Bayangkan Jika Tulisan Ini Sedang Berbicara Pada Dirinya Sendiri
Sekarang, di pukul 08.26 saar matahari sedang asyik-asyiknya menyeringai, aku ingin lebih dulu meyapamu dengan penuh kesyukuran. Mari kita mulai dari doa untuk kebaikanmu di hari ini; semoga kebahagiaan senantiasa memelukmu, keberanian senantiasa menemukanmu, dan limpahan kasih sayang senantiasa hadir menyelematkan dirimu. Aku bersyukur, hari ini kamu masih berhasil menyelamatkan diri yang terus menerus ingin menyerah itu. Aku tahu betapa hebatnya kamu membujuk diri untuk bisa bangkit dan percaya bahwa mimpi yang kamu rajut sejak dulu-dulu akan mulai membentuk sesuatu, meskipun mungkin hasilnya tidak cepat dan selalu punya perjalanan yang berhasil.
Aku ingat saat kamu bilang jika hidup serupa acar di piring makan; rasanya kadang tidak selalu manis, ada paduan rasa asam bahkan pedas dari cabai, rasa yang paling tidak kamu suka hha. Acar kadang cocok dimakan dengan ikan bakar atau sate madura yang sering kamu makan saat perayaan. Tapi kadang aku bertanya, acar? Mengapa serupa acar saat kamu bisa untuk memberikan perumpaan yang lebih indah, manis bahkan penuh kelucuan?
Perumpamaan acar mungkin memang bukan hal yang kebetulan, dari sana aku bisa memperhatikan bagaimana pola pikirmu bekerja, mata mu memandang dan hatimu merasakan. Aku tebak, pasti banyak sekali campur aduk perasaan dalam hidup seperti acar yang kamu katakan, ya kan? ya! aku yakin benar!
Hidup yang sekali jalan ini, tolong jangan salahkan bila ia tidak selalu memberikan cerita dengan tawa dan hal yang menggemaskan, karena hidup yang seringnya tidak lucu dan becanda -serius sekali, seperti kamu sedang memandang tulisan ini.
Ingat kembali bahwa tepian waktu akan selalu ada, entah dimana titik berhentinya. Aku ingin berpesan padamu; untuk tidak menyia-nyiakan jutaan nafas, ribuan bidikan mata, dan bagaimana ringannya otakmu bekerja. Bersulanglah lebih banyak, berserah dan memohon perlindungan lebih dekat, agar kasih sayang terus kamu saksikan sepanjang hayat.
Bila mimpi dan inginmu tergerus waktu bahkan hanya sampai disitu, berterima kasih juga lah pada waktu, ia pernah menitipkan kesempatan dan menyelipkan serangkaian syukur, meskipun tidak sampai pada akhir sesuai perecanaan, setidaknya kamu pernah menikmati hari-hari itu, dengan dirimu sendiri.
Aku janji kita akan berbincang di lain waktu, jaga sehat selalu, tulisan ini akan merindukanmu.













