It ruins me so much when it comes to falling in love. I never know what to do when my heart screams your name, when my brain asks me to contact you, but at the same time, I cannot do anything with this feeling.
art blog(derogatory)
todays bird
Mike Driver

PR's Tumblrdome

tannertan36

No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
One Nice Bug Per Day
No title available
YOU ARE THE REASON

Love Begins
Cosimo Galluzzi

Product Placement
Xuebing Du

Andulka

pixel skylines
ojovivo

★
dirt enthusiast
Peter Solarz
seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from Philippines
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Kazakhstan

seen from Hungary
seen from Colombia

seen from Malaysia
seen from Colombia
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@kwetiao
It ruins me so much when it comes to falling in love. I never know what to do when my heart screams your name, when my brain asks me to contact you, but at the same time, I cannot do anything with this feeling.
Februari
Hari ini adalah awal Februari. Hari dimana aku jatuh cinta lagi. Maksudku, mencintai diriku di bulan ini, bulan Februari.
Berharap akan ada seseorang yang selalu menyayangiku, bukan dia yang meninggalkanku di bulan lalu.
Berharap akan ada kebahagiaan baru lagi, bukan kebahagian kemarin yang hanya sementara lalu pergi.
Februari…
Jangan berharap lebih dari manusia ini.
sudah hampir pertengahan Februari 2018. Sebentar lagi akan datang Februari 2019. Lalu kamu, kapan datang?
berakhir Januari datanglah Februari aku masih memperbaiki diri aku masih memperkaya hati aku masih belajar mengontrol ego dalam diri
masih sama, jangan berharap apa-apa dari manusia ini
Februari mengutuk diri sendiri
It’s getting worse, February!
Februari mengajakku untuk berlari dan mencari. Ku tengok kanan dan kiri semuanya berlari. Sedangkan aku seperti orang mati yang berdiam di tempat ini. Februari di tahun berapa yang mengajakku untuk jatuh cinta dengan hidup hidup ini?
Hiduplah bulan Februari
Capturing a bit of Autumn in the bottle.
Trust me. You will watch this more than once.
Video Credit: nourish.hq
25
Aku menulis draft tulisan tentang perasaanku menjadi manusia di usia 24 tahun. Saat itu aku kebingungan namun tetap bahagia. Aku juga ketakutan tapi tetap jalan dengan berani. Tulisan itu hanya bertahan di draft dengan beberapa paragraf yang kuringkas menjadi tiga kalimat pembuka yang baru aja kamu baca.
Umurku saat menulis ini 25 tahun, dengan perasaan yang sama, ketakutan dan kebingungan tapi tetap berani dan bahagia. Aku kira umur 25 itu sangat tua, ternyata benar adanya. Kata mereka aku harus cepat-cepat mendapat pekerjaan baru, kata mereka juga aku harus menemukan pasangan seumur hidupku, kata mereka usia segini nggak boleh main-main lagi dan harus rajin menabung. Masih banyak lagi kata mereka yang lain-lain.
Mungkin memang kalau di usia sekarang belum menikah atau belum memiliki pekerjaan disebut sudah tua. Lain cerita kalau esok hari aku meninggal, aku bisa dibilang masih muda.
Kadang hidup di umur 25 tahun itu seperti sedang ditabrak banyak kendaraan tapi nggak mati-mati. Mungkin orang-orang di umur 25 adalah kucing yang punya banyak nyawa. Mereka banyak mencoba, tapi gagal akhirnya. Sedih sedih sudah biasa, tapi untuk tenang, bagaimana caranya?
Kamu pikir bisa tenang ketika teman-teman seusiamu menikah sedangkan kamu masih menjadi hama di rumah orang tua. Kamu pikir kamu bisa tenang ketika lowongan pekerjaan bilang maksimal usia pelamar 25 tahun sedangkan kamu mendekati 26 tahun. Kamu pikir kamu bisa tenang ketika kamu memaki pemerintah tapi nggak tau apa hasilnya. Kamu pikir usia 25 itu nggak berpikir?
Berpikir seandainya ada di kriteria pertama, usia 25 mempunyai pekerjaan tetap. Mungkin sedang asik-asiknya menghabiskan gaji supaya bisa menutup telinga dari peritah-perintah untuk segera menikah.
