Kapan kiranya waktu yang tepat manusia ini dipertemukan dengan jodohnya? 🥹

gracie abrams

@theartofmadeline

roma★
official daine visual archive
Monterey Bay Aquarium
almost home

bliss lane
Cookie Run:Kingdom Official!

Kiana Khansmith

izzy's playlists!

Andulka
Doug Jones
cherry valley forever
Sade Olutola

titsay
Lint Roller? I Barely Know Her
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
RMH
Not today Justin
seen from Germany

seen from Singapore

seen from Australia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Iraq
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from Brazil
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@kribikskentang
Kapan kiranya waktu yang tepat manusia ini dipertemukan dengan jodohnya? 🥹
ya Allah, sampaikan permohonan maafku kepada orang-orang yang pernah aku sakiti. bahagiakan mereka ya Allah. jadikan mereka lupa atas semua luka yang pernah aku tinggalkan di hatinya. bantu aku pula untuk memaafkan mereka. bersihkan hatiku, hilangkan segala penghalang antara doaku dan iya-Mu.
maafkan aku. maafkan aku. maafkan aku.
hal-hal yang susah
memaafkan orang lain itu susah banget. tapi bayangkan nanti saat hari akhir Allah bilang ke kamu, "kamu selalu berusaha memaafkan. kamu berdoa meminta agar hatimu bisa memaafkan. maka Aku maafkan pula semua kesalahanmu. masuklah ke dalam surga-Ku."
memberi jalan (dalam banyak arti) bagi orang lain itu susah banget. tapi bayangkan nanti saat harus melewati siraat Allah bilang, "kamu sering mengalah dan memberi jalan untuk orang lain. sekarang lewatilah jembatan ini dengan mudah. semua makhluk memberimu jalan."
menutupi aib orang lain itu susah banget. tapi bayangkan saat semua rekaman hidupmu diputar Allah bilang, "yang ini tidak perlu. hidupnya hanya diisi kebaikan." lalu kamu diberi pakaian yang sangat bagus.
mengikhlaskan janji dan utang orang lain itu susah banget. tapi bayangkan saat di akhirat Allah bilang, "sesungguhnya kamu punya utang puasa, utang sholat, utang nazar, utang zakat. tapi semuanya sudah Aku ampuni dan anggap lunas karena kamu selalu mengikhlaskan utang orang lain."
tidak membalas perbuatan jahat orang lain dan alih-alih mendoakannya itu susah banget. tapi bayangkan saat di akhirat Allah bilang, "semua dosamu sudah diampuni karena malaikat-malaikat mendoakanmu setiap kamu mendoakan orang yang menyakitimu."
kalau kamu melakukan hal-hal yang susah, jangan lupa berdoa dalam hati. minta hadiah yang besar. kalau hanya ketenangan dan kebahagiaan di dunia, itu masih kurang. minta yang abadi.
"ya Allah, aku sekarang lakukan ini. nanti kelak di akhirat, ampuni aku, maafkan aku, bela aku, tutupi aibku, beri aku jalan yang mudah, beri aku pakaian yang bagus, masukkan aku ke surga terbaik-Mu."
Punya temen, junior, dan senior yang sangat-sangat bersemangat mencarikan jodoh buat manusia satu ini. Tiap kumpul dikamar tahap, satu-satu mereka mulai nyari-nyari teman kuliah, sekolah, adek temannya yang masih sendiri buat dikenalin.
" dia di PKU kak, gimana ya caranya biar bisa ketemu"
"By, udah ada progres yang dicari x kemarin"
"By, si ini adeknya bang ini bi. Kita tanyain ya"
Si manusia satu ini, selalu menganggap ini hanya candaan. Selalu ketawa tiap mereka heboh seperti ini, sambil nyeletuk "kak, murobbi ku upa ya kak" wkwkkwk
Gak tau entah ini ujungnya apa. Tapi satu yang buat manusia satu ini hanya menimpali dengan tawa. "Kalo mau mulai lagi, berarti harus siapin diri juga buat kecewa". Belum siap, masih belum kuat hatinya.
Kadang, kenyamanan bukan tentang di mana kaki berpijak, tapi tentang bagaimana pikiran menetap.
Sejauh apa pun pencarian, tempat ternyaman itu tetaplah prasangka yang baik. Ia adalah jeda dari segala hiruk-pikuk, sebuah ruang hening yang memberikan rasa aman tanpa perlu alasan.
