Seru!
Kemarin lusa, saya dan istri naik motor untuk belanja kebutuhan buka studio sewaan baju di rumah. Karena salah beli rel untuk fitting room, akhirnya beli lagi. Pilih naik motor agar lebih cepat.
Akhirnya belanjanya merembet, beli rel fitting room, plastik, dan botol-botol untuk orderan susu. Di belanja yang terakhir, barang bawaan penuh dan agak sulit dibawa.
"Gimana Ma, kita merintis lagi ini?" ujarku.
"Gak apa-apa, seru kan sama aku?" ucapnya disambung tawa.
Sepuluh tahun kami berumah tangga, dinamika yang naik turun. Sebagai pekerja bebas, kami tidak memiliki penghasilan tetap. Tapi kondisi saat ini, kami benar-benar memilih untuk reset.
Kenapa "memilih'? Karena memang dengan kesadaran penuh, kami memilih jalan ini.
Sepuluh tahun, kami bertumbuh. Dari rumah masih dengan gorden koran, sampai sekarang udah bisa renovasi. Dari mobil masih pinjaman ortu, sampai bisa beli sendiri. Anak-anak juga tumbuh dengan pendidikan sebagai prioritas.
Kalau pakai "standar tiktok" yang ramai diperbincangkan, awal pernikahan kami rasanya jauh dari bayang-bayang. Masih ada cicilan rumah, istri nikah juga habis lulus kuliah, tabungan juga masih tipis.
Tapi entah kenapa, aku yakin sekali sama istri - @ajinurafifah kalau sama dia, semua akan baik-baik saja. Dan kami berhasil melewati sepuluh tahun terakhir dengan peningkatan taraf dan kualitas hidup yang baik, semuanya bertumbuh. Kini, di tengah terpaan badai kehidupan, lini usaha tumbang, shifting career di umur 30-an, dengan segala dar-der-dor nya. Aku yakin, kalau sama istriku, semuanya akan baik-baik saja. Bahkan, untukku membuat keputusan-keputusan besar, aku masih bisa mengambil keputusan itu di tengah usia 30-an. Sesuatu yang kata orang, kalau sudah berkeluarga, akan sulit mengambil keputusan besar karena banyak pertimbangan. Dan aku bisa, karena istri mendukung dan bersedia untuk bersama-sama menjalani risikonya. Tanpa aku merasa dihakimi dan diragukan. 2026 baru jalan empat bulan. Tuhan menyiapkan banyak sekali kejutan untuk kami, alhamdulillah.