Berpikir seandainya ada di kriteria kedua, usia 25 mempunyai pasangan seumur hidup. Mungkin sedang asik-asiknya bekerja sama berdua mengumpulkan uang untuk membeli rumah yang harganya tidak terjangkau itu.
Berpikir seandainya ada di kriteria ketiga, usia 25 tapi meninggal. Sepi, sunyi, sendiri, dan gelap di kuburan. Tenang? Nggak tahu, belum pernah.
Jadi, gimana caranya tenang? Aku pernah di posisi yang pertama, tenang sih, tenang di luar, ribut di dalam. Kalau di posisi kedua, aku lihat dari kehidupan pernikahan teman-temanku tenang juga sih, tapi pasti ada satu dua hal yang membuat mereka tergesa entah untuk apa. Kalau posisi ketiga, mungkin bisa tenang kalau nggak punya banyak dosa.
Mungkin tenang itu bisa ditemukan kalau kita lihat lebih dalam lagi di tempat atau di situasi yang nggak pernah kita duga. Aku tenang ketika berada di hutan dan di pantai. Aku tenang ketika aku sudah menyelesaikan pekerjaan rumah. Aku tenang ketika aku bertemu teman-teman. Aku tenang ketika aku bisa membeli apa yang aku mau. Tapi aku tidak tenang ketika menulis tulisan ini.
Baik, tulisan ini dibuat dengan keadaan takut, tidak tenang, dan kebingungan. Mungkin tulisan ini adalah tulisan paling berantakan yang aku buat dan yang kamu baca. Kalau kamu menemukan ketidaksinambungan dari paragraf awal sampai kalimat ini. Selamat. Mungkin kamu seorang dosen. Tapi kalau kamu berusaha mengerti, aku berterima kasih. Biar begitu, tulisan ini harus diselesaikan.
Di umur 25 itu bukan hidup dengan tenang, hidup sebagaimana mestinya saja. Sepanjang 25 tahun, aku butuh banyak kaca mata untuk mengerti dunia, karena kadang aku salah mengartikannya, dan itu yang membuatku tidak tenang. Selain kaca mata yang harus aku pakai, aku juga perlu banyak sepatu untuk melangkah lagi, melangkah lagi, sampai waktuku di dunia berhenti. 15 February, 01:37
hhh
my mental health
skrg begini wkwkwkwkwkwk
aku harus apaaaaa
Ingin pergi yg jauuuuhhhhhhh :(
Ingin tidur yang lamaaa bgt
Soooo, am I worth to be loved?
satu satu aku sayang ibu
dua dua juga sayang ibu
tiga tiga masih sayang ibu
satu dua tiga ibu benci aku?
Februari
Hari ini adalah awal Februari. Hari dimana aku jatuh cinta lagi. Maksudku, mencintai diriku di bulan ini, bulan Februari.
Berharap akan ada seseorang yang selalu menyayangiku, bukan dia yang meninggalkanku di bulan lalu.
Berharap akan ada kebahagiaan baru lagi, bukan kebahagian kemarin yang hanya sementara lalu pergi.
Februari…
Jangan berharap lebih dari manusia ini.
sudah hampir pertengahan Februari 2018. Sebentar lagi akan datang Februari 2019. Lalu kamu, kapan datang?
berakhir Januari datanglah Februari aku masih memperbaiki diri aku masih memperkaya hati aku masih belajar mengontrol ego dalam diri
masih sama, jangan berharap apa-apa dari manusia ini
Februari mengutuk diri sendiri
It's getting worse, February!
Februari mengajakku untuk berlari dan mencari. Ku tengok kanan dan kiri semuanya berlari. Sedangkan aku seperti orang mati yang berdiam di tempat ini. Februari di tahun berapa yang mengajakku untuk jatuh cinta dengan hidup hidup ini?
aku adalah ombak yang maju mundur mendekati mu.
ini sih bukan diluar prediksi BMKG, tapi ini diluar batas kemampuan sayaaaaaa
it really breaks my heart accepting that I am unwanted for several people. I cannot force them to try to like me and really want me in their life. I just can't accept this fact.
jadi sendirian tuh cape banget sebenernya.
jadi satu-satunya yang diharapkan, tapi juga jadi satu-satunya yang selalu mengecewakan.
jadi satu-satunya yang disayang, tapi juga satu-satunya yang selalu disalahkan.
ga enak. tapi udah biasa banget sendirian, sampe kalau ada orang lain rasanya aneh banget.
hhh
my mental health
terteqan aw