Ketika hati dipenuhi dengan prasangka yang baik, dunia yang luas ini terasa cukup. Tidak ada lagi lelah karena curiga, tidak ada lagi sesak karena cemas. Cukup tenang, cukup lapang, dan selalu terasa seperti sedang pulang.
"Aku tahu hari-harimu berat, maka kamu butuh energi yang luar biasa 'tuk menguatkanmu. Maka, bangunlah di setengah malam atau lebihnya.
- Allah swt kepada Nabi Muhammad saw dalam QS. Al Muzzammil -
Bolehkah pulang?
Aku rindu
Hari ke-18 Januari 2026
Aku merasa waktuku banyak disia-siakan. Tidak bisa berfikir, tugas menumpuk. Baru mulai mengerjakan, aku sudah stuck. Bingung sepanjang hari bagaimana menyelesaikan pertugasan ini. Hari-hari habis karena memikirkan bagaimana memulai. "Terlalu banyak mikir hanya untuk memulai bi. Mulai saja dulu." Aku hanya memikirkan bagaimana hasil akhir yang aku harapkan, tapi lupa untuk memulai. Menjalani proses. Dan berfikir. Mungkin otakku sudah mulai malas, karena mengharapkan hasil baik tapi tak kunjung memulai, tak mau repot-repot berusaha. "Dasar manusia!."
“Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” QS. An-Najm: 39
Dan melalui laman pencarian yang sedang digandrungi oleh banyak orang, aku mencari sebuah makna dari ayat diatas. Aku hanya ribut dengan pikiranku, tapi lupa untuk melangkah. Langkah sekecil apapun adalah usaha. Aku lupa bahwa hasil akhir adalah milikNya. Aku juga lupa bahwa dalam proseslah semua pembelajaran. Sadarku, kesabaranku terhadap proses telah hilang, kepercayaanku terhadap hasil telah sirna. Ya Allah, tolong balikin feby ke feby yang dulu. Yang bisa nikamatin proses, yang bisa sabar sama proses, yang bisa memasrahkan hasil apapun kepadaMu. Yang YAKIN semua hal adalah kehendakMu. Balikin feby yang dulu ya
Sebagai manusia, kadang terbesit ingin membagikan sesuatu ke laman media sosial kalo udah bisa ngelakuin suatu tindakan. Tapi, selalu urung dilakukan. Bagaimana jika Allah mengambil kemampuan itu. Ya Allah, semoga ilmu yang kau berikan senantiasa dalam perlindunganMu dan bermanfaat untuk umatMU. Dan menjadikan manusia satu ini selalu ingat padaMu.
pencapaian
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah bertahan, tetap bangun setiap hari, tetap melakukan hal-hal yang adalah kewajibanmu, tetap menunaikan tugasmu, kamu hebat.
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah melepaskan sesuatu yang memang bukan untukmu atau bukan milikmu, kamu hebat.
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah memutuskan memaafkan orang-orang yang tidak pernah meminta maaf kepadamu, kamu hebat.
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah mengakui kesalahan dirimu dan bertaubat atasnya, kamu hebat.
kalau tahun ini kamu tidak menunggu tahun berganti untuk memulai kebiasaan baru yang baik, kamu hebat.
percayalah, kamu hebat.
"Gak lah, aku nyarinya yang lebih muda" kata seorang pria yang berada di sudut meja di depanku saat seorang perawat dengan bercandanya mengatakan kenapa tidak kalian berdua saja daripada mencari yang lain. Saat itu, perasaanku sedikit terusik, seperti, hahh?? Ada mulut yang lebih tajam dari itu. Entah aku yang terlalu menanggapi kata-kata itu atau memang ucapannya yang tajam.
Lain waktu, aku bertemu seorang perempuan yang kata-katanya juga tajam menurutku. Belum tentu sama dengan orang lain.
Kedua mereka sama-sama membuatku terdiam.
Jauh sebelum mereka berkata seperti ini, aku sudah memasrahkan semua hal tentang jodoh. Entah bertemu atau tidak, doaku tetapku kuutarakan pada sang pencipta. Walaupun dibeberapa fase, doaku sempat surut karena saking pasrahnya. Yang bisa ku lakukan sekarang, entah bertemu atau tidak, aku mulai mempersiapkan segala hal untuk hidup sendiri, berjalan sendiri, dan berjuang sendiri. Entah bersama siapa, ku rasa kita tetap akan menjadi individu sendiri di hari akhir.
