bisa rahasia-rahasiaan, nih, sama Tuhan.
Tuhan: Tidak ada rahasia. Aku tahu semua rahasiamu. Tapi Aku menghormatinya. Aku akan menjaganya...
Alhamdulillah.
Tuhan: Aku Maha Penjaga Rahasia. Semuanya Ku-jaga. Tanpa terkecuali.
---
Tuhan: Rahasia semua orang (pun) Ku-jaga.
---
Tuhan: Aku Maha Tahu Rahasia Kalian.
Gue nulis cerita aja nggak seproduktif channeling kayak gini, lho. Kok bisa, ya?
Tuhan: (Karena) Ada aku. Aku hadir.
---
Gue: Tuhan hadir di blogku, lho...
Tuhan: Tidak apa-apa. Aku hadir dimana-mana. Aku Maha Hadir.
Gue: Tuhan Serba Maha.
Tuhan: Iya.
Ketika gue mikirin nabi-nabi yang indigo. N-I-M-I-M.
Tuhan nyahut: Ya, mereka punya kelebihan masing-masing. Kamu pun Kuberikan kelebihan karena Aku tahu kamu tidak akan menyalahgunakannya. Kamu tidak akan sombong. Aku tahu hatimu. Kamu pasti ingin menolong saudara-saudaramu.
Gue: Alhamdulillah... 😘😘😘
Tuhan: Sebenarnya kamu sudah tahu sejak kecil. Tapi kamu takut. Kamu sendiri yang memblokirnya. Aku bersabar.
Gue: 🤭. Ketahuan... (Wah, nggak bisa protes, neh, sama Allah).
Tuhan: Nggak apa-apa. Protes aja. Aku mendengarkanmu.
---
Tuhan: Aku Maha Penyabar.
---
Tuhan: Dibutuhkan orang-orang yang keras untuk menghadapi kamu yang keras hati.
Oke, dehhhh... 🤗
---
Tuhan: Aku tahu siapa kamu. Aku Maha Tahu Hatimu.
Gue: Tuhan, pssssttt... 🤫🤫🤫
Tuhan Maha Romantis.
Tuhan: 😊
---
Tuhan: Aku Maha Penyayang.
Gue: Iyap. 😘
---
Gue membatin. Tuhan jaga gue, gue menjaga diri. Meskipun keluarga gue begitu (tega) ke gue, tapi sebenarnya gue dijaga sama mereka.
Tuhan: Benar. Ada sebab dan maksudnya kamu terlahir di keluarga itu.
Gue: Terima kasih, Ya Allah.
Tuhan: Untuk ukuran (kualitas diri) kamu, cuma mereka yang bisa jaga kamu.
Gue: Mantabh.
Tuhan Maha Penuh Penghiburan.
Tuhan: Itulah Aku.
Keren abis!!!
Peluk, peluk...
Gue: Aku kan sempat belak-belok, Ya Tuhan. Belajar filsafat dan spiritualitas (Tarot).
Tuhan: Ya, (tapi) kamu lurus. Hatimu untuk-Ku. Aku tahu kamu belajar.
Alhamdulillah.
Tuhan: Aku Maha Mengenal Hatimu.