Sama Perlakuan
Gender digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan serta keperluan seseorang. Beberapa orang bahkan menggunakan Gender sebagai barrier atau batasan atas kemampuan dan kewajiban melakukan suatu pekerjaan berdasarkan kemampuan fisik dan mental. Namun, ada sisi buruknya ketika ada “oknum” yang justru menggunakannya sebagai alasan untuk membenarkan sikap yang tidak seharusnya disangkut-paut kan dengan perbedaan tersebut.
Sebut saja contohnya ketika mewajarkan kalimat “wanita selalu benar” yang seakan menunjukkan bahwa wanita adalah makhluk lemah yang tidak mungkin melakukan kesalahan sehingga banyak kasus wanita men-denial sikap buruk yang ia lakukan. Ada pula contohnya ketika suami tidak mau membantu sang istri mengerjakan pekerjaan rumah karena terpaku dengan pernyataan kolot “tugas rumah tangga adalah kewajiban istri”. Padahal tugas rumah adalah kompetensi dasar manusia untuk menjadikan dirinya manusia yang mandiri dan disiplin.
Lucunya, diluar sana ribuan orang diseluruh dunia menggaungkan kesetaraan gender namun tidak mau berkomitmen didalamnya. Wanita ingin dianggap bahwa semua wanita setara dengan pria dalam berbagai hal termasuk :
Dipercaya mengisi jabatan kepemimpinan.
Memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan pria.
Tidak ingin dianggap lemah dan memiliki keterbatasan fisik dibawah pria.
Ingin dihargai pendapatnya bahwa wanita bisa memberikan gagasan yang tidak kalah hebat dari pria.
Namun wanita melupakan bahwa pria juga memiliki hak yang sama untuk diperlakukan sama seperti wanita. Sebagian dari wanita justru melakukan hal yang mereka sangat tentang(kontra) jika terjadi pada sesama wanita jika diperlakukan oleh kaum pria. Seperti halnya kekasaran fisik, wanita yang melakukan pria harusnya kuat menerima jika yang terjadi sebaliknya pria harusnya tahu bahwa wanita adalah makhluk lemah.
Ego itulah yang menjadikan “Kesetaraan Gender” sulit dicapai secara global. Sifat Egois yang ingin disamaratakan kemampuannya namun tidak ingin disamakan perlakuan seperti mana mereka diperlakukan. Didalam hubungan asmara, kaum wanita melupakan bahwa pria terkadang hanya INGIN untuk :
Dihargai perasaannya.
Diberikan perhatian dan dihubungi lebih dulu.
Ditanya kabarnya.
Tidak dikhianati kepercayaannya.
Ingin memiliki hubungan yang jujur.
Tidak dituntut untuk mengerti kemauanmu jika kamupun tidak bisa memahami kemauan mereka untuk diberi perhatian.
SERTA yang paling penting, Ingin Dipercaya.
Namun didalam hubungan antar manusia dapat berjalan baik hanya dengan satu kunci yang seringkali diremehkan atau bahkan dilupakan yaitu KOMUNIKASI yang BAIK. Tak hanya perihal perasaan antar pasangan saja yang dapat diselesaikan dengan baik, kepercayaan untuk memegang jabatan seorang pemimpin bagi wanita juga bisa didapatkan melalui komunikasi yang baik. Semua permasalahan, keinginan, kebutuhan perihal cinta, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari akan berjalan baik dengan KOMUNIKASI yang baik. permasalah masa lalu - masa kini - masa depan tidak akan menemukan masalah jika kita ingin berkomunikasi dengan baik dan saling percaya.