Semoga, setiap rencana tuhan akan selalu meneguhkan hati, menguatkan, memudahkan, dan selalu dalam lindunganNYA. dan, semoga kata-kata yang mungkin akan ada lagi seperti ini tidak menjadi beban dan menyurutkan doaku.
ETOS KERJA SEORANG MUSLIM
"Setiap manusia adalah mati, kecuali mereka yang berilmu. Setiap yang berilmu ada dalam keadaan tertidur, kecuali mereka yang beramal. Setiap yang beramal adalah tertipu, kecuali yang ikhlas. Dan mereka yang ikhlas, akan senantiasa berada dalam kekhawatiran."
Begitulah nasihat indah yang disampaikan Imam Syafi'i. Beliau mengajarkan kepada kita bahwa kunci keberhasilan yang pertama adalah intelektualitas dan keterampilan. Maka tidak heran jika salah satu pendiri gerakan dakwah di Mesir, Hasan Al Banna, mengakatakan, "al-fahmu" (kepahaman) menjadi modal awal bagi seorang muslim untuk dapat sukses terhadap dunia dan akhiratnya.
Meski berpengetahuan luas dan berketerampilan tinggi, kata Imam Syafi’i kita laksana orang tertidur apabila tidak mengkonversikan itu menjadi amal nyata. Pesan yang sama juga disampaikan oleh Hasan Albanna, bahwa "al-amal" menjadi tuntutan setelah seorang muslim membekali dirinya dengan ilmu. Akan tetapi tentu, bukan amal sekedar amal saja yang diharapkan. Melainkan ada itqan (kerapihan), profesionalitas di dalamnya. Ada jiddiyah (kesungguhan) dan totalitas juga di dalamnya.
Seolah amal tersebutlah, yang diupayakan dengan totalitas atas segala sumber daya yang Allah titipkan menjadi teman sekaligus penyelamatnya di yaumul mizan (hari penimbangan amal). Seorang muslim harus memiliki cara pandang demikian, bahwa setiap momentum adalah kesempatan untuk mengukir bekal terbaik.
Selanjutnya, ternyata kepahaman dan profesionalitas dalam beramal masih belum cukup, maka Sang Imam mengkiaskan mereka yang beramal sesungguhnya tertipu, apabila tidak ada keikhlasan. Meski berbeda urutan, pendiri gerakan dakwah Mesir itu menyebutkan bahwa "al-ikhlas" harus menjadi karakter utama yang harus dilandaskan sebelum beramal. Sebab, apa yang kita cari selain keridhoan dari Sang Pencipta?
Ilmu, Amal, Ikhlas. Ketika ketiga hal itu hidup kembali dalam seluruh relung hidup kita, insyaallah pintu kesuksesan akan terbuka. Meski demikian, Sang Imam menutup pesannya, bahwa kita harus senantiasa khawatir. Khawatir akan kelurusan ilmu kita, khawatir kejernihan niat kita, dan segudang kekhawatiran lain yang membuat kita tidak cepat puas sehingga melakukan pengembangan diri.
Semoga bisa menjadi penyemangat di awal Desember ini. Ikhtiar-ikhtiar baik semoga Allah gantikan dengan penantian indah, dengan ikhtiar, sabar dan tawakal!🌻
Ternyata aku tidak tahu apa-apa...
Sesi terakhir simposium kali ini, sambil menyimak pemateri pikiran mulai flashback ke beberapa waktu lalu. Apa yang telah aku lewati, apa yang telahku pelajari, dan ujian apa yang sudahku tempuh untuk sampai disaat ini ternyata dari semuanya aku tidak tahu apa-apa. Kosong. Sedih. Dari sekian banyak waktu yang sudah lewat dan tenaga yang terkuras ternyata aku tidak tahu apa-apa. Sia-sia rasanya. Aku merugi, jiwaku merugi, ragaku merugi. Kenapa bisa aku tidak tahu apa-apa.
Tahukah kamu apa yang paling dikhawatirkan untuk mereka yang sedang menunggu?
Bukan lamanya waktu yang membuat hati rapuh, bukan pula panjangnya penantian yang melelahkan jiwa. Yang paling dikhawatirkan adalah ketika penantian itu mengikis keyakinan, saat hati mulai bertanya, “Apakah janji itu benar akan datang?”
Menunggu sesungguhnya adalah madrasah kesabaran. Di dalamnya, iman diuji: apakah kamu masih teguh percaya pada Rabb yang tidak pernah alpa menepati janji-Nya? apakah kamu tetap menjaga doamu agar tetap hangat, walau hari-hari terasa dingin tanpa jawaban?
Yang paling ditakutkan bukanlah keterlambatan, melainkan hati yang menyerah di tengah jalan, jiwa yang letih lalu memilih meninggalkan doa, padahal pintu itu sudah hampir terbuka. Maka, jagalah hatimu ketika menunggu. Rawatlah keyakinanmu dengan dzikir, basuhlah resahmu dengan istighfar, dan peliharalah harapanmu dengan shalawat.
Karena di balik sabar yang terus terjaga, ada hadiah yang sedang dipersiapkan. Dan di balik doa yang tak henti dipanjatkan, ada janji Allah yang tidak akan pernah dikhianati.
@jndmmsyhd
Kenapa kita mudah menyerah daripada berserah?
Kenapa kau lebih mudah menyerah atas beberapa upaya besar yang gagal; harapan yang tidak jadi nyata; dan mimpi-mimpi yang mustahil terwujud.
Kenapa kau lebih memilih membesarkan rasa takut, daripada meluaskan baik sangka. Lalu menjatuhkan diri ke dalam lubang gelap bernama menyerah itu. Kau lebih memilih menyendiri dan berbalik arah—daripada berlari dan berserah pada Allah.
Ketika jalan itu buntu, cahaya harapan padam dan mimpi itu seakan sukar di jangkau...mengapa kau lebih memilih menyerah daripada berserah?
Padahal, Allah adalah Tuhan kita yang Maha kuasa, penulis takdir terbaik dan sebaik-baiknya penolong. Tetapi kau lebih sering mengandalkan diri sendiri daripada memohon pertolongan pada Allah.
Jalan yang buntu itu, tidak selamanya akan tertutup.
Langit yang gelap itu, tidak selamanya akan gulita.
Dalam kesempitan, ada keimanan yang di uji.
Dalam kegelapan, ada kesabaran yang di tempa.
Dan dalam segala kesulitan, selalu ada pengingat besar yang berharga.. bahwa kita ini hanyalah seorang hamba yang berjalan di atas garis takdir-Nya dan kita sungguh tidak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya. Jangan menyerah ya!
Sepucuk harapan, 16 Juni 2025 17.21 wita
setiap kali
setiap kali kamu teringat tentang hal yang menyakitimu lagi, maafkan lagi.
setiap kali kamu ingin membuka lukamu lagi--mengungkit-ungkit, bertanya-tanya--tambahkan perban.
setiap kali kamu penasaran akan kabar orang-orang yang tak perlu ada urusannya denganmu lagi, tanyakan kabarmu sendiri.
setiap kali kamu merasa pusing, dadamu sesak, matamu panas, tapi punggungmu dingin, duduklah, atur napasmu, lalu peluk dirimu sendiri.
setiap kali kamu ingin meledak, ambillah secarik kertas dan sebilah pensil. menulislah.
setiap kali kamu merasa seperti tertimpa jembatan, ambil wudhu dan dirikan dua rakaat.
mungkin tidak satu malam. mungkin tidak satu minggu. mungkin tidak satu bulan. mungkin tidak satu tahun. mungkin tidak satu dasawarsa. mungkin memang akan lama sekali prosesnya. tapi percayalah, sama seperti bahwa doamu akan dijawab iya, kamu pasti akan sembuh.
Allah menciptakan matahari, bumi, bulan. semua beredar pada garisnya sendiri-sendiri. Allah menciptakan siang dan malam, semuanya teratur tanpa saling mendahului. kamu punya waktumu sendiri. waktumu akan tiba.
Tumbuh Tanpa Sadar
Mungkin kamu memiliki pilihan untuk menyerah, tapi kamu tidak memilihnya. Apakah kamu sudah sadar bertapa kuat dan hebatnya dirimu? Tetap memilih untuk terus menjalani meski dengan keyakinan yang tipis, dengan perasaan yang tak menentu, dan ketidakpastian yang pasti.
Hatimu yang selama ini terlalu lembut, telah belajar untuk kuat. Tidak lagi mudah terluka karena hal-hal yang tak seberapa. Lebih mudah untuk dikendalikan karena kamu telah beranjak dengan pengetahuan.
Pengetahuan tentang hakikat hidup, hakikat bahagia, dan hal-hal lain yang lebih prioritas daripada menebak-nebak rasa dan pikiran orang lain. Kamu telah tumbuh, meski tak menyadarinya.
Memang belum waktunya berbuah manis, tapi kamu telah kuat menahan terpaan angin yang kencang. Apakah kamu masih tidak menyadarinya? (c)kurniawangunadi